
Pada Malam hari di Padepokan Gunung Pangrango sudah siap untuk menyelenggarakan Pernikahan untuk besok pagi, hanya persiapan sederhana yang terpenting ada janur kuning dan acara syukuran internal Padepokan, masyarakat sekitar pun rencana tidak diundang untuk mengantisipasi kemungkinan hal buruk yang bisa saja terjadi karena ada penyusup masuk dari para antek Gagak Ireng, penjagaan pun sangat ketat dilakukan para Pendekar yang mempunyai kemampuan sensor, sedangkan Mpu Bagera menutup kegiatan tersebut dengan ilmu halimunan. Sekembalinya Mpu Bagera dari bepergian langsung ikut membantu dan mengarahkan persiapan untuk acara, setelah Mereka Selesai kemudian Mereka berkumpul dan membahas acara besok.
"Bagaimana acara besok Bopo, dimulai jam Berapa?" tanya Guru Dirgajaya
"Tidak usah membuat acara yang ribet ya, yang terpenting sekitar jam 9 sudah akad Nikah" jawab Mpu Bagera
"Baik Bopo" ucap Guru Dirgajaya
"Kakek kapan tiba? Aku tak melihat Kakek kembali dari luar tadi tiba-tiba sudah ada dipadepokan mengarahkan para murid" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Aku tadi dari Makam Kakekmu Prabu Rajasanagara Prawirabumi untuk berziarah, Prabu Rajasanagara Prawirabumi adalah Bapak dari Pangeran Wijaya Karna, Beliau adalah Kakekmu, Raja kerajaan Kahuripan terdahulu, Aku kembali dari sana Sore tadi menjelang malam" jawab Mpu Bagera
"Wah kenapa Aku tidak diajak Kek, biar Aku tau dimana Makam Kakek" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Saatnya nanti Kamu akan kesana, jangan terburu-buru" ucap Mpu Bagera
"Hehe,,, Baik Kakek" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Selama 2hari ini Kamu jangan kemana-mana, awas saja kalau Kamu tiba-tiba hilang" ucap Mpu Bagera
"Siapp aman Kek,, hehee" jawab Ganendra Wisnu Wijaya yang disambut tawa dari Guru Dirgajaya dan Pangeran Gunawan Wibisono.
"Sampurasun"
"Rampes" jawab Guru Dirgajaya lalu menoleh dan Kaget
"Baginda Prabu Sanjaya Surawisesa, silahkan duduk Baginda Prabu" ucap Guru Dirgajaya kemudian Mereka Semua memberikan hormat
__ADS_1
"Sebuah kehormatan Baginda Prabu Sanjaya Surawisesa dari Kerajaan Sundapura berkenan datang kegubuk Saya" ucap Guru Dirgajaya menambahkan. Kemudian Prabu Sanjaya Surawisesa pun duduk dikursi yang sudah disediakan.
"Bagaimana kabarmu Guru Dirgajaya?" tanya Prabu Sanjaya Surawisesa
"Puji Syukur Saya dan Keluarga sehat wal afiat, Baginda Prabu dan Permaisuri semoga selalu sehat" jawab Guru Dirgajaya
"Terima Kasih, Kami semua Sehat" jawab Prabu Sanjaya Surawisesa
"Perkenalkan beliau adalah Guru Saya, Mpu Bagera dan yang ini adalah Pangeran Gunawan Wibisono dari Kerajaan Kahuripan" ucap Guru Dirgajaya
"Mpu Bagera nama yang sangat tersohor ketika Kerajaan Nagari menginvasi Kerajaan-kerajaan ditanah Jawa beserta Mpu Sagara. Pangeran Gunawan Wibisono dari Kerajaan Kahuripan, dulu Ayahandamu denganku berhubungan sangat baik walau Kerajaanku berdampingan dengan Kerajaan Kahuripan tapi Kami selalu berdampingan damai tanpa gesekan, Aku tak mengira bahwa Keturunan Prabu Rajasanagara Prawirabumi masih ada" ucap Prabu Sanjaya Surawisesa
"Kakang Sagara sudah Wafat Baginda Prabu, sekarang tinggal Saya sendiri" ucap Mpu Bagera
"Puji Syukur Sang Prabu, Saya dan Kakang diselamatkan oleh Mpu Sagara dan Mpu Bagera. Kalau Kakang Wijaya Karna sudah wafat beberapa tahun yang lalu dan ini adalah Ganendra Wisnu Wijaya putra dari Kakang Wijaya Karna, calon menantu dari Guru Dirgajaya" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Wah ternyata semua Bangsawan Tanah Jawa berkumpul disini, termasuk Mpu Bagera juga merupakan salah satu Orang yang tidak mau menjadi Raja yang memilih menepi dari gemerlapnya Dunia, namun Aku lihat Mpu Bagera sudah mendapatkan ilham untuk turun Gunung" ucap Prabu Sanjaya Surawisesa
"Maksud kedatanganku kesini adalah untuk menanyakan tentang masalah Kerajaan Nagari, dulu Guru Dirgajaya diutus oleh Prabu Kertaraja Wiranegara mengirimkan Surat kepadaku tentang Kudeta Patih Lodaya, tapi tadi ada utusan dari Kerajaan Nagari mengundangku untuk datang dalam acara pernikahan Anak dari Prabu Kertaraja Wiranegara dan Patih Lodaya, sebenarnya seperti apa masalah sebenarnya" tanya Prabu Sanjaya Surawisesa
"Mohon ampun Baginda Prabu, untuk masalah ini yang berhak menjelaskan adalah Mpu Bagera bukan Saya, monggo Bopo" ucap Guru Dirgajaya kemudian Mpu Bagera menjelaskan semua kejadian dari awal sehingga terjadi masalah seperti ini, Sang Prabu Sanjaya Surawisesa pun terlihat sangat kaget mendengar cerita dari Mpu Bagera, sebuah tragedi yang cukup memprihatinkan.
"Baiklah Mpu Bagera , Saya bisa menerima dan memahami apa yang terjadi, kalau kejadiannya seperti ini berarti Saya akan memilih tidak hadir dalam acara tersebut" ucap Sang Prabu Sanjaya Surawisesa
"Itu wewenang Baginda Prabu Monggo berkenan hadir atau tidak" ucap Mpu Bagera
"Padepokan Gagak Ireng sudah berdiri diwilayah Kerajaan Sundapura, ada sekitar 3 tempat jadi Aku saat ini mewaspadai pergerakan Mereka, karena jika Aku melarang pendirian padepokan akan berhimbas buruk dengan hubungan kerajaan Sundapura dan Kerajaan Nagari" ucap Sang Prabu Sanjaya Surawisesa
__ADS_1
"Biarkan nanti Si Sableng Bertopeng yang bertindak saja Baginda Prabu, dalam beberapa hari ini pasti akan beres ketiga padepokan tersebut" ucap Mpu Bagera yang membuat semua orang kaget
"Si Sableng Bertopeng, namanya sangat terkenal Dia juga memiliki ilmu kanuragan komplit, pernah ada telik sandi dari Kerajaan Sundapura mengikuti namun ketahuan dan berpesan tidak mau diikuti, jadi divisi telik sandi sudah tidak pernah mengikuti pendekar bertopeng itu lagi" ucap Sang Prabu Sanjaya Surawisesa
"Dia memang agak unik Baginda Prabu, jadi sesama aliran Putih yang penting adalah saling percaya, Dia juga bukan ancaman untuk Kerajaan Sundapura jadi Baginda Prabu tenang saja" ucap Mpu Bagera
"Apakah Bopo mengenal Si Sableng Bertopeng?" tanya Guru Dirgajaya
"Tentu saja kenal karena dipernah singgah lama dilereng Merapi, lalu menumpas antek Gagak Ireng disana" jawab Mpu Bagera
"Benar, Dia sangat terkenal dari kejadian dilereng Merapi sejak beberapa tahun belakangan" ucap Prabu Sanjaya Surawisesa
"Benar Baginda Prabu, Dia sangat berjasa kepada rakyat kecil" jawab Guru Dirgajaya
"Apakah ada acara pernikahan besok?" tanya Sang Prabu Sanjaya Surawisesa
"Benar Baginda, besok adalah Pernikahan Pangeran Gunawan bersama Nyai Maharani putri Mpu Bagera yang juga ibunda dari Ganendra Wisnu Wijaya" jawab Guru Dirgajaya
"Kalau begitu besok akan Aku kirimkan beberapa Hadiah untuk pengantin, lalu Kapan Diah Ayu Wardani menikah dengan Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya?" tanya Sang Prabu Sanjaya Surawisesa
"Hehehe,, Masih menunggu arahan dari Mpu Bagera Baginda Prabu" jawab Guru Dirgajaya
"Baiklah kalau begitu, Saya pamit dulu untuk kembali ke Kerajaan" ucap Sang Prabu Sanjaya Surawisesa dan kemudian menghilang dari pandangan mata
"Baginda Prabu Sanjaya Surawisesa adalah Raja yang sakti mandraguna dan memiliki Jiwa yang sangat luar biasa makanya dulu kerajaan Kahuripan sangat menghormati beliau, Kerajaan Nagari pun tidak berani mengganggu Kerajaan Sundapura karena bisa dipastikan akan kalah, hiasan janur yang sudah Aku tutupi dengan ilmu Halimunan pun masih dapat terlihat oleh Sang Prabu, memang sangat sakti" ucap Mpu Bagera
"Apakah Bopo bisa berkomunikasi dengan Si Sableng Bertopeng sehingga menjamin dalam beberapa hari Padepokan Gagak Ireng akan beres?" tanya Pangeran Gunawan Wibisono
__ADS_1
"Tentu saja bisa, biar nanti Aku yang urus, Kalian tenang saja" jawab Mpu Bagera
"Kalau begitu karena sudah larut malam, mari Kita beristirahat agar besok pagi Kita dalam kondisi fit untuk lanjut mempersiapkan acara besok pagi" ucap Guru Dirgajaya, kemudian Mereka semua pun bubar dan kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat.