Pena Hitam Di Kertas Putih

Pena Hitam Di Kertas Putih
Chapter 42 [Titik Terakhir Perjuangan Petra]


__ADS_3

Melihat Petra yang ada disana, mereka semua begitu terkejut dengan kehadirannya. Petra mengenakan pakaian serba putih dengan syal putih pemberian sang nenek.


“hey Petra! Apa yang kau lakukan!? Lepaskan kita!” teriak Alex dengan nada begitu emosi.


“hahaha, kalian sangat lucu sekali” ucap Petra dengan gelagak tawanya.


“apa yang akan kau lakukan?” tanya Issak.


“bang Mike, bang Fred, kalian boleh pergi ke kantor polisi. Sekarang giliranku untuk bersuara” ucap Petra.


Seketika bang Mike dan bang Fred memeluk tubuh Petra dengan pelukan yang begitu erat. Mereka berdua berbisik di dekat telinga Petra “selamat tinggal, adikku”


Tidak lama setelah itu, bang Mike dan bang Fred berjalan meninggalkan Petra dan teman temannya di atas bukit tersebut. angin sudah begitu kencang dan dingin meniup tubuh mereka. Petra sudah menggigil dengan wajah dan tangan yang super memucat.


“Lia, aku sudah tau semuanya. Kamu tidak perlu berbohong lagi kepadaku. Kenapa papahmu dan papah Elmo melakukan bisnis sampah seperti itu?” tanya Petra.


“bagaimana kau bisa tau?” tanya Elmo begitu terkejut.


“aku tau semuanya. Hubungan kedua papah kalian. dan aku juga tau kalau dokter pribadi Lia yang sempat merawat Lia adalah papah kandungku. Aku tau semuanya. Elmo adalah kakak kandungku, dan aku sangat sedih saat menyadarinya” teriak Petra.


“bagaimana kau bisa tau?” tanya Lia.


“jika aku menjawab kalau ada seseorang dari masa depan datang kepadaku dan menceritakan semuanya kepadaku, apakah kalian akan percaya?” tanya balik Petra.

__ADS_1


“itu adalah hal yang sangat tidak mungkin! Lepaskan kita semua” ucap Issak.


“jika aku melepaskan kalian semua, kalian akan terbunuh” jawab Petra.


“apa yang kau katakan? Kita akan mati kedinginan disini!” teriak Emma dengan isak tangisnya.


“aku hanya ingin satu. Percayalah jika aku melakukan ini demi kebaikan kalian sendiri. untuk Issak, tolong jaga Lia sebaik mungkin sama seperti aku menjaga kalian semua. Untuk Anna dan Alex, jangan terus terusan bertengkar, namun jangan saling berdiam. Untuk Emma dan Lucas, jujur saja aku sangat iri dengan hubungan romantis kalian. dan untuk Elmo, terimakasih karena telah memberikan jantungmu untuk Lia. namun aku tidak setuju jika harus melihat kakak kandungku sendiri menyerahkan jantungnya kepada Lia. biarkan aku seorang yang memberikan jantungku untuknya. Ingat jika bang Nizar menunggumu di Odessa. Permintaanku hanya satu, jangan cuci syal merahku nanti, aku akan membawanya dan memberikannya kepada nenek. Aku ingin nenek yang membersihkannya” tutur Petra.


“apa yang akan kamu lakukan? Jangan melakukan hal yang aneh!” sahut Lia.


Tidak lama setelah itu, sekawanan serigala berbondong bondong berlarian kesana kemari untuk mencari mangsa. Kuranglebih 15 ekor serigala berlarian ke puncak bukit hanya untuk mencari daging segar sebagai makan malam mereka. auman serigala terdengar jelas dari telinga mereka semua. Dan saat itu juga, Petra mengeluarkan belati dan keris miliknya yang telah ia bawa sebelumnya.


“hey apa kau dengar itu?” tanya Issak.


“itu sekawanan serigala yang menewaskan kalian semua” jawab Petra.


“aku yang akan bertanggungjawab kali ini. dan pasti, aku akan membunuh mereka semua demi bisa bertanggungjawab. Walau aku tidak cukup kuat, aku akan melaksanakan kewajibanku sebagai teman. Aku tidak ingin meninggalkan kalian, tapi aku tidak akan membiarkan kalian meninggalkanku untuk yang kedua kalinya” tegas Petra.


Seketika saat itu juga, sekawanan serigala berlarian ke atas tebing dan menuju ke puncak. Dengan gesit pergerakannya, serigala tersebut berlarian di sekeliling Petra dan membentuk sebuah lingkaran agar Petra tak mampu kabur.


“aku akan menghancurkan kalian semua!” teriak Petra dengan nada penuh amarahnya.


Spontan dengan sergap dan cekatan, Petra berlari menabrak satu serigala di hadapannya. Ia menusukkan dua belati sekaligus ke perut serigala tersebut dan membuat serigala itu tumbang. Namun itu tidak bertahan lama. Serigala yang ada dibelakangnya menerkam punggungnya dengan cakar yang begitu kuat nan tajam.

__ADS_1


Petra segera melepaskan jaketnya agar cakaran serigala tersebut terlepas. Setelah itu, Petra kembali menikam perut serigala tersebut hingga mengeluarkan darah dan isi perut yang bercecer kemana mana. Kedua lengan Petra penuh dengan darah serigala sementara punggungnya terdapat cakaran yang luar biasa dalam.


Namun kekuatan serigala tersebut sangatlah besar. Petra seketika diterkam oleh 3 serigala sekaligus dari samping kanan, kiri dan depan. Petra tak berhasil mengelak dan pada akhirnya tubuh Petra terjatuh kebelakang. Seketika seluruh serigala menggerogoti tubuh Petra yang terjatuh di salju yang berubah warna menjadi merah darah.


Teman temannya yang saat itu hanya bisa melihat dari kejauhan tidak kuat jika Petra diserang oleh sekawanan serigala. Lia dan Emma hanya bisa menangis sementara semuanya berteriak agar Petra tetap melawan serigala tersebut.


Namun hasilnya nihil. tubuh Petra sama sekali tak bergerak. semuanya terdiam dan hanya melihat dengan tatapan yang putus asa. Meneteskan air mata dan merengek kesakitan adalah hal yang dilakuan Petra disana. “sakit, dingin, perih, tajam, pusing, bau, basah, gelap, tidak nyaman. Siapapun tolong aku” gumam Petra dengan mata yang sedikit terbuka.


Ia melihat serigala yang sedang mencabik cabik isi perutnya. Ia merasa tangan kanan dan kirinya digigit dengan kuat dan ditarik paksa oleh geraham mulut yang begitu kuat. Tubuh Petra hanya bisa melemas tak berdaya saat diserang serigala sebegitu banyaknya.


“Petra bangunlah!” teriak Lia dengan isak tangis air matanya.


Saat mendengar suara Lia, suasana hati Petra seketika berubah. “apa itu suara Lia? benar benar menenangkan. Sangat hangat, sangat nyaman, sangat harum. Setidaknya saat ini, aku sudah merasakan apa yang dirasakan teman temanku dari masa depan. aku sudah berusaha semaksimal mungkin agar bisa bertanggungjawab. Dan untuk itu, aku sudah lega. Aku tidak memiliki perasaan bersalah sama sekali. akan kuberikan jantungku ini kepadamu, Lia. kuberikan jantungku, maka hiduplah dan tumbuhlah menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik dengan lelaki yang kau cintai kelak”


Tidak lama setelah itu, Elmo yang saat itu sedang membawa sebuah silet di sakunya mampu mengeluarkan silet tersebut menggunakan tangannya yang sedang terikat di pohon. dengan sengaja, Elmo memotong talinya hingga ia berhasil lepas. Ia kemudian mengambil salah satu tabung gas yang digunakan untuk kompor mini kemudian membakar ujungnya hingga ledakan besar pun terjadi. Dengan begitu, sekawanan serigala tersebut berlari berhamburan meninggalkan tubuh Petra terkecuali dua ekor serigala yang perutnya telah tertikam.


Pada akhrnya, mereka semua mampu melihat tubuh Petra yang sudah sangat rusak. Kedua tangannya mengeluarkan darah segar dan tercabik cabik parah. Wajahnya penuh dengan cakaran sementara perutnya berlubang. Darah keluar bak air mancur. Salju dibawahnya berwarna merah terkena kentalnya darah Petra.


Petra hanya tergeletak melemah telentang tak berdaya di bawah sana. Mereka semua menangisi apa yang terjadi kepada Petra terutama Issak dan Lia.


“Petra, apa kau masih sadar! Hey Petra! Petra‼” teriak Issak.


“kurasa misiku sudah selesai. Setelah ini, jantungku akan hilang dan berpindah ke tubuh Lia. aku tak mampu bergerak, tapi aku masih sadar. Terimakasih semuanya. Terimakasih Petra dari masa depan. aku menghormati semuanya” gumam Petra.

__ADS_1


Hingga akhirnya, Petra sepenuhnya tak sadarkan diri. Ia terlalu banyak kehilangan darah dan tubuhnya membeku kedinginan. Kesadarannya tenggelam jauh ke alam bawah sadarnya. Ia tak tau lagi harus melakukan hal apa. Misinya sudah selesai. “setelah aku meninggal, jantungku akan menjadi milik Lia. dan tubuhku akan beristirahat dengan tenang”.


-BERSAMBUNG-


__ADS_2