Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta

Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta
Pangeran Rajasawira Prawirabuana


__ADS_3

Keesokan paginya para Murid dan Guru sangat sibuk untuk menyiapkan jamuan apalagi dari pihak Dapur, Mereka menyiapkan sangat banyak makanan untuk acara istimewa ini.


"Setengah jam lagi acara dimulai, mari kita siapkan jamuan dimeja tengah, agar setelah acara inti rampung, semua yang hadir dapat langsung menikmati hidangan" ucap Kapala Dapur Padepokan kemudian para murid pun menata hidangan termasuk minuman, kue, dll. Sementara Guru Dirgajaya beserta istri, Mpu Bagera beserta istri, Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani berada dipanggung disisi kanan-kiri yang merupakan tempat para keluarga mempelai.


"Bopo, Apakah acara sebentar lagi bisa dimulai?" tanya Guru Dirgajaya


"Sebentar, Ada yang masih ditunggu sebentar lagi Beliau datang kesini" jawab Mpu Bagera yang membuat Guru Dirgajaya bertanya-tanya karena Mpu Bagera pernah berkata tidak mengundang siapa-siapa.


"Baik Bopo" jawab Guru Dirgajaya


"Akhirnya yang ditunggu datang" ucap Mpu Bagera kemudian tiba-tiba muncul seorang Kakek-kakek berambut putih dan memakai jubah putih didepan pendopo.


"Maaf Kakang Bagera karena harus menungguku terlalu lama" ucapnya


"Silahkan duduk disebelahku Adimas" ucap Mpu Bagera kemudian Kakek tersebut duduk disebelah Mpu Bagera dan kemudian Mpu Bagera memberikan kode bahwa acara bisa dimulai. Dan akhirnya kedua pengantin dipertemukan lalu dinikahkan, setelah itu adalah acara sungkeman dimana para pengantin sungkem terhadap yang dianggap tua jadi pengantin hanya sungkem kepada Mpu Bagera dan Nyai Bagera


"Sungkem juga kepada Beliau" ucap Mpu Bagera, kemudian pengantin sungkem kepada Kakek yang berambut putih namun tanpa melihat wajahnya, kemudian Mereka pun duduk dipelaminan yang sudah sah menjadi suami istri.


"Sepertinya Pangeran Gunawan Wibisono tidak memperhatikanmu Adimas" ucap Mpu Bagera


"Mungkin juga pangling Kakang, biarkan saja. Apakah Anak Muda yang ada diseberangku itu Anak dari Pangeran Wijaya Karna?" tanya Kakek berambut putih tersebut


"Benar sekali, Parasnya sangat mirip dengan Boponya" jawab Mpu Bagera


"Energinya sangat besar namun unik, dari wajahnya terlihat ada sebuah ketulusan yang sangat tinggi dalam karakter dirinya" ucap Kakek berambut putih itu


"Jangan terlalu memuji, Dia juga cucu Kakangmu Prabu Rajasanagara Prawirabumi Dia juga Cucumu" ucap Mpu 2


"Iya Kakang, Jika dulu Kakang tidak menyelamatkanku dalam pertempuran mungkin Aku tak akan bisa melihat moment Indah ini" ucap Kakek itu


"Itu sudah menjadi jalan takdirmu untuk menyaksikan kebangkitan Kerajaan Kahuripan yang akan dimotori oleh Arya Ganendra Wisnu Wijaya dan yang terpenting adalah menjadi Saksi tentang Silsilah dari Ganendra Wisnu Wijaya untuk penguatan dukungan Rakyat" ucap Mpu Bagera

__ADS_1


"Apakah Aku tidak salah dengar Kakang? Bukankah Kakang juga salah satu Anggota Keluarga Kerajaan Nagari?" tanya Kakek itu dengan kaget


"Tidak salah dengan, dan itu bukan masalah karena Aku sudah memutuskan keluar dari lingkup Kerajaan opo secara keseluruhan" ucap Mpu Bagera


"Baiklah Kakang, Saya Siap mendukung dan Saya sangat berterima kasih jika itu akan terjadi, Kami sangat berhutang budi kepadamu Kakang Bagera " ucap Kakek itu


"Ini sudah jalan takdir jadi tidak perlu difikirkan, nikmati saja prosesnya" ucap Mpu Bagera. Acara pun sudah selesai dan kemudian saatnya makan bersama, disela-sela Waktu Kekek itu bersama Mpu Bagera kembali menghampiri Pengantin untuk mengobrol.


"Semoga bahagia selalu Pangeran Wijaya Gunawan Wibisono" ucap Kakek berambut putih, sontak pangeran Gunawan Wibisono pun kaget langsung melihat wajah Kakek Berambut Putih, seakan tak percaya, Pangeran Gunawan Wibisono langsung memeluk tubuh Kakek itu dan menangis.


"Maafkan Aku Paman jika tidak menengenali dari awal, Maafkan Aku juga karena tidak tau jika Paman masih hidup" ucap Pangeran Gunawan Wibisono


"Tidak apa-apa Anakku, yang terpenting sehat semua keponakanku" ucap Kakek itu


"Ganendra Wisnu Wijaya, kesinilah" ucap Pangeran Gunawan Wibisono


"Iya paman ada apa Paman?" jawab Ganendra Wisnu Wijaya mendekat bersama Diah Ayu Wardani


"Ini adalah Pamanku Rajasawira Prawirabuana, dulu adalah Patih Kerajaan Kahuripan sudah 37 Tahun tidak bertemu, Beliau adalah Kakekmu juga karena beliau adalah Adik dari Bopo Rajasanagara Prawirabumi" ucap Pangeran Gunawan Wibisono


"Salam Hormat dari Saya kepada Kakek Rajasawira Prawirabuana" ucap Diah Ayu Wardani, lalu Pangeran Rajasawira Prawirabuana pun memeluk Mereka berdua


"Semoga selalu terlimpah kesehatan, keselamatan, kecukupan, kebahagiaan, kesejahteraan, umur panjang dan ketentraman Cucuku" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana sambil menangis, kemudian Mereka mulai mengobrol dan saling mengenalkan diri kepada para anggota Padepokan Gunung Pangrango, sampai acara selesai kemudian Mereka kembali berkumpul dan mengobrol satu sama lain karena mumpung ada Pangeran Rajasawira Prawirabuana.


"Bagaimana Paman dulu bisa selamat dari pertempuran itu Paman?" tanya Pangeran Gunawan Wibisono


"Kakang Bagera yang menyelamatkanku Nak" jawab Pangeran Rajasawira Prawirabuana


"Dulu Dia terluka sangat parah, ada luka disekujur tubuh tapi untungnya tidak ada luka dalam sama sekali jadi tidak membahayakan walaupun Dia harus pingsan selama 5hari" ucap Mpu Bagera, kemudian Pangeran Rajasawira Prawirabuana menunjukkan bekas luka dengan melepas bajunya, dan terlihat hampir disekujur tubuh dipenuhi dengan bekas luka yang sangat mengerikan, terlihat sangat jelas gambaran mengerikannya sebuah peperangan dari sudut pandang pihak yang kalah.


"Bekas luka ini adalah kenangan perjuanganku bersama Prajurit dan Kakangku dulu ketika diserang oleh Kerajaan Nagari" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana

__ADS_1


"Lalu sekarang Kakek tinggal dimana?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya


"Kakek tinggal disekitaran Bekas Kraton dulu Nak, masih ada sisa-sisa bangunan dulu namun diarea Bekas Keraton masih terus diawasi oleh telik sandi dari Kerajaan Nagari jadi harus berhati-hati Nak jika ingin kesana" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana


"Oww begitu ya Kek, Aku sendiri tidak begitu perduli dengan telik sandi karena Mereka sudah lama ingin menghabisiku dan Kakek, serta Paman Gunawan Wibisono" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Pada saatnya nanti semua akan terbalaskan Nak, jangan risau. Tapi mulai sekarang Kamu harus memanggilku Ramanda jangan Paman lagi, Bopomu adalah Kakang Wijaya Karna sedangkan Aku adalah Ramandamu" ucap Pangeran Gunawan Wibisono


"Mohon maaf Ramanda,,, heheehe Aku lupa kalau tadi sudah sah hehee" jawab Ganendra Wisnu Wijaya yang membuat semuanya tertawa, dan tak terasa hari pun sudah sore, kemudian Pangeran Rajasawira Prawirabuana berpamitan untuk kembali pulang.


"Aku pamit dulu dan Aku akan mengabarkan kepada Para Sesepuh yang masih tersisa bahwa keturunan Kakang Prabu Rajasanagara Prawirabumi masih ada" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana


"Baiklah Adimas, hati-hati dan jaga kesehatan, seperti yang Aku katakan kemarin dalam beberapa waktu kedepan Kami akan pindah kesana" ucap Mpu Bagera


"Baik Kakang, Aku akan menyiapkan semuanya bersama para Rakyat" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana


"Sehat selalu Paman Rajasawira Prawirabuana" ucap Pangeran Gunawan Wibisono


"Kau juga Pangeran, doa dan restuku selalu menyertaimu" jawab Pangeran Rajasawira Prawirabuana


"Kakek sehat selalu ya" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Terima Kasih Cucuku, jadilah penerus Kerajaan Kahuripan melebihi Kakekmu dulu" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana, kemudian menghilang dari pandangan mata sambil menangis bahagia.


"Beberapa waktu kedepan Aku, istriku, Ganendra Wisnu Wijaya, Anakku Gunawan Wibisono dan Maharani akan tinggal disekitaran Kahuripan Nakmas Dirgajaya" ucap Mpu Bagera


"Baik Bopo, terserah Bopo saja bagaimana baiknya" jawab Guru Dirgajaya


"Aku nanti gimana Kek?" tanya Diah Ayu Wardani cemberut


"Kamu beberapa bulan lagi akan menikah dengan Ganendra Wisnu Wijaya, masalah acara seperti apa terserah Bopomu saja mau acara sederhana atau mengundang tamu banyak" ucap Mpu Bagera

__ADS_1


"Baik Bopo, Saya akan fikirkan nanti" ucap Guru Dirgajaya


"Sekarang istirahatlah Pangeran Gunawan Wibisono dan Anakku Maharani, pasti kalian lelah. Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani kalian harus latihan, jangan lupa pemanasan dulu biar Aku mengobrol dengan Bopo Kalian sebentar" ucap Mpu Bagera, dan kemudian Mereka pun menyebar sesuai perintah Mpu Bagera


__ADS_2