Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta

Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta
Misi Penting


__ADS_3

Dalam beberapa waktu belakangan ini Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani sangat rajin latihan, Mereka latihan dengan porsi sangat berat agar segera dapat menguasai setiap tehnik yang Mereka pelajari, walaupun sangat lelah namun keduanya sangat semangat ketika latihan, sepasang Pendekar yang diharapkan menjadi penentu dari sebuah Prahara yang terjadi ditanah Jawa karena sudah bertahun-tahun lamanya kekacauan tatanan yang terjadi membuat norma dan budi pekerti masyarakat sudah sangat bergeser kearah yang tidak seharusnya.


Saat setelah selesai latihan dan waktu santai disore hari Ganendra Wisnu Wijaya dan Mpu Bagera Kakeknya sedang duduk ditaman Padepokan aliran Kenaling Rogo Lereng Gunung Pangrango untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting sehingga Mpu Bagera sampai menggunakan Ajian Pembungkam agar tidak ada orang yang mampu mendengar obrolan yang sedang dibahas saat itu.


"Cucuku Aku memintamu agar malam ini, Kau harus bergerak menyelesaikannya dalam satu malam" ucap Mpu Bagera


"Baik Kakek akan Aku usahakan dalam semalam beres" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Aku sudah berjanji kepada Prabu Sanjaya Surawisesa bahwaKerajaan Sunda dalam 3hari akan beres semua dan ini adalah hari ketiga jadi jangan sampai membuat Kakek malu, kemampuanmu juga sudah meningkat pesat seharusnya akan mudah untukmu melaksanakan misi ini, apalagi Kau sudah memiliki Pedang Petir seharusnya akan lebih mudah lagi untukmu" ucap Mpu Bagera


"Baik Kakek nanti Saya akan secepat mungkin menyelesaikan semuanya" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Yang ditempatkan di tiga titik padepokan itu adalah murid-murid pilihan dari Gagak Ireng, Aku curiga bahwa ini dipersiapkan secara bertahap untuk menyerang Kerajaan Sundapura, jadi Kita harus menjaga agar hubungan antara Penerus Kerajaan Kahuripan dan Kerajaan Sundapura tetap baik" ucap Mpu Bagera


"Baik Kakek Saya paham, Saya tidak akan mengecewakan Kakek malam ini" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Kalau begitu bersiap-siaplah tidak perlu ada yang tau karena ini adalah misi rahasia, tapi jika Kau merasakan adanya telik sandi dari aliran putih biarkan saja" ucap Mpu Bagera


"Baik Kakek, kalau begitu Saya pamit kekamar untuk bersiap-siap dan akan langsung berangkat, mohon restu dari Kakek" jawab Ganendra Wisnu Wijaya kemudian pergi, Mpu Bagera hanya tersenyum dan memegang pundak Ganendra Wisnu Wijaya sebelum pergi.

__ADS_1


***


"Baiklah Malam ini akan menjadi ujianku setelah menjalani latihan berat dalam beberapa waktu ini, sejauh mana kemampuanku mungkin akan terlihat pada Malam hari ini" gumam Ganendra Wisnu Wijaya dalam batin


"Kakang Ganendra Wisnu" ucap Diah Ayu Wardani melalui Ajian Telepati


"Iya Dinda sayang, ada apa?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya


"Ini adalah hari ketiga dari janji Kakek kepada Prabu Sanjaya Surawisesa Kerajaan Sundapura, apakah Kakang nanti malam akan bergerak menggunakan topeng?" tanya Diah Ayu Wardani


"Iya Dinda tapi Kakek tidak tau kalau Dinda sebenarnya sudah mengetahui jika Kakang adalah sosok Si Sableng Bertopeng jadi tolong Dinda diam saja ya biar Kakang tidak kena marah dan jewer dari Kakek" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Maafkan Kakang, tapi Kakang tidak berani membantah Kakek Dinda" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Padahal Dinda sudah membeli topeng agar bisa ikut, Dinda sudah menyiapkan dari 2hari yang lalu. Dinda juga sudah bilang sama Bopo dan Ibu kalau Malam ini tidak boleh mengganggu Dinda karena Dinda sedang meditasi, tapi kalau tidak boleh ya sudahlah" jawab Diah Ayu Wardani yang nampak sedih


"Maafkan Kakang ya Dinda" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Baik Kakang, tidak apa-apa Kakang" jawab Diah Ayu Wardani

__ADS_1


"Kakang berangkat dulu Dinda" ucap Ganendra Wisnu Wijaya yang langsung berteleportasi menggunakan Pusaka Juring Sakti dan sampai disebuah tempat dipinggir Padepokan Gagak Ireng sebelah Selatan, Ganendra Wisnu Wijaya sambil mengintai situasi disekitar padepokan Gagak Ireng nampak hanya terlihat beberapa penjaga dipintu dan diatas dan setiap pojokan pun ada penjaga disebelah atas.


"Ini tidak seperti Padepokan tapi lebih terlihat seperti sebuah benteng pertahanan, berarti benar seperti Kakek bilang disini terindikasi digunakan untuk menghimpun kekuatan dan mungkin akan menyerang Kerajaan Sunda ketika sudah merasa Siap" gumam Ganendra Wisnu Wijaya


Ganendra Wisnu Wijaya akan segera memulai serangan namun Dia tetap waspada dan selalu hati-hati agar tidak terkena kalau Mereka memiliki senjata rahasia milik Mereka kemudian Ganendra Wisnu Wijaya mulai menyerang dengan jarum miliknya sehingga 4 orang penjaga didepan dan 2orang diatas sudah dapat dilumpuhkan langsung tidak bernafas hanya dalam hitungan detik, kemudian serangan menggunakan Jurus meringankan tubuh untuk naik ke pos penjaga atas untuk memantau situasi karena halusnya pergerakan Ganendra Wisnu Wijaya sehingga yang didalam tidak mengetahui keberadaannya, lalu Dia melanjutkan menyerang dengan jarum lagi sehingga mengenai empat orang penjaga yang masing-masing berada dipos atas dari empat penjuru pojokan padepokan sambil melompat ke genteng.


Terlihat para murid-murid Padepokan Gagak Ireng sedang santai, ada yang meminum tuak dan ada yang sedang main kartu.


"Hehe,,, Kalian ini kerjaannya cuma judi dan mabok-mabokan ya,,, hehehe" ucap Si Sableng Bertopeng yang mengagetkan Mereka semua, kemudian Mereka kebingungan mencari senjata


"Itu tu senjatanya ada disana,,, hehehe" ucap Si Sableng Bertopeng yang malah memberi tahu letak senjata Mereka, Mereka terlihat panik dan kebingungan seperti yang diperkirakan karena informasi yang didapat oleh Ganendra Wisnu Wijaya bahwa Guru Utama yang ditugaskan disini sedang kembali ke Kerajaan Nagari untuk menghadiri pesta pernikahan Anaknya.


Mereka sudah siap dengan senjatanya kemudian Si Sableng Bertopeng dan pasangannya turun kehalaman, pertarungan langsung pecah namun Ganendra langsung mencabut Pedang Petir yang merupakan Pedang Sakti yang dapat mengeluarkan energi petir, sehingga pertarungan nampak sangat mudah karena setiap yang terkena kilatan-kilatan petir atau bahkan terkena mata pedangnya bisa dipastikan tidak akan mampu bangkit lagi kecuali memiliki tingkat tenaga dalam yang sangat bagus


Beberapa orang yang tersisa dari Mereka sudah kena mental karena setiap Si Sableng Bertopeng mendekat Mereka malah mundur beberapa langkah karena ketakutan namun untuk malam ini memang istimewa Si Sableng Bertopeng langsung maju dan menghabisi semua Murid Gagak Ireng yang hobi membuat onar tanpa sisa, kemudian Si Sableng Bertopeng berkeliling ternyata dibeberapa kamar ada beberapa orang yang


Kemudian Mereka disuruh lari dari tempat itu, setelah memastikan misi sudah berhasil kemudian Si Sableng Bertopeng langsung keluar dari Padepokan, lalu mengeluarkan Ajian Amblas Bumi dan mengubur semuanya termasuk bangunan padepokan yang dibuat rata dengan tanah.


"Misi pertama selesai" gumam Ganendra Wisnu Wijaya yang sedang menjadi Si Sableng Bertopeng

__ADS_1


Kemudian Ganendra Wisnu Wijaya melanjutkan misi malam ini menjadi Si Sableng Bertopeng menuju Padepokan Gagak Ireng selanjutnya


__ADS_2