
Beberapa saat berlalu, pak walkel pun masuk kedalam kelas. Beliau membawa semacam kotak besar yang berisi buku tahunan milik para siswa di kelas tersebut.
“selamat pagi, anak anak” ucap pak walkel berjalan memasuki ruang kelas sembari membawa sekotak besar.
“selamat pagi juga, pak” jawab mereka semua.
“kali ini, di jam pertama kita tidak akan membahas materi. Kita akan membentuk sebuah kelompok kerja. apa itu kelompok kerja? kelompok kerja adalah semacam organisasi yang disusun oleh para anggota sesuai dengan minat masing masing. Seluruh siswa di kelas ini wajib mengikuti kelompok kerja. tujuannya adalah mempererat hubungan masing masing siswa. Buku ini adalah buku yang berisi beberapa kolom untuk kalian dokumentasi mengenai apa saja yang telah kalian lakukan di kelompok kerja tersebut. untuk ketua kelas dan wakil kelas, kalian bertugas untuk menjadi salah satu maskot di kelompok kerja yang kalian” tegas pak walkel.
“merepotkan” fikir Petra dalam hati.
“terdapat 5 kelompok kerja di kelas ini. maka dari itu, otomatis pembagiannya adalah masing masing kelompok kerja memiliki 6 anggota. Dikarenakan kelas ini memiliki 31 siswa, maka akan ada satu kelompok yang jumlahnya ada 7 anggota. Sekarang, buatlah kelompok bersama teman teman kalian!” tegas pak walkel.
Seketika itu juga, semua siswa disana bergerak dari meja bangku masing masing dan berlari ke arah teman akrab mereka masing masing. Hanya Petra seorang yang masih duduk di kursinya sembari meletakkan dagu di telapak tangan sebagai penyangga.
“Petra, kau ketua kelas. Dimana wakilnya?” tanya pak walkel.
“Lia tidak masuk pak. Dia tidak enak badan. Dia menitipkan ijin kepadaku” jawabnya dengan nada lesu.
“meski kau adalah ketua kelas, kau tidak boleh seenaknya mengijinkan anak orang untuk tidak masuk kecuali dia telah berkata langsung kepadamu” tegas pak walkel.
“dia berkata langsung kepadaku” jawabnya.
“apa dia kerumahmu untuk ijin?” tanya pak walkel.
“dia tidur di rumahku” jawabnya.
Seketika saat itu juga, semua orang terkejut. mereka menatap Petra dengan tatapan begitu aneh dan melongo melihatnya.
“di-dia tidur di rumahmu?” tanya walkel begitu terkejut.
“tenang saja, aku tidak akan melakukan yang aneh aneh kepadanya. Dan juga, papahnya juga ada di rumahku saat itu juga” jawab Petra menghela nafas dalam dalam.
“alasan kenapa kamu tidak bisa melakukan apa apa kepada Lia adalah karena ada papahnya bukan?” tanya Issak.
“bukan, karena perempuan itu dijaga, bukan dirusak” tegas Petra.
“anjay kece abis keren mampus cool mantap gile” ucap Issak.
“kenapa kalian semua menatapku?” tanya Petra balik.
__ADS_1
“kau telah menyayangkan kesempatan yang luar biasa lebar” ucap pak walkel menangis terharu.
“dasar walkel gila!” ucap Petra memalingkan pandangannya.
“jadi, apa kalian semua sudah memiliki anggota di kelompok kerja? siapa yang ingin menerima wakil kelas ke kelompok kerja kalian?” tanya pak walkel.
“biarkan Lia masuk kelompok kerja kita, pak” sahut Alex seraya mengangkat tangannya tinggi tinggi.
“baiklah, tulis anggota kalian di secarik kertas kemudian berikan itu ke ketua kelas agar ketua kelas kalian menuliskannya ke buku jurnal kelas” tegas pak walkel.
“kalau sudah ada pak wali kelas, kenapa harus ketua kelas yang menulisnya?” tanya Petra begitu kesal kepada pak walkel.
“bapak hanya mager nulis aja” jawab pak walkel sembari menguap lebar.
“dasar guru gak guna” ucap Petra dengan begitu kesalnya.
“omong omong, ketua kelas ingin ditempatkan dimana?” tanya pak walkel.
“aku ingin bergabung dengan anak anak pintar” jawab Petra.
“kalau begitu, kemarilah. Tapi kamu menjadi salah satu anggota lelaki di kelompokku” sahut Callysta, salah satu teman sekelasnya.
“apa kamu yakin? kita akan belajar mengenai Sastra Inggris loh” ucap Callysta.
“ehh? Sa-sastra inggris? Itu salah satu kelemahanku. Kenapa orang-orang pintar selalu meyusahkan orang lemah” ucap Petra dengan nada begitu lesu.
“kalau begitu, ikutlah kelompok kita. kelompok kita juga ada lelakinya walau sedikit” sahut Eriska, teman sekelasnya.
“kau mempelajari topik apa dalam kelompokmu?” tanya Petra.
“kita mempelajari sejarah. Di dalam buku dokumentasi, kita akan sering sering pergi ke museum dan tempat bersejarah kemudian kita mendokumentasikan kegiatan kita. apa kamu tertarik?” tanya Eriska, teman sekelasnya itu.
“waahh, itu bagus sekali. benar benar kelompok kerja yang unik” sahut pak walkel begitu terkesan.
“ti-tidak” jawab Petra.
“itu sangat buruk dan lebih membosankan” fikir Petra dalam hati.
“apa kamu tidak mencoba ikut kelompokku?” tanya Esa , teman sekelasnya.
__ADS_1
“kelompokmu membahas apa?” tanya balik Petra.
“kelompokku membahas mengenai industri perkembangan dan pembuatan proyek digital dari sebuah karya ilmiah. Kita akan membahas inovasi terbaru mengenai perkembangan dari alat alat elektronik melalui ekskul informatika yang telah kita berenam ikuti sebelumnya. Kalau kamu mau ikut, itu sangat membantu. Kita akan sering membuat proyek mengenai penemuan dan pembongkaran sistem digital di satu produk elektronik agar menguak bagaimana barang tersebut bisa digunakan. Kita akan mencari informasi sedetail mungkin dan menduplikatnya menjadi satu rangkaian penemuan revolusi maupun inovasi terbaru dari suatu-“ ucap Esa terhenti.
“stop!, jangan terlalu panjang, itu sangat menarik tapi aku tidak tertarik” sahut Petra.
“kalau begitu, bagaimana dengan kelompok kami?” tanya Martin kepada Petra.
“kalian membahas apa?” tanya Petra.
“kita adalah komunitas pembuat novel. Kita berenam beranggotakan seluruhnya lelaki. Dengan pengetahuanmu mengenai pemilihan kemajemukan kata serta kosakata yang sempurna, kelompok kerja kami akan sangat terbantu. Isi dari anggota kita adalah editor novel yang bertugas untuk merevisi skenario novel, kemudian juga ada tim kreatif yang selalu memberikan sebuah inspirasi untuk progres cerita yang kita laksanakan, kemudian ada juga tim pengetik cepat. Itu adalah aku. aku adalah orang yang mampu mengetik cepat dan membuat novel kita akan jauh lebih cepat untuk jadi. dengan adanya ketua kelas di tim kreatif, pastinya alur cerita yang kita buat akan jauh lebih bagus” jelas Martin kepada Petra.
“itu sangat menguntungkan kalian tapi tidak menguntungkan bagiku” jawab Petra.
“tenang saja, kita akan melakukan dokumentasi mengenai sistem kerja kita. kita juga memiliki konsumsi karena kita menghargai para tim kreatif yang memiliki peran nomer satu di dalam kelompok kerja kita” jawab Martin.
“aku menolak” tegas Petra.
“kalau begitu, bagaimana dengan kita?” tanya Alex.
“aku yakin kalian berlima adalah tim yang paling bodoh sedunia” sahut Petra.
“dasar kurang ajar!” sahut Alex.
“ceritakan apa yang akan kalian lakukan di kelompok kerja kalian” tegas Petra.
“kita memanggilnya….. pemburu astronomi!” ucap Alex mengangkat kedua lengannya mendramatisir keadaan.
“apa itu?” tanya Petra.
“kita akan berburu bintang, mempelajari bintang dan mengenal nama nama bintang. Kita akan menganalisis bagaimana NASA bekerja dan kita akan menirunya. Kita membahas teori konspirasi mengenai bumi datar, bulan dan matahari, serta kita akan berburu bintang pada malam hari. Dan juga, aku sudah memiliki rencana. Di bulan desember nanti, perkiraan cuaca akan begitu indah. Saat malam natal, kita akan berburu bintang sampai puas. Kemudian, kita memasukkan foto bintang terindah di buku dokumentasi bersama dengan Lia dan semuanya. Lia akan menatap bintang, semuanya akan mengamati bintang, dan itu akan sangat menyenangkan” jelas Alex.
“itu membosankan” jawab Petra serta berdiri dari tempat duduknya.
“heh? Dasar kurang ajar!” tegas Alex.
“itu adalah kelompok yang super membosankan. Tapi aku menyukainya. Masukkan namaku disana. aku akan bergabung!” tegas Petra berjalan ke arah kelompoknya.
“yeaaahh, Petra mau bergabung” ucap Alex dengan teriak semangatnya.
__ADS_1
-BERSAMBUNG-