
Sesampai Mereka dipadepokan Gunung Pangrango sontak membuat Guru Dirgajaya kaget dengan kedatangan Mpu Bagera dan Nyai Bagera serta Nyai Maharani bersama Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani.
"Salam hormat dari Saya Guru, Selamat datang di Padepokan Gunung Pangrango" ucap Guru Dirgajaya seketika setelah melihat kemunculan Mereka, Mpu Bagera membalasnya dengan tersenyum dan kemudian Mereka berjabat tangan
"Bagaimana kabarnya?" ucap Mpu Bagera
"Puji Syukur kabar baik Guru, mari silahkan masuk Nyai Bagera dan Mbakyu Maharani" ucap Guru Dirgajaya mempersilahkan masuk.
"Salam hormat dari Saya Guru, bagaimana kabarnya?" ucap Guru Gunawan
"Kabarku baik, bagaimana kabarmu Pangeran Wijaya Gunawan Wibisono dari Kerajaan Kahuripan?" jawab Mpu Bagera dan kemudian balik bertanya, yang membuat Semuanya kaget termasuk Guru Dirgajaya
"Pangeran Kerajaan Kahuripan? Benarkah itu Guru?" tanya Guru Dirgajaya
"Tentu saja benar, Wijaya Karna dan Wijaya Gunawan Wibisono adalah Pangeran dari Kerajaan Kahuripan" jawab Mpu Bagera
"Berarti Kakang Wijaya Karna adalah Kakak Kandung dari Kakang Gunawan?" tanya Guru Dirgajaya meyakinkan
"Betul sekali Kakang Dirgajaya, Saya adalah adik dari Kakang Wijaya Karna karena situasi dan kondisi jadi Kami harus berpura-pura sebagai Orang lain" jawab Guru Gunawan
"Sangat luar biasa, Kerajaan Kahuripan adalah Kerajaan yang mahsyur dengan Para Keluarga Kerajaan yang berbudi luhur sangat mencintai dan mengayomi rakyatnya sampai akhirnya harus hancur oleh kerajaan Nagari yang sekarang sedang dikuasai oleh Patih Lodaya" ucap Guru Dirgajaya
"Jangan tertipu dengan apa yang terlihat oleh mata muridku, sepertinya Mereka sedang melangsungkan sandiwara biarkan esok hari akan terungkap oleh Nak Ganendra" ucap Mpu Bagera
"Saya pernah mendengar kabar angin, bahwa Raja Kerajaan Nagari adalah Adik Kandung dari Guru Bagera" ucap Guru Gunawan
"Betulkah itu Guru?" tanya Guru Dirgajaya
"Ya begitulah, Kakang Sagara sebenarnya adalah Putra Mahkota Kerajaan Nagari tapi Aku dan Kakang sepakat untuk keluar dari lingkup Kerajaan karena memang tidak sesuai dengan hati dan minat Kami" jawab Mpu Bagera dan lanjut menceritakan apa yang terjadi dalam perjalanan Hidupnya, sehingga membuat Mereka yang mendengarkan sampai mengeluarkan air mata karena perjalanan pasang surut ikatan antara Mpu Bagera dengan saudara kandungnya termasuk kekejaman Adik Kandungnya yang saat ini menjadi Raja Kerajaan Nagari terhadap Kakak-kakaknya.
"Bagini Anakmas Dirgajaya, kedatanganku kesini selain untuk berkunjung dan beberapa hari akan menginap disini juga, dari perwakilan Bapaknya Ganendra Wisnu Wijaya juga berada disini yaitu Pangeran Wijaya Gunawan Wibisono untuk melamar Diah Ayu Wardani untuk menjadi istri dari Ganendra Wisnu Wijaya" ucap Mpu Bagera
__ADS_1
"Terima Kasih Guru, Saya sangat setuju dengan hubungan Mereka karena memang sejak awal Kita semua tau bahwa ketika masih kecil dulu sudah ada perjanjian perjodohan, Terima Kasih Guru, Saya sangat Setuju dan keputusan ada pada Guru Bagera kira-kira kapan akan melangsungkan pernikahan." jawab Guru Dirgajaya
"Biarkan Diah Ayu Wardani selesai Aku latih ilmu pedang dan kanuragan, serta biarkan Ganendra Wisnu Wijaya mengawali misinya dulu ketika sudah kondusif nanti akan Kita langsungkan pernikahan Mereka" ucap Mpu Bagera
"Baik Guru, Terima Kasih sudah berkenan mengangkat murid Anakku Diah Ayu Wardani" jawab Guru Dirgajaya
"Diah Ayu Wardani bukan muridku, tapi cucuku jadi santai saja Anakmas kita ini semua keluarga" jawab Mpu Bagera
"Misi apa yang akan dilakukan oleh Ganendra Guru?" tanya Pangeran Gunawan Wibisono
"Seperti yang bisa Kau tebak Pangeran, Kerajaan Kahuripan masih memiliki penerus jadi Kau tau kemana arah pembicaraanku" ucap Mpu Bagera yang direspon oleh Pangeran Gunawan Wibisono dengan mengangguk saja
"Guru sebenarnya ada yang ingin Saya sampaikan sejak dulu, Saya berniat untuk melamar Mbakyu Maharani untuk menjadi istri Saya, jika Mbakyu Maharani setuju dan Guru mengijinkan, Guru sendiri kan juga tau bahwa Saya belum menikah sampai sekarang" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Kalau masalah itu, Aku serahkan kepada Asih keputusannya, gimana Anakku?" ucap Mpu Bagera
"Kalau Nak Ganendra mengijinkan Saya bersedia Bopo, karena menolak lamaran adalah keburukan apalagi antara Saya dan Pangeran Gunawan Wibisono sudah mengetahui karakter masing-masing" jawab Nyai Maharani
"Baiklah, intinya lamaranmu diterima Pangeran Gunawan" ucap Mpu Bagera
"Ini adalah hari yang membahagiakan untuk Kita, semoga kedepannya akan membawa kebaikan untuk semua" ucap Guru Dirgajaya, kemudian mereka lanjut mengobrol tentang perjalanan hidup masa lalu mereka yang hanya bisa untuk dikenang dan sebagai sarana bernostalgia dengan jaman dulu.
***
"Besok Saya akan mengecek ke Padepokan Gunung Arjuno sendirian saja Paman Gunawan, percayakan semua kepadaku" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Sebenarnya ada apa Nak? Tiba-tiba Kau merubah rencana Kita?" tanya Pangeran Gunawan Wibisono
"Aku memiliki firasat kurang Baik kepada Sang Prabu, Aku merasa pertikaian Dia dengan Patih Lodaya hanya sandiwara belaka, jika benar mereka sudah sangat jahat karena akibat dari hal tersebut Mereka telah mengorbankan Bopo, jadi Aku tak akan melibatkan Orang terdekatku dalam urusan ini jadi percayakan padaku, pasti akan bisa mengatasinya Paman" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Percayakan saja pada Nak Ganendra jangan terlalu khawatir, Aku rasa Ganendra sudah mampu dalam hal ini jadi tenang saja, Orang tua cukup mendoakan saja" ucap Mpu Bagera
__ADS_1
"Lalu apa strategimu besok Nak, Paman harus tau apa yang akan Kau lakukan" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Besok Aku akan kepadepokan dan menunggu serangan dari Mereka, karena Aku yakin mereka menyerang besok" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Baiklah tapi ada syaratnya" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Apa syaratnya Paman?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Kamu harus kembali maksimal diwaktu petang, jika menjelang petang Kamu belum kembali maka Aku dan para Guru lain akan menyusul kesana" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Baiklah Paman, doakan saja Paman agar aku kembali sebelum petang" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
***
Dirumah Mpu Bagera kembali ada beberapa kelompok orang diam-diam mengepung dan merangsek masuk namun Mereka tidak menemukan apapun disana yang membuat Mereka heran karena biasanya menurut telik sandi yang mengintai jam segitu seharusnya sekeluarga sudah tidur dan kembali ke kamar tapi mengapa sekarang malah tidak ada Orang.
Mereka terus menggeledah setiap kamar walau sudah diobrak-abrik namun tetap tidak menemukan apapun lagi, kemudian Mereka berinisiatif untuk membakar Rumah dari Mpu Bagera, tapi ketika Mereka baru akan menyalakan Api dari sebuah obor yang mereka sediakan tiba-tiba ada jarum yang menancap dimasing-masing leher Mereka yang membuat Badan Mereka berangsur melemah kemudian pingsan, selang berapa Waktu orang-orang itu sudah terikat tangan dan Kakinya
"Waaah udah pada siuman ya" ucap Orang yang berpakaian serba hitam
"Woyy Kau ini Siapa tolong segera lepaskan Kami" ucap salah satu dari Mereka
"Kalian Siapa yang menyuruh? Kalau kalian ada yang mau memberi tahu akan Saya lepaskan dan yang tujuh Orang Silahkan menanti Harimau disini, tenang akan Aku bius lagi jadi Kalian tidak akan merasakan apa-apa ketika dicabik-cabik oleh harimau, aku hitung sampai 10, 1,2 3,4... Masih belum ada? 5,6,7,8,9 se....." jawabnya
"Tunggu, Aku tidak tau siapa yang memberi misi jadi Aku tak tahu dari mana misi ini berasal, tapi Aku adalah Prajurit Kerajaan Nagari yang mendapatkan tugas seperti ini" jawab salah seorang dari Mereka
"Aku sudah tau kalau kalian dari prajurit Kerajaan Nagari, tapi yang Aku tanya Siapa yang nyuruh? Dari Patih Lodaya atau Rajamu? Cepaaat jawab kalau tidak akan Ku habisi kalian Semua" ucapnya
"Aku diberi mandat Oleh Sang Prabu" ucap salah seorang tadi yang seketika talinya langsung terlepas
"Pergilah sejauh mungkin jangan sampai Aku melihatmu" ucap Orang berpakaian Hitam, dan langsung jarum menancap lagi dileher 7 orang yang memilih Diam, Lalu membiarkannya tergeletak dengan kondisi terikat yang menantikan menjadi santapan Binatang buas.
__ADS_1