
Apa yang diperbuat Marvin terhadap Cassandra kini terulang untuk yang kesekian kalinya. Di sebuah peraduan yang sengaja di sewa oleh Marvin, semua aktivitas terlarang itu kembali berjalan.
Marvin menarik sudut bibirnya. Ia sangat suka melihat ekspresi Cassandra saat tengah seperti itu. Dimana ia tampak menikmati semua yang Marvin berikan.
Hal tersebut tentu saja membuat Marvin makin menggebu-gebu, dan merasa jika dirinya adalah pria paling perkasa sejagat raya.
"Pak, hmmh. Saya sayang sama bapak." ucap Cassandra di sela-sela kegiatan tersebut.
"Kamu sayang sama saya?. Hmmh?"
"Ngh, iya pak. Saya sayang sama bapak."
Maka pria itu menangkup bibir Cassandra dan terus saja melakukan aktivitasnya. Setelah sekian lama mereka pun tiba di puncak.
"Paaaak" Cassandra sedikit berteriak.
"Aaah, sayaaang, hmmh." Marvin turut mengerang.
Mereka kemudian saling tersenyum satu sama lain dan berpelukan. Cassandra benar-benar jatuh cinta pada Marvin, namun tidak demikian dengan pria itu.
Marvin memang tergila-gila pada tubuh Cassandra. Tapi untuk mencintai rasanya belum ada perasaan tersebut.
Wanita memang selalu mudah merasakan perasaan emosional. Apalagi untuk wanita yang baru di sentuh seperti Cassandra.
"Pak, saya cinta sama bapak." ucap Cassandra pada pria itu.
Marvin agak kaget mendengarnya. Namun ia hanya memberikan reaksi dengan mencium pipi Cassandra. Cassandra sangat senang, dikiranya Marvin juga mengalami hal serupa. Yakni jatuh cinta padanya.
***
Hari-hari berlalu, makin sering Cassandra menemani Marvin dalam berbagai kegiatan termasuk ke luar kota. Makin sering pula mereka melakukan hal yang dilarang tersebut.
Kedekatan keduanya makin mengundang tanda tanya seisi kantor yang kepo. Sampai kemudian ada karyawan yang memergoki mereka berdua tengah bercinta di ruang kerja Marvin, saat keduanya sedang lembur.
__ADS_1
Kala itu si karyawan sejatinya sudah pamit pulang, namun di separuh perjalanan ia ingat dompet dan handphone yang ia letakkan di dalam laci meja kerjanya.
Maka ia pun berbalik arah dan kembali ke kantor. Disana ia mendengar rintihan dari kedua orang tersebut, kemudian ia memberanikan diri untuk mengintip. Dan benar saja, apa yang ia dengar tak salah dengan dugaannya.
Sontak karyawan itu kaget dan berita tentang mereka akhirnya menyebar degan cepat. Mendadak kantor berubah. Para karyawan yang tadinya berpakaian biasa saja menjadi berdandan habis-habisan pada keesokan harinya.
Mereka sangat stylish, cantik, serta seksi dan menggoda. Marvin dan karyawan laki-laki lainnya sangat-sangat kaget. Namun ia senang melihat kantornya jadi penuh pemandangan yang memanjakan mata.
Tanpa ia ketahui jika para karyawan perempuan di kantornya menaruh rasa iri pada Cassandra.
Tak lama Cassandra tiba-tiba sudah tak pergi lagi ke kantor tersebut. Marvin mencarinya. Namun wanita itu tak bisa dihubungi sama sekali.
Kontraknya pun ternyata hanya enam bulan dan tidak di perpanjang. Marvin mengerahkan orang suruhannya untuk mencari keberadaan wanita itu namun tak ketemu.
Ia cukup stress dan merasa kehilangan. Namun kemudian ia terlibat beberapa hubungan dengan karyawan lain.
Para karyawan itu berlomba untuk menggoda Marvin dibelakang karyawan lain. Mereka sikut-sikutan dengan sangat.
Ada yang menggunakan cara licik untuk menyingkirkan sesama mereka dari kantor. Ada yang di fitnah melakukan kesalahan. Ada yang sengaja di berhentikan oleh supervisor masing-masing, lantaran dinilai pekerjaannya sangat buruk.
Ia juga berharap ada karyawan yang seperti Cassandra lagi. Yang bisa diajak senang-senang tanpa menuntut apa-apa. Marvin terus berada di awang-awang hingga hari ini.
***
"Hati-hati, bro. Main yang safety."
Dean yang masih berstatus koas atau dokter muda saat itu mengingatkan Marvin. Marvin sudah mulai mengenal Igor, namun mereka belum begitu akrab.
"Iya bro, tenang aja. Lagipula rata-rata yang gue ajak begituan masih perawan. Bukan cewek nakal yang udah di jajah sana-sini sama orang."
Marvin berujar sambil membakar rokok. Kala itu mereka sering bertemu di kafe seusai jam kerja, dan kalau bertepatan dengan Dean yang telah diizinkan pulang.
Sebab biasanya koas sering mendapat jam yang tidak menentu. Tergantung ia tengah menjalani program apa dan siapa yang menjadi dokter seniornya.
__ADS_1
"Tetap lo harus hati-hati. Cek kesehatan secara berkala." ucap Dean lagi.
"Iya pak dokter." seloroh Marvin lalu menghisap batang rokoknya.
Dean memang selalu mengingatkan Marvin sejak dulu. Dan meskipun sering sewot, tetapi Marvin menuruti apa yang diminta oleh sahabatnya itu.
***
Hari kembali berlalu, Marvin masih berusaha mencari Cassandra beberapa kali dalam sebulan. Namun wanita itu seperti tak meninggalkan jejak sama sekali.
Tak lama ada personal asisten baru, namun tak cukup menarik bagi Marvin. Sehingga tak ada lagi sesi bercinta di sela-sela bekerja.
Para karyawan tenyata sengaja memilihkan personal asisten yang cukup stylish, namun dengan wajah yang tak secantik dan body tak seseksi Cassandra.
Kantor aman untuk beberapa saat. Marvin mulai membutuhkan sekretaris baru, sebab sekretarisnya telah ia tempatkan di divisi lain.
Agak sulit mencari sekretaris yang non good looking tapi stylish. Karena rata-rata yang melamar sangat cantik. HRD dan para karyawan pemuja Marvin pun berdiskusi dibelakang bos mereka.
Rata-rata dari mereka tidak suka jika ada perempuan yang lebih cantik. Apalagi untuk posisi yang terhubung langsung dengan bos.
Mereka terus mencari calon yang wajahnya biasa saja, namun tak menemukan. Sedang Marvin sudah marah karena terdesak. Akhirnya bu Hilda meloloskan satu pelamar yang cantik, tetapi dalam pengawasan yang ketat.
Dari awal masuk sekretaris itu sudah di intimidasi dan diperingatkan untuk tidak macam-macam terhadap bos. Apalagi sampai sengaja menggoda dan berakhir bercinta.
Sekretaris baru itu pun takut, dan menuruti saja peraturan yang ada. Hari berlalu, bulan berganti, banyak karyawan baru yang masuk.
Sebab karyawan lama ada yang resign, menikah dan tak boleh bekerja oleh suaminya. Ada juga yang di tempatkan di kantor cabang, pindah pekerjaan, dan lain sebagainya.
Namun meski telah ada pergantian. Peraturan turun temurun antara karyawan lama dan baru tetap dijalankan. Yakni mereka harus cantik, stylish, tapi jika ada yang ketahuan menggoda bos mereka akan di depak. Bos adalah milik bersama.
Tetapi dibelakang itu mereka tetap sikut-sikutan dan berebut untuk menggoda Marvin.
Sampai kemudian tahun kembali berganti dan Kinan hadir. Saat bos menaruh perhatian lebih padanya, ia hendak diintimidasi. Namun bu Hilda melindungi. Sebab Kinan adalah saudaranya.
__ADS_1
Kemudian pecahlah kubu di kantor tersebut. Mereka tak lagi bersatu seperti dulu. Ada yang mendukung bu Hilda dan Kinan, tapi ada juga yang menentang.
Bu Hilda dianggap telah khianat dan membiarkan Marvin bos mereka terlibat hubungan dengan karyawan, yang seharusnya tak boleh dilakukan.