
"Hormat Saya kepada Kakek Rajasawira Prawirabuana" ucap Ganendra Wisnu Wijaya yang tiba-tiba terdengar dari belakang
"Akhirnya cucuku Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya muncul juga" jawab Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Maaf Kek Saya tidak tau kalau Kakek datang jadi Saya didalam Kamar untuk meditasi jadi tidak keluar dari tadi" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Wah giat sekali latihan ternyata, Tidak apa-apa cucuku, jangan terlalu sungkan kepada Kakek, Aku ini Kakekmu sendiri jadi anggaplah dan perlakukan demikian" jawab Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Kesini dengan Siapa Kek?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Dengan Cucuku, namanya Jaya Prawirabuana" jawab Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Wah akhirnya ketemu saudara dari trah Bopo" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Kita disana memiliki beberapa kerabat yang masih ada jadi masih ada banyak saudaramu disana" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Wah baik Kek, kapan-kapan diajak kesana Kek ya" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Kamu setelah menikah nanti harus disana jadi akan bisa bertemu dengan para sanak saudaramu" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Keadaan disana seperti apa Kek? Apakah pemudanya masih memegang tradisi wajib memiliki kemampuan beladiri dan ilmu kanuragan seperti yang diceritakan oleh Ramanda Gunawan Wibisono?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Pasti namun tidak berlatih secara terbuka seperti dipadepokan seperti ini, karena disana terus dimata-matai oleh telik sandi Kerajaan Nagari jadi pihak Keluarga yang melatih anak-anaknya ilmu kanuragan sehingga menyebabkan tidak meratanya kemampuan Beladiri setiap pemuda, ada juga yang keluar untuk ikut latihan dipadepokan Gagak Ireng. Mereka adalah orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memandang sejarah dari Kerajaan Kahuripan, karena menurut Kakek jika seseorang masuk kedalam Padepokan Gagak Ireng maka akan ada potensi bahwa Dia 100% memihak kepada Kerajaan Nagari karena setiap orang yang berasal dari Kahuripan lalu mengirimkan Anaknya belajar dipadepokan Gagak Ireng maka hidupnya akan dijamin, namun hanya ada 5 orang yang berlatih disana dan semuanya mampu hidup dengan layak, tapi 5 orang tadi tidak pernah mengetahui lingkup dalam dari trah Kerajaan Kahuripan karena Kakek mengintruksikan kepada pemuda-pemuda yang masih berpegang teguh pada prinsip-prinsip trah Kahuripan agar tidak melibatkan Mereka dalam urusan internal Kita, karena semua harus dilakukan tertutup agar tidak dicurigai pihak Kerajaan Nagari, Kakek berharap kepulanganmu dan Pangeran Gunawan Wibisono akan segera membuat perubahan" jawab Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Oww ternyata begitu ya Kek, maafkan Aku ya Kek selama ini tidak paham dengan apa yang terjadi" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
__ADS_1
"Tidak apa-apa cucuku, karena Kakek paham bahwa Kakemu, Kakang Bagera menunggu saat yang tepat untuk menceritakan padamu, ini adalah tentang kesiapan seseorang, jadi pemikiran seusia Kakekmu pasti memperhitungkan banyak hal sebelum mengungkapkan sebuah rahasia yang besar" jawab Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Iya Kek, mungkin memang sekaranglah Saat yang tepat untuk Aku mengetahui semuanya" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Kakek kemana saja, dari tadi Aku mencari Kakek akhirnya ketemu juga" ucap Jaya Prawirabuana dari belakang
"Nahh Jaya Prawirabuana sampaikan salam kepada Kakangmu Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Salam hormat dariku Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya" ucap Jaya Prawirabuana
"Salam kembali Adikku Jaya Prawirabuana" jawab Ganendra Wisnu Wijaya lalu memeluk Jaya Prawirabuana
"Maaf sebelumnya cucuku Pengeran Ganendra Wisnu Wijaya, apakah berkenan menguji kemampuan Kanuragan Jaya Prawirabuana karena Dia belum pernah melakukan latih tanding dengan siapapun" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Tentu saja Kek, mari naik kepanggung latih tanding" jawab Ganendra Wisnu Wijaya kemudian Mereka berdua mengikuti
"Tentu boleh Kakang Ganendra, silahkan" jawab salah satu Guru yang mengajar
"Terima kasih Kakang, tangan kosong atau dengan pedang Kayu Kek?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Pertama Kakek ingin melihat tehnik tangan kosong kemudian jika salah satu ada yang sudah kalah, diganti dengan tehnik pedang" jawab Pangeran Rajasawira Prawirabuana
"Baik Kek, Kakang Guru tolong menjadi Wasit ya Kang?" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Baik Kakang Ganendra, silahkan pasang" ucap Guru tersebut langsung memulai sparing kemudian Ganendra Wisnu Wijaya dan Jaya Prawirabuana langsung pasang Kuda-kuda silat
__ADS_1
"Jangan sungkan Jaya Prawirabuana" ucap Ganendra Wisnu Wijaya dan langsung menyerang, sparing dari Dua aliran Silat tua ditanah Jawa pun dimulai, Ganendra Wisnu Wijaya melancarkan serangan beberapa jurus yang mampu diimbangi oleh Jaya Prawirabuana, setiap serangan dapat ditangkis dan dihindari oleh Jaya Prawirabuana, jual beli serangan pun terjadi dan beberapa dari Guru-guru Padepokan Gunung Pangrango juga menyimak melihat sparing tersebut termasuk Pangeran Gunawan Wibisono, Mpu Bagera dan Guru Dirgajaya yang sedang duduk diteras Padepokan yang sebelumnya asik mengobrol menjadi fokus pada sparing dari Dua keturunan kerajaan Kahuripan tersebut.
"Tehnik yang bagus" gumam Ganendra Wisnu Wijaya dalam batin sambil tersenyum, kemudian Ganendra Wisnu Wijaya meningkatkan kecepatan dan intensitas serangannya dan Jaya Prawirabuana pun meningkatkan kecepatannya untuk mengantisipasi serangan dan melakukan serangan balik kepada Ganendra Wisnu Wijaya, pukulan tendangan dan serangan saling Mereka lancarkan bergantian, Ganendra Wisnu Wijaya kembali meningkatakan kecepatan dan tenaganya yang membuat Jaya Prawirabuana mundur beberapa langkah kebelakang dan mulai menyadari bahwa Kakangnya itu berada dilevel yang berbeda namun Ganendra Wisnu Wijaya tetap mendesaknya dengan serangan-serangannya dan akhirnya tiba-tiba sebuah tendangan memutar mengenai dada Jaya Prawirabuana yang membuatnya tersungkur namun Dia langsung kembali berdiri
"Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya memang sangat hebat, namun Aku belum mengaku kalah" ucap Jaya Prawirabuana yang kemudian menyerang Ganendra Wisnu Wijaya lagi, Ganendra pun tersenyum melihatnya yang kemudian mengantisipasi setiap serangan dari Jaya Prawirabuana dengan tangkisan dan menghindar, ketika Jaya Prawirabuana menyerang dengan sebuah tendangan memutar Ganendra Wisnu Wijaya dengan cepat malah merangsek maju dan mendorong Jaya Prawirabuana hingga Dia tersungkur kembali.
"2-0 untuk Sparing tangan kosong pemanangnya Kakang Ganendra Wisnu Wijaya" ucap Wasit yang memimpin, kemudian Wasit melemparkan pedang kayu untuk sparing berikutnya.
Kemudian Ganendra Wisnu Wijaya dan Jaya Prawirabuana sudah langsung melakukan pasang kuda-kuda dengan pedang ditangan masing-masing, lalu Jaya Prawirabuana langsung berinisiatif menyerang Ganendra Wisnu Wijaya namun dengan mudah Ganendra Wisnu Wijaya menangkisnya, semua tehnik dari Jaya Prawirabuana sangatlah bagus namun Dia terlihat belum benar-benar menguasai tehnik-tehniknya, sehingga Ganendra Wisnu Wijaya sebenarnya mampu dengan cepat mengakhiri sparing namun Dia memilih memberikan pengalaman bertarung kepada Jaya Prawirabuana
"Dada pertahanan kurang rapet" ucap Ganendra Wisnu Wijaya ketika Pedang Kayunya mengenai Jaya Prawirabuana
"Siap Kakang" jawab Jaya Prawirabuana
"Leher juga kena ini" ucap Ganendra Wisnu Wijaya lagi dengan cepat menyerang dileher
"Kaki masih kena juga" ucap Ganendra Wisnu Wijaya lagi dan Akhirnya Ganendra Wisnu Wijaya mengenai jari tangan Jaya Prawirabuana yang membuat pedangnya jatuh, belum sempat menyadarinya namun tiba-tiba Ganendra Wisnu Wijaya sudah dibelakang dari Jaya Prawirabuana dan mengarahkan ujung pedangnya tepat diatas pinggang sebelah perut dibelakang
"Ini masih kena lagi dan sangat fatal" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Aku mengaku Kalah" ucap Jaya Prawirabuana
"Bersalaman" teriak Wasit, kemudian Mereka berdua bersalaman dan berpelukan
"Kakang terima kasih ya sudah mengijinkan meminjam Panggungnya" ucap Ganendra Wisnu Wijaya kepada Salah satu Guru padepokan yang bersedia menjadi wasit
__ADS_1
"Siap Kang sama-sama" ucapnya, yang kemudian Ganendra Wisnu Wijaya dan Jaya Prawirabuana berjalan untuk menemui Pangeran Rajasawira Prawirabuana