
Seketika Ganendra Wisnu Wijaya pun kaget karena melihat Guru Gunawan meladeni pertarungan dengan seorang bocah, namun Ganendra Wisnu Wijaya sangat yakin jika Guru Gunawan akan memenangkan pertarungan itu karena Guru Gunawan adalah salah satu Guru di Padepokan Kenaling Rogo Gunung Arjuno yang paling dipercaya oleh Boponya dulu
"Kau salah orang kawan jika memandang remeh Guru Gunawan yang merupakan Guru semua cabang keilmuan di Padepokan Gunung Arjuno" gumam Ganendra Wisnu Wijaya
"Siapa Dia sebenarnya Dinda? karena sejak Kakang kesini Dia seperti sangat membenci Kakang" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Namanya Suro Dwipo salah satu murid padepokan yang menyukaiku Kakang, namun Aku menolaknya. Padahal semua Murid disini tau kalau Aku sudah dijodohkan dengan Kakang ketika Kita masih sama-sama kecil namun Dia masih saja nekat mendekatiku" jawab Diah Ayu Wardani
"Oh begitu to ceritanya, pantas saja Dia sangat tidak menyukaiku ternyata begitu ceritanya" ucap Ganendra Wisnu Wijaya, ketika melihat pertarungan mereka semakin lama semakin nampak Jurus-jurus Silat Suro Dwipo bukan berasal dari aliran Kenaling Rogo Padepokan Gunung Pangrango, Ganendra Wisnu Wijaya hanya tersenyum melihatnya karena kemampuan Guru Gunawan jauh diatas Suro Dwipo
Guru Gunawan berencana membuka jati diri dari Suro Dwipo karena dari dulu Guru Gunawan sudah menaruh kecurigaan kepadanya dan terbukti semakin lama bertarung jurus-jurusnya mulai berubah dan hawa jahat mulai menyelimutinya karena dampak dari dominasi ilmu aliran Hitam yang Dia kuasai, pusaran angin hitam kemudian muncul seperti membentuk sebuah tameng. Ganendra Wisnu Wijaya langsung melompat dan menarik Guru Gunawan kepinggir
"Serahkan kepada yang muda Paman Guru Gunawan" ucap Ganendra Wisnu Wijaya, Guru Gunawan hanya tersenyum
Kemudian Ganendra Wisnu Wijaya melanjutkan pertarungan melawan Suro Dwipo lalu Ganendra Wisnu Wijaya pun mengeluarkan Cakranya dan langsung membuat Angin Hitam tadi memudar dan membuat Suro Dwipo semakin emosi dan aura hitam yang ada dalam dirinya semakin keluar dan membesar.
"Ini bocah terlalu percaya diri dengan ilmu yang Dia miliki sampai Dia tidak melakukan pertahanan diri" ucap Ganendra Wisnu Wijaya jadi sebenarnya buatnya sangat mudah melumpuhkannya namun Ganendra Wisnu Wijaya memilih menunggu sampai seberapa batas maksimal dan apa yang akan Dia lakukan.
Ganendra Wisnu Wijaya hanya menonton saja tanpa melakukan serangan hanya menunggu saja, yang membuat Mereka yang melihat hal itu menjadi kebingungan lalu ketika Suro Dwipo matanya sudah merah Dia berusaha menyerang Ganendra Wisnu Wijaya namun semua serangannya dapat dimentahkan oleh Ganendra Wisnu Wijaya, karena sudah tidak sabar lalu Ganendra Wisnu Wijaya mengeluarkan Ajian Tapak Wisanggeni, salah satu ajian yang cukup mematikan sehingga Ganendra Wisnu Wijaya jarang menggunakannya, tiba-tiba dari telapak Ganendra Wisnu Wijaya muncul kilatan-kilatan Api lalu Dia langsung menyerang Suro Dwipo kemudian Dia pun menangkis setiap serangan dari Ganendra Wisnu Wijaya namun apapun yang mengenai telapak tangan Ganendra Wisnu Wijaya seketika menghitam dan rasanya seperti terbakar, Suro Dwipo langsung meronta kesakitan dan tergeletak tak berdaya sampai menangis sejadinya.
"Ganendra tolong Aku, racun apa ini tolong berikan obatnya, Aku akan melakukan apapun untukmu" ucap Suro Dwipo
"Ajian Tapak Wisanggeni tak dapat diobati namun cara agak meredakan rasa panas dan nyerinya adalah dengan berendam dalam Air dingin atau bisa juga berendam disungai" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Tolong Aku Ganendra tolong,," ucap Suro Dwipo
__ADS_1
"Bukankah Kau sangat membenciku? Seolah ingin menerkamku ketika melihatku?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Aaaaaaarrhhhh,,, panas sakit" teriak Suro Dwipo, lalu Ganendra Wisnu Wijaya mengambil sebuah air dalam ember lalu menyiramkan ditubuh Suro Dwipo kemudian munculah asap dari badannya seolah seperti bara api kondisi badan Suro Dwipo.
Setelah itu bagian yang hitam karena bersentuhan dengan telapak Arya Sena tadi agak memudar hitamnya.
"Sekarang jujurlah darimana sebenarnya asalmu, mengapa menyamar menjadi murid dipadepokan ini?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Aku dari Padepokan Kabut Hitam, menyamar disini karena berniat mendekati Diah Ayu Wardani dan disuruh oleh Guruku untuk mengetahui kelemahan disini, tapi setelah Kamu muncul disini Kamu sudah berkali-kali menggagalkan misiku" Jawab Suro Dwipo
"Baiklah akan Aku obati dan setelah itu akan Aku antar Kau pulang pada Gurumu, Aku juga ingin bertemu dengan Gurumu" ucap Ganendra Wisnu Wijaya dengan tenang yang membuat Suro Dwipo terkejut karena Dia berani menemui Gurunya
"Apa Kau sudah bosan hidup ingin menemui Guruku" ucap Suro Dwipo
"Hahaha,,, tidak usah banyak ngomong dulu nanti Kita lihat ketika Gurumu bertarung denganku siapa yang akan meninggalkan dunia ini terlebih dahulu" ucap Ganendra Wisnu Wijaya dengan mata sangat tajam dan membuat Suro Dwipo terdiam.
"Jangan banyak bergerak jika ingin tetap hidup" ucap Ganendra Wisnu Wijaya, kemudian Ganendra Wisnu Wijaya meramu beberapa bahan obat lalu mencampurkan dalam air yang merendam tubuh Suro Dwipo dan tiba-tiba air itu mengeluarkan asap putih seperti mendidih.
Kemudian Ganendra Wisnu Wijaya meracik ramuan obat untuk diminum oleh Suro Dwipo setelah Dia meminumnya asap putih yang keluar dari air tempat berendamnya sedikit demi sedikit memudar dan kemudian menghilang.
"Berdiri dan keluar dari Gentong sekarang" ucap Ganendra Wisnu Wijaya, kemudian Suro Dwipo berdiri dan keluar.
"Tidak perlu berterima kasih karena tubuhmu sudah tidak mampu lagi bertarung, semua kemampuan Silat dan ilmu kanuraganmu sudah hilang, kalau tidak percaya coba saja keluarkan Jurusmu atau ajian yang Kau kuasai" ucap Ganendra Wisnu Wijaya kemudian Suro Dwipo mencoba melompat namun ketika akan melompat semua tulangnya terasa remuk dan seluruh tubuhnya menjadi sakit semua, kemudian Dia mencoba mengeluarkan tenaga dalam untuk memulihkan tubuh namun dada kirinya sangat sakit rasanya seperti mau meledak, kemudian Dia berlutut dan menangis.
"Apakah ada cara agar Aku bisa sembuh?" ucap Suro Dwipo
__ADS_1
"Guru Gunawan tau caranya untuk menyembuhkanmu namun Aku perkirakan membutuhkan waktu selama setahun untuk mengembalikan kondisimu seperti semula, itu pun jika Guru Gunawan bersedia menyembuhkanmu" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Aku tak sanggup menangani, karena Tapak Wisanggeni adalah tehnik terlarang, hanya Orang-orang tertentu yang menguasai Ajian itu, sedangkan di Kenaling Rogo hanya Aku dan Kakang Wijaya Karna yang menguasai Ajian Tapak Wisanggeni dan siapapun yang menguasai Ajian Tapak Wisanggeni tidak boleh menyembuhkan Orang yang sudah terkena Ajian itu karena Ajian Tapak Wisanggeni dikeluarkan oleh yang menguasai Ajian tersebut jika lawannya sudah melakukan kesalahan fatal jadi Kami dilarang mengobati" jawab Guru Gunawan
"Kesalahanmu paling fatal adalah berhasil mengajak Guru Gunawan bertarung, karena Beliau jika tidak benar-benar kelewatan tidak mungkin meladeni seseorang untuk bertarung, jika Kau sudah diladeni berarti Kau sudah dianggap sangat membahayakan jadi Aku terpaksa menggunakan Ajian Tapak Wisanggeni" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Tolong maafkan kesalahanku" ujar Ganendra Wisnu Wijaya
"Kami memaafkanmu, namun Kami memiliki aturan yang harus dijunjung tinggi. Jadi sesuai janjiku, Kau akan Aku bawa pulang ketempat Gurumu" ucap Ganendra Wisnu Wijaya kemudian Dia memegang pundak Suro Dwipo yang sedang berlutut
"Pikirkan Wajah Gurumu" ucap Ganendra Wisnu Wijaya lalu Mereka menghilang dari pandangan mata para murid dan Guru-guru dipadepokan.
"Paman kemana Kakang Ganendra akan pergi?" tanya Diah Ayu Wardani
"Dia hanya ingin membuat perhitungan Nak, doakan saja Ganendra selamat dan segera pulang" jawab Guru Gunawan
***
Akhirnya Ganendra Wisnu Wijaya dan Suro Dwipo muncul dipadepokan Kabut Hitam, tepat ditengah-tengah para Guru dan Murid yang sedang berkumpul. Sontak merekapun kaget dengan kehadiran Ganendra Wisnu Wijaya bersama Suro Dwipo yang sedang posisi berlutut
"Hai bocah apa Kau sudah bosan hidup, Kami sedang Rapat" teriak seorang dengan badan Kekar
"Siapa Guru Utama dipadepokan ini?" ucap Ganendra Wisnu Wijaya yang tidak menggubris ucapan orang tadi
"Mau apa Kau kesini, Aku Suto Wiro Si Pendekar Kabut Hitam generasi ketujuh" ucap Suto Wiro
__ADS_1
"Aku kesini mengantarkan muridmu pulang" ucap Ganendra Wisnu Wijaya