
"Nah kesinilah dan diingat baik-baik karena semua tidak boleh ditulis, harus diingat baik-baik" ucap Guru Gunawan
"Baik Paman Guru" jawab Ganendra Wisnu Wijaya, kemudian Guru Gunawan menjelaskan resep obat-obatan tersebut dan menyuruh Ganendra Wisnu Wijaya kembali mengulang resepnya, kemudian Guru Gunawan kembali mengajari dan mengoreksi kesalahan dari Ganendra Wisnu Wijaya dan hal itu diulang sampai Tiga kali tetapi jika sudah tiga kali tetap tak bisa mengingat juga maka akan batal diajarkan karena dianggap bukan jatahnya.
"Bagaimana bisa ingat atau tidak Nak?" tanya Guru Gunawan
"Bisa Paman Guru" jawab Ganendra Wisnu Wijaya kemudian Ganendra Wisnu Wijaya meminun ramuan obat yang sudah diracik oleh Guru Gunawan, kemudian selang beberapa menit badannya langsung berkeringat dan menjadi lumayan panas namun itu tak berlangsung lama, setelahnya Ganendra Wisnu Wijaya merasakan badannya sangat segar dan semakin bertenaga
"Sekarang bermeditasilah, agar energy didalam tubuhmu lebih terkontrol dan terfokuskan pada pemulihan kondisi tubuh" ucap Guru Gunawan
"Baik Paman Guru" jawab Ganendra Wisnu Wijaya dan kemudian langsung meditasi ditempat yang biasa digunakan Guru Gunawan untuk meditasi.
Bisa dirasakan hawa murni dari aliran chi didalam tubuh Ganendra Wisnu Wijaya menjadi sangat melimpah dan otot-ototnya terasa sangat kuat serta lebih berisi. Setelah beberapas saat Guru Gunawan pun memintanya untuk berhenti.
"Sudah cukup Nak meditasinya" ucap Guru Gunawan
"Baik Paman Guru" jawab Ganendra Wisnu Wijaya yang kemudian menyeka keringat diwajahnya
"Apakah ramuannya bereaksi?" tanya Guru Gunawan
"Ramuan ini luar biasa Paman Guru, badanku terasa sangat bugar dan Saya sangat bersemangat" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Bagus, namun jangan terlalu sering membuat ramuan ini karena setelah meminum ramuan ini Kamu harus lebih giat berlatih agar badan semakin kuat jika tidak Kamu akan kelebihan tenaga dan jika badanmu tidak mampu menopang maka akan berdampak buruk bagi tubuhmu" ucap Guru Gunawan
__ADS_1
"Baik Paman Guru Saya akan disiplin latihan lagi untuk menguatkan tubuh agar tidak terjadi hal yang buruk kedepannya" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Setidaknya Kamu bisa membuat ramuan itu dan mengonsumsinya seminggu sekali saja jangan berlebihan" ucap Guru Gunawan
"Baik Paman Guru" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Sekarang Kamu bisa mencoba berlatih dan ceritakan padaku apa yang Kamu rasakan" ucap Guru Gunawan
"Baik Paman Guru" jawab Ganendra Wisnu Wijaya yang kemudian mulai keluar dan berlatih beberapa jurus dan pernafasan. Terlihat sekali jika badan Ganendra Wisnu Wijaya tampak sangat bertenaga dan kecepatan setiap gerakannya menjadi sangat luar biasa.
Diah Ayu Wardani pun melihatnya dan mengamati setiap gerakan yang dilatih oleh Ganendra Wisnu Wijaya mulai dari pukulan, tendangan dan kemampuannya bermain pedang sangat mengesankan apalagi beberapa tehnik yang dilakukan Ganendra Wisnu Wijaya sedikit berbeda dengan apa yang pernah Dia pelajari sehingga membuatnya antusias menonton, ternyata murid-murid yang lain juga ikut menonton Ganendra Wisnu Wijaya yang membuat Mereka berdecak kagum dengan kemampuan kanuragan Ganendra Wisnu Wijaya
"Kita harus lebih giat berlatih lagi kawan, agar menjadi Pendekar yang hebat seperti Ganendra Wisnu Wijaya" ucap salah satu murid padepokan.
"Wah Paman Guru badanku terasa sangat ringan dan Aku bisa merasakan jika kecepatan serta tenaga dalamku juga membaik dibandingkan sebelumnya" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Syukurlah Nak, Paman ikut senang mendengarnya" jawab Ganendra Wisnu Wijaya, tak terasa hari sudah menjelang malam kemudian Arya Sena menuju sumur untuk mandi dan berganti pakaian dengan mengambil pakaian bersih menggunakan jurus pemindah. Setelah mandi Ganendra Wisnu Wijaya kembali berfikir dan menyusun strategi akan kemana Dia malam ini menggunakan identitas Si Sableng Bertopeng dalam melancarkan aksinya, lalu Ganendra Wisnu Wijaya berfikir untuk iseng melancarkan aksinya ke Padepokan Gagak Ireng Pusat untuk sekedar mengucapkan salam dan sekalian melihat-lihat keadaan disana, namun Dia berencana untuk tidak serius bertarung, setelah itu Ganendra Wisnu Wijaya langsung bergegas berteleportasi ke Padepokan Gagak Ireng Pusat yang berada di Ibukota Kerajaan Nagari
***
Ganendra Wisnu Wijaya pun sudah sampai di Padepokan Gagak Ireng Pusat, suasananya melebihi gambaran Ganendra Wisnu Wijayasebelumnya, ternyata Padepokannya sangat besar dan memiliki banyak sekali murid, jadi dengan kondisi seperti itu sangat sulit jika tidak bertarung sungguh-sungguh.
"Mungkin saat ini Aku harus kembali karena terlalu beresiko jika nekat membuat ulah disini karena terlalu banyak lawan yang harus dihadapi seorang diri" gumam Ganendra Wisnu Wijaya dengan lirih, namun ketika hendak pergi Ganendra Wisnu Wijaya dikagetkan dengan rombongan orang-orang yang berpakaian Bangsawan Kerajaan yang akan keluar dari Gerbang Padepokan.
__ADS_1
"Siapa Dia, apakah Dia Patih Lodaya" gumam Ganendra Wisnu Wijaya karena nampak semua Orang sangat hormat kepadanya, Ganendra Wisnu Wijaya memilih mengamati keadaan dari Kejauhan sampai Rombongan tersebut Keluar dari Padepokan Gagak Ireng Pusat, namun tiba-tiba ada sebuah kunai meluncur tepat menuju tempat Ganendra Wisnu Wijaya bersembunyi.
"Waahhh ketahuan" ucap Ganendra Wisnu Wijaya dan seketika langsung menghindar.
"Jangan suka mengintip nanti bisa bintitan" ucap salah satu orang dari 5 orang yang menyerang Ganendra Wisnu Wijaya
"Hehhehe,,, sedikit saja tidak apalah hehehe,,, dari pada Aku penasaran hehehe" ucap Ganendra Wisnu Wijaya yang sedang berperan menjadi Si Sableng Bertopeng
"Jadi Kau ya yang bernama Si Sableng Bertopeng" ucap salah seorang dari Mereka
"Heheehe,,, lho kog bisa kenal? Heheehe Kan Kita belum kenalan,,, heheehe" jawab Ganendra Wisnu Wijaya yang berperan sebagai Si Sableng Bertopeng
"Cukup besar nyalimu berani datang kesini" ucap Pendekar yang lainnya dan langsung menyerang Ganendra Wisnu Wijaya yang memakai topeng bersamaan dengan 4 orang Anak Buahnya.
Si Sableng Bertopeng pun langsung menghunus Pedang Langit yang ada dipunggungnya.
Serangan bertubi-tubi dari 5 Pendekar pilihan sangat merepotkan, namun Si Sableng Bertopeng dengan Gaya cengengesan berhasil menangkis setiap sabetan pedang dan berbagai macam model serangan dari mereka, pertempuran yang sudah lama berlangsung namun Si Sableng Bertopeng dapat mengatasinya dan malah sebaliknya nampak 5 Pendekar itu Kerepotan menghadapi Si Sableng Bertopeng yang hanya seorang diri
"Hehehe,,, Wah Kalian ini sangat bernafsu sekali menyerangku,,, hehehe Aku mendengar bahwa yang berhasil menghabisi Aku mendapat imbalan yang sangat besar ya,,, hehehe" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Hahaha,,, Tentu saja, Kau ini sudah cukup meresahkan pihak Kerajaan Nagari terutama Patih Lodaya yang sangat membencimu" jawab salah seorang dari kelima Pendekar tersebut
"Hehehe Wah berarti Aku sangat terkenal di Kerajaan Nagari ya,,, hehehe Apa Patih Lodaya sebenarnya sangat ngefans kepadaku? Hehehe" ucap Si Sableng Bertopeng
__ADS_1
"Dasar Bocah Sableng, Serang Dia lagi" teriak seorang Pendekar dari Mereka yang selalu memberikan Komando dari setiap serangan