Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta

Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta
Misi Selesai


__ADS_3

Setelah selesai Ganendra Wisnu Wijaya pun melanjutkan kembali ke misi berikutnya ke Padepokan Gagak Ireng tengah, kondisinya seperti Padepokan Gagak Ireng selatan yang sudah dituntaskan diawal misi, tanpa menunggu lama Ganendra Wisnu Wijaya langsung menyerang lewat pintu depan tanpa sembunyi-sembunyi lagi.


"Woyy berhenti" ucap Penjaga


"Hehehe,,, Oke Aku berhenti hehehe" jawab Si Sableng Bertopeng yang langsung diam mematung


"Kau Siapa? Mau apa kesini" tanya Penjaga


"Hehehe Aku siapa ya, hehehe siapa ya Aku,, hehehe mau apa dong, wah kalau tanya satu-satu saja jangan banyak-banyak,,, hehehe" jawab Si Sableng Bertopeng


"Dasar Bocah Gendeng" ucap Penjaga, lalu Ganendra Wisnu Wijaya pun tanpa membuang waktu langsung mencabut Pedang Petir dari sarungnya dan langsung menebas kedepan sehingga Pintu Gerbang pun meledak seperti tersambar petir porak-poranda berantakan yang membuat semua penjaga terpental sehingga para murid Gagak Ireng yang lain pun berhamburan dan berkumpul dihalaman karena kaget


"Yee hehee akhirnya ngumpul semua,,, hehehe asik jadi rame,,, hehehe" ucap Si Sableng Bertopeng


"Kurang ajar Siapa Kau berani bikin ulah disini?" tanya salah satu Murid Padepokan Gagak Ireng


"Hehehe,, Aku tidak yakin untuk menjawabnya,,, hehehe aku sendiri bingung aku ini siapa,, hehehe" jawab Si Sableng Bertopeng


"Kasih Dia pelajaran, serang Dia" ucapnya, kemudian para murid Padepokan Gagak Ireng pun akan menyerang namun baru beberapa langkah maju Si Sableng Bertopeng sudah mengayunkan Pedang Petirnya yang membuat Mereka semua yang didepan terpental sehingga yang berada dibelakang ikut tergeletak karena tertimpa tubuh Orang didepannya, kemudian Si Sableng Bertopeng kembali mengayunkan Pedang Petir sehingga membuat Mereka kembali terpental dan seketika tak bernafas karena seperti tersambar petir dari energi Pedang Petir yang mampu membuat gagal jantung lalu Si Sableng Bertopeng memeriksa berkeliling untuk memastikan


"Akhirnya misi kedua selesai" ucap Si Sableng Bertopeng namun Dia merasakan keberadaan telik sandi seperti yang digambarkan oleh Mpu Bagera kemudian Si Sableng Bertopeng tiba-tiba menghilang dan sekejap berada dibelakang telik sandi tersebut


"Jangan bergerak, tenang saja Aku tak akan melukaimu" ucap Si Sableng Bertopeng


"Mohon maaf Pendekar Saya adalah telik sandi dari Kerajaan Sundapura" jawabnya


"Sampaikan kepada Baginda Prabu Sanjaya Surawisesa misi tinggal Padepokan Gagak Ireng yang ada dusebelah utara" ucap Si Sableng Bertopeng yang kemudian kembali menghilang dan berada didekat Padepokan Gagak Ireng lalu kembali mengeluarkan Ajian Amblas Bumi dan setelahnya Padepokan pun menjadi Rata dengan tanah seolah tidak pernah ada bangunan disitu, kemudian Si Sableng Bertopeng pun kembali menghilang,


"Benar-benar Pendekar yang sangat Sakti" ucap telik sandi tersebut dan kemudian Dia memutuskan untuk kembali ke Kerajaan Sundapura untuk melaporkan kejadian yang Dia lihat


***


Setelah sampai di Padepokan Gagak Ireng sebelah Utara Ganendra Wisnu Wijaya yang masih memakai topengnya merasakan ada yang berbeda, karena Dia tidak merasakan keberadaan para murid-murid Gagak Ireng didalam Padepokan, hanya ada dua orang dengan pakaian hitam dipintu gerbang.


"Hai hai hai hehehe,,, Kalian nungguin Siapakah? Hehehe" ucap Si Sableng Bertopeng


"Dasar cecunguk, sudah lama Kami disini menunggumu, sampai semua murid disini dipindah kepadepokan sebelah tengah hanya agar Kami bisa fokus menghabisimu" ucapnya


"Wah wah wah masa gitu,,,hehehe apa iya ya,, hehehe" jawab Si Sableng Bertopeng

__ADS_1


"Apa maksudmu?" ucap Pendekar satunya lagi yang terlihat sudah emosi


"hehehe,,, tadi Aku memulai dari selatan hehe lalu geser ke tengah hehehe lalu geser lagi deh kesini,,, hehehe" jawab Si Sableng Bertopeng


"Kurang ajar, Kau ini merasa benar-benar menjadi yang paling hebat rupanya" ucapnya dengan marah-marah, namun Si Sableng Bertopeng merasakan ada 20 Orang dikanan dan 17 Orang disebelah kiri yang dalam keadaan Siap menyerang


"Hehee,,, cieee akting ya,,, hehhe Kalian menipuku saja tidak berhasil,,, hehehe" ucap Si Sableng Bertopeng yang kemudian mencabut pedangnya dan mengayunkan kekanan dan kekiri masing-masing sebanyak 3x seketika teriakan menggema "Aahrhhhh,,, Badanku kenapa ini" teriak banyak orang disebelah kanan dan kiri Ganendra Wisnu Wijaya setelah itu hanya menyisakan rintihan kesakitan


"Hehehe Kalian lumayan juga,,, hehehe terkena 3x tapi masih bernafas, kalau gitu sekali lagi bonus dari Aku ya,,, hehehe" ucap Si Sableng Bertopeng mengayunkan pedang lagi dengan kekuatan yang lebih besar kemudian Pedangnya pun disarungkan kembali dan setelah itu suasana menjadi sunyi.


"Hehehe Kalian bohongnya kurang pinter hehehe tuh temen-temen kalian beneran udah gag ada,,, hehee jadi sekarang tinggal kalian berdua yang ada hehehe" ucap Si Sableng Bertopeng, keduanya nampak saling melihat


"hehehe kenapa takut yaa hehehe ciee penakut hehehe" ledek Si Sableng Bertopeng


"Kau kira Kami Sepasang Pendekar dari Goa Siluman akan takut kepadamu?" ucap salah satu dari keduanya yang nampak menggertak


"Hehehe Sepasang to Kalian ternyata hehehe, Baiklah berarti Kalian yang selama ini membantai Padepokan aliran Putih hehehe Akhirnya ketemu juga, nama Kalian sangat ditakuti karena kekejaman Kalian" ucap Si Sableng Bertopeng


"Hahaha,,, tidak perlu memuji karena saat ini Kau tidak akan Kami ampuni karena hargamu sangat tinggi, jika Kami menghabisimu maka Kami akan menjadi Orang yang bisa hidup mewah,,, hahaha" jawab Mereka


"Hehehe,,, baiklah, silahkan coba saja kalau bisa, Aku akan meladeni Kalian berdua" ucap Si Sableng Bertopeng namun tiba-tiba Diah Ayu Wardani muncul dari belakang dengan pakaian penyamaran dengan wajah ditutupi bertopeng.


"Ini adalah pasanganku, cieee pengen ya,,,hahaha tidak seperti Kalian,, hahaha" jawab Si Sableng Bertopeng


"Hanya seorang wanita, bukan masalah yang besar" ucap salah satu Pendekar tersebut


***


"Kenapa Dinda kesini?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya dengan telepati


"Dibawa Kakek untuk mengetes jurus berpasangan" jawab Diah Ayu Wardani


"Baiklah mari Kita serang bersama-sama dengan apa yang sudah Kita latih" ucap Ganendra Wisnu Wijaya lewat telepati


"Baik Kakang" jawab Diah Ayu Wardani dengan telepati


***


"Hehehe,,, jangan meremehkan wanita hehehe Aku normal berpasangan dengan wanita hehehe coba lihat kalian hehehe" jawab Si Sableng Bertopeng

__ADS_1


"Kurang ajar" ucap Mereka dengan emosi kemudian Mereka langsung menghunus Pedang, pedangnya sangat unik karena seperti ada awan hitam yang mnyelimuti pedang Mereka.


"Ini adalah sepasang Pedang Kembar dari aliran Wiso Ireng, tamatlah riwayatmu" kemudian Mereka langsung menyerang, sedangkan Si Sableng Bertopeng dengan pasanganya membuat formasi pertahanan dan langsung saja masing-masing mencabut pedang dan mengayunkan pedang untuk menangkis tebasan dari Mereka, Pedang Kembar Awan Hitam pun seketika patah dan mata pedang yang patah mengenai kedua tuannya dan keduanya seketika tak lagi bernafas dengan tubuh yang semakin lama menghitam dan kering.


"Waow Pedangnya mengerikan, sudah selesai misi malam ini Dinda" ucap Ganendra Wisnu Wijaya menggunakan telepati


"Iya Kakang ternyata pedang Kita jika digabungkan memang luar biasa" jawab Diah Ayu Wardani


"Benar sekali Dinda" jawab Ganendra Wisnu Wijaya dan tiba-tiba tanah sekitar padepokan bergerak dan amblas rata dengan tanah dan disamping kanan dan kiri Mereka juga amblas rata dengan tanah.


"Sudah selesai, sekarang Kita ke Kerajaan Sundapura untuk bertemu Prabu Sanjaya Surawisesa" ucap Mpu Bagera setelah menggunakan Ajian Amblas Bumi, lalu Mereka bertiga pun menghilang


***


Seperti biasa tak butuh waktu lama untuk sampai di Kerajaan Sundapura, Mpu Bagera dan kedua cucunya yang sedang memakai topeng mengagetkan semua Orang yang ada di Aula Utama, Para senopati langsung siap untuk menyerang Mereka bertiga,


"Hentikan para Senopati, Mereka adalah Kawan Kita" ucap Prabu Sanjaya Surawisesa


"Mohon ampun Baginda kalau Kami tidak sopan karena tiba-tiba muncul" ucap Mpu Bagera


"Tidak mengapa Mpu Bagera, ada apakah yang membuat Mpu Bagera tiba-tiba kesini?" tanya Prabu Sanjaya Surawisesa


"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa janji Saya, sudah Saya penuhi" jawab Mpu Bagera, namun kemudian tiba-tiba muncul telik sandi dan berbisik kepada Prabu Sanjaya Surawisesa


"Terima Kasih Mpu Bagera untuk bantuannya, terima kasih juga Dua Pendekar Bertopeng. Siapakah namamu Pendekar?" tanya Prabu Sanjaya Surawisesa


"Bukalah topeng Kalian, ini saatnya menghapus penyamaran dan menghilangkan sosok Pendekar yang sableng dan memakai topeng karena akan rawan dimanfaatkan orang lain jika sewaktu-waktu ada yang meniru lalu berbuat onar" ucap Mpu Bagera


"Baik Kakek" jawab keduanya dan kemudian melepas Topeng Mereka


"Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani" ucap Prabu Sanjaya Surawisesa kaget


"Benar Baginda Prabu, salam Hormat dari Kami" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Salam hormat kepada Baginda Prabu" ucap Diah Ayu Wardani


"Kemampuan Kanuragan dari aliran Kenaling Rogo memang sangat mengagumkan, Mpu Bagera, Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani layak menjadi Warga Kehormatan Kerajaaan" ucap Prabu Sanjaya Surawisesa


"Terima Kasih Baginda Prabu Sanjaya Surawisesa" jawab Mpu Bagera yang mewakili ketiganya

__ADS_1


__ADS_2