Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta

Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta
Pendekar Sableng Bertopeng dari Gunung Merapi


__ADS_3

Awalnya setiap menyelinap untuk turun Gunung Ganendra Wisnu Wijaya selalu ketahuan, karena dia terlalu lama menempuh perjalanan dan pertama kali ketika dia Turun Gunung membutuhkan waktu tempuh 1hari, namun seiring waktu Ganendra Wisnu Wijaya melatih kecepatannya dan kemampuan fisiknya agar tidak butuh waktu lama untuk turun Gunung dan kembali agar tidak ketahuan, karena Ganendra Wisnu Wijaya merasa harus mengetes apa yang sudah dia pelajari seberapa tingkat kanuragannya dengan sebuah pertarungan, jadi Dia hampir setiap hari berlatih dan memfikirkan cara agar cepat sampai tujuan.


"Kakek akan mengajarkan Ajian Seipi Angin kepadamu Nak Ganendra" ucap Mpu Bagera "Benarkah itu Kakek, terima kasih Kakek" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


Selang berapa hari Ganendra Wisnu Wijaya sudah menguasai ajian sepi angin sehingga membuatnya sering sekali dijam-jam tertentu menghilang untuk turun gunung.


Dulu awalnya ketika Ganendra Wisnu Wijaya seharian menghilang Mpu Bagera curiga dan keesokan harinya mengikuti cucunya karena khawatir cucunya akan melakukan hal yang tidak baik namun ternyata Ganendra Wisnu Wijaya membantu penduduk yang sedang ditindas oleh kawanan rampok dari Gagak Ireng, sejak saat itu Mpu Bagera sudah tidak pernah mengikuti Ganendra Wisnu Wijaya lagi, yang terpenting adalah ketika waktu latihan Ganendra Wisnu Wijaya harus sudah ada ditempat latihan, jika tidak Mpu Bagera akan menghukumnya.


***


Satu ketika Ganendra Wisnu Wijaya sedang turun Gunung dan disebuah desa terjadi perampokan, lalu dia memakai topeng dan Selendang yang menutupi kepalanya dan sangat cerdas dia merubah suaranya menjadi cemerlang serta gaya bicaranya dan menampilkan Sosok pendekar Sinting yang memakai topeng.


"Hei hei hei,,,kakak semua pada ngapain ini,,ehehe tampangnya garang garang amat,,hehehe" ucap Ganendra Wisnu Wijaya yang sudah merubah penampilannya, sontak membuat para rampok terkejut dan mencari dari mana suara itu berasal. Kemudian mereka mendapati sosok aneh menggunakan topeng yang duduk diatas genteng


"lho lho hehee malah kakak-kakak semua pada bengong, setampan itukah aku? Hehehe" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Hei bocah apa yang kau katakan, enyahlah sebelum kutebas lehermu" teriak salah satu rampok


"Aish,,aishh,,,kakak jangan marah marah donk, naik kesini kalau berani?hehehe" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Setiap berbicara pasti selalu ketawa, kamu ini waras apa tidak?" teriak para perampok, lalu pendekar bertopeng melompat kebawah.


"Hehehe,,kalau aku tidak waras, berarti kalian apa,,hehehe" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Banyak omong!!" teriak para rampok dan kemudian mulai menyerang Ganendra Wisnu Wijaya dengan goloknya lalu dengan gerakan Silat seakan ngawur dia melawan 10 rampok sekaligus, Ganendra Wisnu Wijaya menjadi Pendekar Bertopeng menampilkan Jurus Silat Dewa Sinting yang diciptakannya sendiri. Sehingga setiap lawan dan orang yang melihat pertarungannya tidak akan tau dari aliran mana dia berasal, serangan serentak dari segala arah namun pendekar bertopeng seolah bercanda tapi tetap bisa menghindari setiap tebasan golok, dengan kecepatan dan ketepatan perhitungan tebasan terakhir dapat dihindari lalu merebut Golok dan menebas kepala dari rampok yang punya golok tapi masih dengan gaya bercanda


"Uppzz,,,hehe maaf ya kakak kena deh,,hehehe" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


Para rampok mulai waspada lalu mereka serentak bergerak namun baru berapa langkah Pendekar Bertopeng bergerak maju sangat cepat sehingga tiba-tiba golok mereka jatuh ke tanah, teryata tangan mereka sudah putus semua, sontak mereka berteriak kencang karena kesakitan.

__ADS_1


"Ssstttt,,hehehe jangan teriak teriak nanti bangunin bayi tidur,hehe" ucap Ganendra Wisnu Wijaya tanpa menunggu lama pendekar bertopeng lalu menghujamkan serangan kepada semua perampok seketika dengan menebas masing-masing dari mereka dengan sangat cepat.


Setelah itu Ganendra Wisnu Wijaya melepas semua ikatan pada tangan penduduk, "Hehehe semua gag usah takut ya, hehe aku bukan orang jahat hehehe sekarang tolong ya urus mayat-mayatnya lalu ambil harta benda kalian kembali,,hehe" ucap Ganendra Wisnu Wijaya namun ketika ingin pergi tapi dicegah oleh para penduduk


"Maaf tuan kalau boleh tau siapa nama tuan?" tanya para penduduk


"Hehehe,,namaku ya, siapa ya, hehe panggil saja Si Sableng Bertopeng,,,hehhe" jawab Ganendra Wisnu Wijaya lalu pergi menghilang.


Setelah itu Ganendra Wisnu Wijaya bergegas naik Gunung lagi tapi dia merasa sangat berbeda karena setiap gerakan dari jurus yang tadi Dia praktekkan ketika melawan 10 orang sangat nyaman, namun Dia merasa harus meningkatkan lagi kemampuannya dengan mengkombimasikan jurus-jurus yang Dia miliki.


***


Setelah sampai dirumah Kakeknya Ganendra Wisnu Wijaya tak langsung masuk Rumah tapi duduk termenung diatas pohon sambil melihat topengnya


"Si Sableng bertopeng,,haha" gumam arya sena, sambil dia terus menggosok dan menggores topeng untuk menemukan karakter yang cocok dari topengnya.


"Iya ibuku sayang, tapi aku tidak lapar" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Kamu harus makan nak, Ibu sudah masak dan kamu butuh energi kuat untuk berlatih dan mengasah kemampuanmu dalam bertarung" ucap Nyai Maharani


"Baiklah ibuku sayang, aku akan makan asalkan ibu duduk menemani,,hehehe" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Kamu ini setelah gede kug jadi nyebelin to nak" ucap Nyai Maharani kemudian Ganendra Wisnu Wijaya makan dengan lahapnya


"Katanya tadi tidak lapar?" tanya Nyai Maharani menyendiri


"Kalau disebelah ada Ibu tersayang walaupun gag lapar makan apa saja rasanya enak Ibu" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Aishhh,,, Kamu ini setelah besar jadi pandai bicara" ucap Nyai Maharani setelah selesai makan kemudian Ganendra Wisnu Wijaya kembali mencari Mpu Bagera kakeknya untuk berlatih, namun Mpu Bagera malah tidak ada, lalu menggunakan kekuatan sensornya ternyata mpu bilowo sembunyi dan Ganendra Wisnu Wijaya tentu langsung dapat menemukannya.

__ADS_1


"Kakek ngapain disitu?sembunyi?" ucap Arya Sena


"Siapa yang disitu, kakek dari tadi disini...hahaha" ucap Mpu Bagera sambil menepuk kepala Ganendra Wisnu Wijaya dengan ranting


"Lho kug bisa?itu siapa disana kek?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya


"Hahaha,,, itu namanya tembakan mengaburkan posisi" jawab Mpu Bagera kemudian Mpu Bagera dengan rinci menjelaskan tentang hal tersebut. Ganendra Wisnu Wijaya hanya mengangguk dan mencoba membayangkan apa yang dikatakan oleh kakeknya.


"Ganendra Wisnu Wijaya cucuku, tahap latihan selanjutnya adalah praktek terjun langsung. Kamu harus memfungsikan kemampuanmu untuk kebaikan, pakai topeng boleh, pakai nama samaran Si Sableng bertopeng juga boleh,,hahaha" ucap Mpu Bagera


"lahh kakek tau dari mana?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya


"Jangan Kau kira Kakek tidak memantau apa yang Kau perbuat diluar sana, sekarang cakupannya harus semakin luas kamu harus mulai bergerilya diseluruh wilayah Kerajaan Nagari, agar Gagak Ireng melemah setelah itu Kita bisa berkoordinasi dengan Baginda Prabu yang ada di Gunung Arjuno dan Anakmas Dirgajaya di Gunung Pangrango" jawab Mpu Bagera


"Baik kakek" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Kakek sejak lama menyimpan senjata legendaris ini, ini namanya Pedang Langit, tidak akan ada orang yang mengenali pedang ini jadi akan aman untuk identitasmu sebagai Si Sableng Bertopeng, lalu ini adalah Juring Sakti kamu akan bisa dengan mudah berteleportasi berpindah dari tempat satu ketempat lain tinggal pikirkan dan sebut tempatnya, jadi kamu dengan juring sakti ini bisa mengacaukan prediksi Patih Lodaya karena kamu bisa melakukan serangan kapanpun dan dimanapun" jelas Mpu Bagera


"Baik Kakek Aku paham" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Tapi ada syaratnya, selama 3hari kamu harus kembali kesini, walau belum 3hari kalau terluka kamu harus tetap pulang" tegas Mpu Bagera


"Baik kakek, kapan Saya harus memulai kek?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya


"Besok mulailah. Seranglah dari pesisir karena pesisir masih banyak pendekar aliran putih hanya saja mereka tidak berani muncul" jawab Mpu Bagera


"Siapa tau ketika Si Sableng Bertopeng muncul mereka mau keluar lagi" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Tujuan kakek juga seperti itu yang penting selalu waspada jangan gegabah, harus kontrol emosi" ucap Mpu Bagera memberikan nasehat

__ADS_1


__ADS_2