Penakluk CEO Plus-Plus

Penakluk CEO Plus-Plus
Terbakar Api


__ADS_3

Sore hari.


Dinda masih belum mendapatkan kepastian apa-apa. Mungkin Marvin berpikir dua kali untuk memecat dirinya, atau mungkin hal tersebut saat ini tengah dipersiapkan. Entahlah, yang jelas hal tersebut masih mengganggu pikirannya.


Marvin kemudian terlihat melangkah keluar dari ruangan dan bersiap untuk pulang. Seluruh karyawan pun bersiap, Dinda lalu melangkah di belakang Marvin.


Bahkan mereka berada di satu lift yang sama. Ada Kinan dan beberapa karyawan lain juga seperti Ira dan Miranti disana.


Tak ada yang berbicara, semuanya tampak hening. Sampai kemudian lift tiba di bawah. Mereka semua keluar dan melangkah menuju pintu lobi.


Sebuah mobil MPV yang bahkan dimiliki hampir semua karyawan tiba tepat di muka lobi. Dari dalam mobil tersebut muncul sesosok pria bersahaja dengan senyum yang cukup manis.


"Sayang." ucapnya seraya menghampiri Kinan.


Dinda dan yang lainnya kaget, ternyata inilah sosok suami Kinan. Saat menikah waktu itu ia tak mengundang siapapun kecuali bu Hilda yang memang saudara sepupunya sendiri.


"Oh ini lakinya dese." bisik Miranti pada Ira.


Sementara Marvin tampak jelas terlihat cemburu. Wajah pria itu berubah menjadi asam dan nafasnya lebih cepat.


"Koq kamu kesini dan mendadak banget?"


Nada pertanyaan Kinan seperti hendak marah, namun berusaha keras ia tahan.


"Iya sayang, aku mau jemput kamu mulai hari ini. Kan perut kamu sudah makin besar." ujar pria bernama Fadly tersebut.


"Yuk pulang!" ajaknya kemudian.


Mau tidak mau Kinan pun akhirnya ikut. Sebab akan terlihat aneh bilamana seorang istri menolak ajakan suaminya sendiri. Bisa-bisa orang akan curiga sebenarnya ada apa.


Fadly tampak membukakan pintu untuk Kinan, lalu Kinan masuk ke dalam mobil kreditan tersebut. Tak lama Fadly pun turut masuk, ia lalu tersenyum sambil mengelus perut Kinan.


"Kita pulang ya sayang." ujarnya kemudian.


Sontak emosi Marvin makin meledak-ledak. Dari tempatnya berdiri Dinda bisa menyaksikan tangan sang CEO yang terkepal penuh kemarahan.

__ADS_1


Sedang Ira dan Miranti juga yang lainnya, mendengar gemertak gigi dari bos mereka tersebut. Saking emosinya pria itu.


Marvin lalu melangkah ke arah parkiran, begitupula dengan yang lainnya. Sementara Dinda berjalan ke pintu gerbang dengan perasaan puas dan ingin berjingkrak-jingkrak saking gembiranya melihat drama barusan.


"Dasar istri laknat." gumamnya dalam hati.


"Udah punya laki, masih aja gatel." lanjutnya kemudian.


Dinda masuk ke dalam mobil jemputan yang tiba beberapa saat kemudian. Tadi supirnya terjebak macet, sebab supir itu memang pulang terlebih dahulu setiap mengantar Dinda di pagi hari. Kemudian ia akan datang kembali menjelang jam kantor bubar.


Biasanya tepat waktu, namun tadi ada penggalian kabel bawah tanah di beberapa titik. Sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang.


***


Marvin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Menyusuri jalan demi jalan yang terlihat sepi.


Di sepanjang perjalanan tersebut ia mengingat jelas kejadian tadi. Semua itu seperti berulang dalam benaknya.


Saat Fadly datang kemudian menyentuh Kinan. Marvin benar-benar tak mampu merelakan itu semua.


Dan lagi benar apa yang dikatakan Dean pada Igor. Bahwa jauh di lubuk hati yang terdalam, Marvin masih berharap Feby bercerai dan kembali padanya.


Ketika Kinan benar-benar menikah, saat itu Marvin stress. Ia hancur meski tak pernah memperlihatkan hal tersebut pada siapapun. Termasuk Kinan sendiri.


Sementara di jalan lain, Dinda sudah akan sampai ke apartemen tempat dimana ia tinggal. Namun secara serta merta Marvin menelpon.


Dinda yang kaget awalnya agak ragu untuk mengangkat, karena ia menduga Marvin akan memecatnya. Namun mau tidak mau panggilan tersebut harus ia respon.


"Iya halo, pak." jawab Dinda.


"Kamu sudah sampai rumah?" tanya Marvin?"


"Belum pak, kenapa?" wanita itu balik bertanya.


"Putar balik." ujar Marvin kemudian.

__ADS_1


"Hah?"


"Putar balik dan temui saya di crown prince hotel, di lobi depan. Sekarang!"


Belum sempat Dinda menjawab, Marvin sudah memutus sambungan telpon tersebut. Dinda kemudian memberitahukan pada supir jika ia disuruh Marvin untuk pergi ke Crown Prince Hotel. Maka supir pun akhirnya putar balik arah.


***


Setibanya di tempat yang dimaksud, Dinda di jemput oleh Marvin di lobi. Kemudian mereka sama-sama masuk kedalam dan menuju ke kamar yang telah di booking oleh pria itu.


"Kenapa bapak memanggil saya kesini?"


Dinda bertanya ketika ia telah masuk dan pintu kamar hotel telah di tutup. Marvin tak menjawab, ia hanya menatap mata wanita itu kemudian bergerak ke arahnya.


"Pak."


Marvin tetap tak menjawab dan langkahnya mendesak Dinda untuk mundur ke peraduan.


"Buuuk."


Marvin membuat Dinda terjerembab pasrah. Kemudian ia mulai mendominasi semuanya begitu saja.


Pria itu terlihat begitu menggebu-gebu kali ini. Sebab ia ada cemburu dan juga sakit hati terhadap Kinan. Ia sengaja memanggil Dinda untuk melampiaskan rasa sakit hatinya yang membuncah.


Sementara di rumah, Kinan pun tengah di dominasi oleh sang suami. Ia tak bisa menolak lagi sebab sang suami agak sedikit memaksa kali ini.


Ia membiarkan suaminya tersebut melakukan aktivitas sesuka hati. Sambil ia memejamkan mata dan membayangkan Marvin.


Setiap kali Fadly bergerak, setiap itu pula Kinan membenci dirinya sendiri. Fadly tersenyum penuh kemenangan sebab ia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.


Sedang Kinan menangis dalam hati. Ini merupakan mimpi buruk baginya dan entah kapan akan berakhir. Ia sangat berharap sebuah keajaiban terjadi.


Semisal tiba-tiba Fadly muak dan menceraikannya karena suatu alasan. Kemudian Marvin tampil menyelematkan dan menikahi dirinya.


Tapi entah kapan itu semua akan terjadi. Sampai hari ini saja Marvin belum ada tanda-tanda menyinggung ke arah tersebut. Jika Kinan menanyakan kapan pria itu akan menikahinya. Marvin biasanya hanya diam dan tak mampu menjawab.

__ADS_1


Padahal apalagi yang ditunggu. Mereka saling mencintai satu sama lain, Marvin kaya raya dan juga mapan. Pernikahan bukanlah hal sulit jika ia memang menginginkan hal tersebut.


__ADS_2