
Hingga jam 11 malam, mereka bertiga sampai ke kantor polisi dimana semua teman Petra ditahan sementara di ruang pengasingan. Mereka sementara dilaporkan menjadi terdakwa penyerangan, namun tuntutan itu dihapuskan setelah pihak kepolisian beserta rumahsakit mengidentifikasi beberapa luka yang ada di tubuh Petra sebelumnya.
Polisi bersama bang Fred dan bang Mike memasuki ruang pengasingan. Disana, mereka melihat teman teman Petra sedang duduk di sofa melamun tak bergerak sama sekali. Suasana begitu hening dengan tangan Lia yang masih membercak darah dari tubuh Petra.
“apa disini tidak ada penghangat ruangan? Kenapa suasa disini dingin sekali? Hangatkan suasana dengan memutar lagu merry christmas” ucap bang Fred seraya berjalan memasuki ruangan.
“heh? Kenapa kalian semua diam? Apa kalian takut? Tenang saja kalian tidak bersalah disini” ucap bang Mike.
“apa yang terjadi kepada adikku Petra?” tanya Elmo.
“yaah, tujuanku kemari memang ingin menjelaskan semua kepada kalian. sekaligus hanya kita berdua yang diberikan tanggungjawab yang besar oleh Petra seorang agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi antara kalian semua kepada Petra” jawab bang Fred.
“kita butuh waktu kuranglebih 30 menit, apa kalian tidak keberatan?” tanya bang Mike kepada polisi disampingnya.
“jangan terlalu lama, ini sudah malam” tegas pak polisi.
“siapp” jawab bang Mike.
“kalau begitu, akan kuberikan kalian semua privasi untuk berbicara, namun kita berhak merekam semua pembicaraan kalian. jangan berisik, ada anak kecil tidur di ruangan samping” tegas pak polisi berjalan keluar ruangan.
“baik” jawab bang Fred.
Disaat pak polisi sudah keluar ruangan, bang Fred dan bang Mike mengambil dua buah kursi plastik dari pojok ruangan dan kemudian duduk di hadapan sofa mereka semua. Melepas jaket dan melepas sepatu, mereka berdua membiarkan suasana sedikit lebih tenang agar mereka tidak terlalu memperburuk suasana.
“bagaimana? Apa kalian kedinginan? Apa kalian butuh kopi atau teh? Atau hanya susu hangat dengan sari jahe?” tanya bang Fred.
“cepat jelaskan apa yang terjadi” tegas Lia memukul meja didepannya seraya menatap tajam kedua mata bang Fred.
“tenang dulu. Aku berusaha untuk menenangkan suasana disini. Kalau kalian terbawa suasana, takutnya akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu, sebisa mungkin aku harus mengendalikan suasana terlebih dahulu” ucap bang Mike.
“kita sudah bersabar, menunggu berjam jam di ruangan ini dengan kedua tangan yang di borgol. Besi borgol itu dingin dan keras, pergelangan tanganku rasanya mati rasa. Aku ingin menjenguk Petra di rumah sakit” ucap Anna.
“iya, itu benar. Aku ingin tau semuanya dari Petra” sahut Alex.
“itu percuma saja. Hanya kita berdua yang mengetahui kebenarannya” jawab bang Fred.
“maksudnya?” tanya Alex.
“apa kalian semua pernah mendengar tentang seseorang yang ingin merubah takdir?” tanya balik bang Fred.
“itu mustahil. Takdir memang sudah diatur oleh tuhan dengan tangannya” jawab Lucas.
“merubah takdir bukanlah hal yang mustahil jika seseorang sudah mengetahui takdirnya sendiri. dengan menghapus beberapa garis takdir, seseorang bisa mengubah arah takdirnya menjadi lebih baik maupun lebih buruk. Seperti butterfly effect, satu kepakan sayap kupu kupu akan menjadi angin topan di negeri sebelah. Maka Petra lah kupu kupu itu” jawab bang Mike.
“jadi maksudnya?” tanya Lucas.
“dan Petra adalah orang yang merubah takdirnya sendiri” jawab bang Mike.
“maksud temanku ini adalah, Petra adalah seseorang yang sudah mengetahui garis takdirnya sendiri. maka dari itu, Petra mengetahui apa yang harus ia lakukan dan kapan serta mengapa semuanya terjadi. dengan begitu, Petra memiliki keteguhan niat dan tekad yang kuat hingga dia bisa merelakan tubuhnya dicabik cabik oleh serigala. Apa kalian fikir dia tidak tau jika di atas sana akan ada penyerangan serigala? Itu sangat mustahil” jawab bang Mike.
“semuanya bermula ketika Petra berkata dan membeberkan semua fakta yang telah ia lalui selama ini dibalik kalian semua. Petra bertemu dengan dirinya sendiri di masa depan” ucap tegas bang Fred.
Mendengar penjelasan dari bang Fred dan bang Mike, itu semua membuat semua teman Petra begitu pusing dan seakan akan mereka dibodoh bodohi oleh cerita karangan yang sangat tidak masuk di akal.
“berhentilah bercanda dan jangan mengarang cerita” tegas Elmo menyahut ucapan bang Fred.
__ADS_1
“apa kalian berfikir kalau Petra sedang berbohong hingga dirinya rela untuk menyebarkan ratusan formulir pendonoran jantung untuk Lia selama beberapa hari sedangkan tubuhnya sedang sakit? Fikirkan ketika Petra menyuruh kita berdua untuk mengeksekusi kalian semua, itu semua demi keselamatan kalian. dan juga, kami tidak ingin Petra diserang oleh serigala” sahut balik bang Mike.
“bagaimana Petra bisa tau?” tanya Lia.
“Petra bertemu dengan dirinya dari masa depan. Petra dari masa depan selalu memberikan surat yang berisi arahan, perintah serta larangan apa saja yang tidak dilakukan oleh Petra yang sekarang. Itu karena, Petra dari masa depan mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan sedangkan Petra yang sekarang tidak tau apa apa. bahkan Petra yang sekarang sangat tau persis penyakit yang diderita oleh Lia tanpa ada satupun orang yang memberitahunya selain arahan oleh Petra dari masa depan. Dirinya berfikir keras, melakukan segala cara agar Lia masih hidup. Petra meminta uang kepada kita berdua untuk mengedarkan formulir itu ke kota secara langsung dan berhadapan dengan orang dewasa. Semuanya Petra lakukan agar Petra yang sekarang tidak bernasib sama seperti Petra dari masa depannya di ruang dimensi yang berbeda” jawab bang Mike.
“apa yang terjadi jika petra dari masa depan tidak menemui Petra yang sekarang?” tanya Alex.
“Petra dari masa depan memberikan dua buah koran yang berasal dari dunia dimensi Petra masa depan itu sendiri. Kedua koran tersebut adalah koran yang menceritakan tentang kematian kalian semua dan kematian bunuh diri Petra dari masa depan. Di dalam koran tersebut, dituliskan jika kalian semua beserta Petra mendaki gunung untuk melakukan ekspedisi dan berfoto demi dokumentasi kegiatan kelompok kerja. Saat itu, bahkan Petra dari masa depan tidak mengetahui jika Lia memiliki riwayat penyakit jantung. Di dimensi itu, diceritakan kalau hanya Petra yang jomblo sedangkan Lia saat itu sudah jadian dengan Issak karena Issak memiliki rasa suka terhadap Lia begitupula sebaliknya. Maka dari itu, Petra tidak begitu menikmati perjalanan tersebut karena hanya diselimuti perasaan cemburu. Kemudian setelah itu, sesaat setelah kalian semua melakukan pemotretan disana, terdapat sekawanan serigala yang menyerang kalian semua. Kalian semua bisa memanjat pohon sedangkan hanya Lia dan Petra seorang yang tidak bisa. Maka dari itu, dengan berani, Lia mendorong tubuh Petra hingga terpental jauh. Akibatnya, Lia adalah orang yang diincar oleh sekawanan serigala tersebut. Melihat itu, Issak seketika terpancing emosinya dan kemudian ikut menyerang menggunakan tangan kosong. Melihat Issak yang menyerang sekawanan serigala tersebut dan hendak menyelamatkan Lia, Lucas Emma Alex dan Anna memutuskan untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Issak. Emosi mereka semua terpecah dan memulai untuk menyerang sekawanan serigala itu. namun faktanya, tidak ada yang bisa menang melawan sekawanan serigala, dan tidak akan pernah. Tubuh mereka semua hancur lebur karena cakaran serigala. Darah mengalir kemana mana sedangkan hanya Lia dan Petra seorang yang selamat. Kalian semua meninggal karena insiden itu. keesokan harinya, setelah pihak kepolisian mengurus semuanya, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa semuanya adalah kejadian kecelakaan dan tidak ada terdakwa yang berkesinambungan atas kecelakaan itu. namun dikarenakan saat itu adalah hari terakhir untuk Lia, ia menghabiskan seluruh staminanya yang tersisa di malam sebelumnya. Dan oleh karena itu Lia tiba tiba saja koma dan meninggal berapa jam setelah pemakaman kalian semua. Petra yang saat itu diselimuti perasaan bersalah dan emosi negatif benar benar tidak dapat mengendalikan fikirannya sendiri. dan pada akhirnya Petra menggantung dirinya di kamar tepat saat tanggal satu setelah pergantian tahun” tutur bang Fred dan bang Mike.
“jadi, Petra sudah tau semuanya sebelum hal ini terjadi kepada kita?” tanya Lia dengan tatapan mata yang begitu lemasnya.
“iya itu benar” jawab bang Mike
“apa kau sudah tau kalau Petra akan mengorbankan dirinya sendiri demi keselamatan kita?” tanya Lia balik.
“Petra memberitahukan semuanya kepada kita berdua jauh sebelum perencanaan dokumentasi kalian dilakukan” jawab bang Mike.
“TAPI KENAPA KALIAN MEMBIARKAN PETRA BUNUH DIRI DEMI KITA?!” teriak Lia yang seketika mengejutkan seisi ruangan.
“apakah ada seseorang yang ingin adiknya bunuh diri didepan matanya sendiri? kita berdua juga tidak ingin Petra mengakhiri hidupnya sendiri hanya karena ingin bertanggungjawab atas perasaan bersalahnya yang bahkan tidak ia lakukan di kehidupannya” jawab bang Fred.
“TAPI APA FAKTANYA? KAU MALAH MEMBAWA PETRA, MENDUKUNGNYA, MELAKUKAN APA YANG DIRENCANAKANNYA WALAU ITU MEMBAHAYAKAN DIRINYA SENDIRI. ITU SANGAT TIDAK MASUK AKAL!? KALIAN TELAH MEMBUNUH ADIK KALIAN SENDIRI!” teriak Lia dengan begitu emosinya.
“sudahlah Lia, bagaimanapun juga mereka berdua tidak ingin Petra melakukan hal ini” sahut Issak menenangkan tubuh Lia.
“itu karena Petra adalah korban di masa lalunya. Jika yang menjadi korban adalah Lia atau Issak sekalipun, siapapun juga akan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Petra. Dan jika ada yang berani menghalangi niatnya, Petra tidak akan segan untuk melakukan hal yang tidak manusiawi sekalipun” tegas bang Fred.
“siapa saja yang terlibat di kasus ini?” tanya Elmo.
Mendengar perkataan bang Mike mengenai pendonoran jantung Lia, semuanya begitu terkejut setengah mati saat mendengarnya. Benar benar tidak bisa dipercaya bahwa apa yang dilakukan oleh Petra telah menyelamatkan nyawa semua teman temannya, dan hal itu sama sekali tidak bisa dipercaya oleh semuanya sekalipun Elmo.
“HAH? PENDONORAN JANTUNG? DARI PETRA!?” teriak Elmo begitu terkejut.
“jangan bercanda!” teriak Lucas.
“apa yang Petra lakukan?” tanya Anna.
“Petra mendonorkan jantungnya untukku?” tanya Lia menatap lesu kedua mata Issak.
“sepertinya Petra memang sudah merencanakan semuanya dengan baik” jawab Issak.
“tidak, ini sama sekali tidak baik” jawab Lia mulai meneteskan air matanya.
“sebentar lagi, Petra akan sampai di Ukraina untuk melakukan operasi pengambilan jantung, dan selama kuranglebih 10 jam setelah jantung Petra diambil, Lia sudah harus berada di ukraina untuk menerima pendonoran jant-“ ucap bang Mike terhenti.
“AKU TIDAK MAU JANTUNG!?” teriak Lia histeris di ruangan itu.
“kenapa semua orang selalu ingin memberiku jantung? Aku tidak mau itu. jantungku baik baik saja, dan aku masih akan selamat jika aku menggunakan jantungku sendiri. aku hanya ingin bisa melihat Petra lagi, aku tidak ingin jantungnya. Beberapa hari ini, hubungan kita merenggang tidak seperti apa yang kita lakukan saat lalu. Aku hanya ingin bersama Petra saja, hanya itu. aku tidak ingin jantungnya” ucap Lia dengan isak tangis air matanya mulai menetes membasahi pipi.
“Petra sudah melakukan sejauh ini demi kamu, nak” sahut papahnya dari pintu luar.
“papah!?” tanya Lia begitu terkejut.
“papah sudah mendengar semuanya dari perawat rumah sakit di Odessa, dan sekarang mamah Petra masih menunggu di bandara untuk mengantarmu sekaligus melihat anaknya. Sebaiknya kamu bersiap untuk menerima jantung milik Petra” tegas papah Lia berjalan memasuki ruang isolasi di kantor polisi tersebut.
__ADS_1
“berapa jam perjalanan untuk sampai ke odessa?” tanya papah Lia keada bang Fred dan bang Mike.
“4 jam 10 menit tanpa transit, itu pesawat yang digunakan oleh Petra” jawab bang Mike.
“aku akan mengeluarkan pesawat pribadiku sendiri. cepatlah Lia, kita harus bergegas” tegas papah Lia menyahut tangan Lia.
“AKU TIDAK MAU!” teriak Lia menyahut balik tangannya.
“sudah kubilang cepat ikut papah!” teriak bentak papahnya.
“AKU TIDAK MAU, PAH!?” teriak balik Lia.
“semuanya untuk Petra, jika kamu tidak menerimanya, akan sia sia saja perjuangan Petra selama ini. ambillah jantungnya dan kembalilah kemari untuk menemui kita agar kita bisa memastikan kalau kamu baik baik saja” sahut Issak.
Seketika saat itu juga, isak tangis air mata Lia semakin deras. Semuanya melihat Lia yang menangis tersedu sedu bergelimpang riuh tak berdaya. Wajahnya yang putih memerah pucat, dengan tangan yang dipenuhi darah merah yang lengket nan kering. Air matanya mulai membasahi tangannya dan memudarkan cat merah dari tubuhnya itu.
Dengan penuh kepasrahan diri, semuanya melihat Lia yang berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan keluar ruangan sembari menggandeng tangan papah Lia keluar ruangan bersama dengan Elmo.
“doakan operasiku berhasil, semuanya” ucap Lia kepada seisi ruangan.
“doakan Petra juga” ucap Elmo.
“semoga tuhan selalu menjaga kalian semua” jawab Issak.
Pada akhirnya, papah Lia menutup pintu ruangan tersebut dari luar dan hanya menyisakan Anna, Alex, Emma, Lucas, bang Fred dan bang Mike. Seisi ruangan seketika hening tak bergema tak bersuara. Dengan suara motor berlalu lalang di luar, dan suara rem mobil yang terpeleset di jalanan yang licin sebab salju, semuanya menambah dingin suasana.
“pihak kepolisian sudah menelfon semua orangtua kalian dan sebentar lagi akan menjemput kalian satu persatu. Pihak kepolisian adalah yang pihak yang berwajib untuk menyertakan alasan dan semua penjelasan secara rinci apa saja yang terjadi di hari ini. dengan begitu, kalian hanya perlu berisirahat dirumah kalian masing masing” tegas bang Mike.
“apa Petra dan Lia akan baik baik saja?” tanya Anna.
“semoga Lia diberikan umur panjang” jawab bang Fred.
“untuk Petra?” tanya Anna.
“semoga rasa penyesalannya berakhir dan jiwanya tenang disana, tanpa ada penyesalan dan keraguan sedikitpun” ucap bang Fred.
“itu adalah doa yang sama sekali tidak ingin kudengar selama hidupku” ucap Emma.
“bagaimana dengan sekolah kalian?” tanya bang Mike.
“seperti biasanya, sebentar lagi akan penilaian akhir semester dua” jawab Emma.
“jika butuh contekan, bilang aja ke bang Fred. Dia ahli dalam contekan yang sangat dibutuhkan oleh Alex” ucap bang Mike.
“apa apaan kau ini” sahut bang Fred.
“tapi sepertinya aku sedikit butuh contekan” jawab Alex.
“yaahh, setidaknya kau harus belajar dahulu” sahut tegas bang Mike.
Malam hari yang dingin, tidak lama setelah itu orangtua mereka semua menjemput Anna, Alex, Emma dan Lucas di ruang isolasi kantor polisi. Orangtua mereka bersyukur karena untungsaja anak mereka tidak terluka karena insiden tersebut. Dengan begitu, mereka semua pulang kerumah mereka masing masing.
Hari hari biasa mereka lakukan sama seperti apa yang biasanya terjadi. namun bedanya, wakil dan ketua kelas tidak hadir selam kuranglebih beberapa bulan. Semuanya sudah kehilangan kontak Lia dan Petra. Namun mereka sama sekali tidak khawatir akan kondisi Petra dan Lia. Mereka percaya bahwa teman teman mereka akan kembali kerumah, bersama dengan kenangan yang indah dari masa lalu mereka.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1