
"Mohon ampun Baginda Prabu, kalau boleh tau siapa Bekiau-beliau tamu Kita ini Baginda Prabu?" tanya Patih Tatang Wowon
"Beliau adalah Mpu Bagera, Kakang kandung dari Prabu Kertaraja Wiranegara Kerajaan Nagari yang memilih menepi dari Kerajaan Nagari pada masa itu. Yang laki-laki adalah Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya Cucu dari Mpu Bagera yang juga Cucu dari mendiang Raja Kerajaan Kahuripan, sedangkan yang paling cantik adalah Diah Ayu Wardani putri dari Guru Dirgajaya dari Padepokan Kenaling Rogo Gunung Pangrango" jawab Prabu Sanjaya Surawisesa, Patih Tatang Wowon dan semua senopati serta para punggawa kerajaan pun terdiam dan hanya melihat dengan tatapan kagum kepada Mereka bertiga.
"Kami mohon undur diri Baginda Prabu Sanjaya Surawisesa semoga apa yang Kami lakukan hari ini dapat melanjutkan hubungan baik Kerajaan Kahuripan dan Kerajaan Sundapura" ucap Mpu Bagera
"Baiklah Mpu Bagera, Saya sangat berterima kasih atas kebaikan Mpu Bagera, Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya dan Nimas Diah Ayu Wardani sampai ketemu lagi" jawab Prabu Sanjaya Surawisesa
"Baik Prabu Sanjaya Surawisesa, Kami mohon pamit" ucap Mpu Bagera dan kemudian menghilang berteleportasi untuk kembali ke Padepokan Gunung Pangrango
"Apakah sedang terjadi masalah di Jawa Baginda Prabu?" tanya Patih Tatang Wowon
"Ya betul sekali Patih, dalam rentang beberapa Tahun belakangan Kerajaan-kerajaan dijawa sudah menjadi satu dengan Kerajaan Nagari namun ketika yang meneruskan Tahta adalah Prabu Kertaraja Wiranegara mulai mengalami gejolak, karena Beliau terlalu condong dengan para Pendekar aliran hitam sedangkan aliran Putih dibumi hanguskan" jawab Sang Prabu Sanjaya Surawisesa
"Kalau boleh bertanya, apa sikap Kita nantinya Baginda Prabu?" tanya Patih Tatang Wowon
"Selama Kita tidak diganggu, Kita akan tetap diposisi Netral, menurut para Telik Sandi ada indikasi bahwa Kerajaan Nagari mempersiapkan diri untuk menyerang Kerajaan Kita, tapi bibit kekuatan sudah dibereskan oleh Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani hari ini" jawab Prabu Sanjaya Surawisesa
"Baik Baginda Prabu, apapun keputusan Baginda Prabu, Kami akan selalu siap untuk melaksanakan" ucap Patih Tatang Wowon
***
Mpu Bagera, Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani sudah sampai di Padepokan Gunung Pangrango, kemudian Mpu Bagera menjewer telinga Ganendra Wisnu Wijaya
"Aduhduhh,,, sakit Kakek, ampun Kek" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Siapa yang nyuruh membocorkan tentang Si Sableng Bertopeng kepada Diah Ayu Wardani tanpa ijin Kakek" ucap Mpu Bagera
"Maaf Kakek, aduduhhh,,, telingaku bisa panjang nanti Kek, aduhh" ucap Ganendra Wisnu Wijaya kemudian Mpu Bagera melepaskan tangannya dari telinga Ganendra Wisnu Wijaya
"Sembrono itu namanya" ucap Mpu Bagera
"Maafkan Aku Kakek, kemarin keceplosan" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Beberapa bulan lagi Kalian akan menikah, jadi harus latihan yang giat. Kalian juga akan memulai misi menjadi pasangan Pendekar Bertopeng" ucap Mpu Bagera
"Baik Kakek" jawab keduanya
"Sekarang kembalilah kekamar masing-masing besok pagi sudah harus memulai misi" ucap Mpu Bagera, kemudian keduanya langsung pergi ke kamar masing-masing
***
Pada pagi hari, Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani sudah bersiap dan sesuai instruksi dari Mpu Bagera, misi yang akan mereka lakukan adalah misi rahasia jadi Mereka tidak boleh membicarakan masalah misi kepada siapapun termasuk kepada kedua orang tuanya.
Setiap misi yang Mereka jalani ternyata sesuai dengan prediksi, Mereka sudah berbulan-bulan memberantas para bromocorah yang sebagian besar adalah murid-murid dari Padepokan Gagak Ireng.
***
Tak terasa hari pernikahan yang sudah ditentukan oleh Mpu Bagera dan Guru Dirgajaya tinggal beberapa hari lagi, kemudian disore hari ketika Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani kembali dari misi yang Mereka lakukan Mpu Bagera mencegat lalu mengajak ngobrol keduanya.
__ADS_1
"Beberapa hari lagi Kalian akan menikah, jadi harus dipingit, Diah Ayu Wardani tidak boleh keluar kamar sampai hari H, sedangkan Ganendra Wisnu Wijaya tidak boleh menemui Diah Ayu Wardani dan tidak boleh berkomunikasi walau lewat telepati, misi juga libur total karena Kalian harus fokus kepada kehidupan Kalian untuk sementara waktu" ucap Mpu Bagera
"Baik Kakek" jawab keduanya
"Sekarang kembalilah kekamar masing-masing besok sudah tidak boleh ketemu" ucap Mpu Bagera
"Dinda sampai ketemu saat hari pernikahan ya" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Iya Kakang, sampai ketemu lagi" jawab Diah Ayu Wardani
"Kalau rindu bayangkan saja wajahku" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Kakang juga ya" jawab Diah Ayu Wardani
"Woyy,,, udah udah, segera kekamar" ucap Mpu Bagera kemudian Mereka pun langsung kembali kekamar
"Dasar Anak Muda" ucap Mpu Bagera yang kemudian kembali kekamar
***
Keesokan paginya saat Mpu Bagera bangun terjadi kegaduhan didepan kamar Diah Ayu Wardani karena Diah Ayu Wardani tak mau keluar kamar.
"Ada apa ini?" tanya Mpu Bagera
"Diah Ayu tidak mau keluar Bopo, disuruh makan gag mau keluar mintanya dibawain, disuruh bantu didapur juga gag mau" ucap Nyai Dirgajaya
"Dia sedang menjalani pingitan, jadi tidak boleh keluar kamar, tidak boleh ketemu Ganendra Wisnu Wijaya juga" jawab Mpu Bagera
"Nak Diah Ayu jangan begitu sama Ibunya, bikin panik kan kasihan sama Ibunya" ucap Mpu Bagera
"Hehee,,, Iya Kek, maaf Kek cuma bercanda Kek" jawab Diah Ayu Wardani
"Kamu boleh keluar tapi jangan sampai ketemu dengan Ganendra" ucap Mpu Bagera
"Baik Kek" jawab Diah Ayu Wardani kemudian keluar dari kamar
"Disekitaran rumah saja, jangan keluar ya nanti Ganendra pasti ada disekitar halaman" ucap Mpu Bagera
"Hehehe Baik Kek, Saya paham Kek" jawab Diah Ayu Wardani
***
Sementara Ganendra Wisnu Wijaya seperti kebingungan hanya termenung dihalaman, kadang latihan kadang duduk, seperti orang kebingungan, kadang mengobrol dengan murid-murid lain.
"Kamu kenapa Nak, seperti orang bingung saja kalau dilihat" ucap Pangeran Gunawan Wibisono yang berjalan dari belakang
"Hehee,,, tidak apa-apa Ramanda, Saya hanya lelah saja" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Haha,,, Ramanda tau pasti Kamu rindu dengan Diah Ayu Wardani kan?" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
__ADS_1
"Hehehe tidak Ramanda, hanya merasa ada yang beda biasanya ketemu terus jadi tidak ketemu rasanya ada yang kurang" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Itu namanya Rindu,,, hahaha" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Bagaimana menurut Ramanda apa yang akan Kita lakukan kedepannya setelah ini" tanya Ganendra Wisnu Wijaya mengalihkan pembicaraan
"Kita harus selalu Siap, nanti Kita akan survei dulu menghimpun kekuatan yang masih tersisa dari para penduduk yang masih setia kepada Kerajaan Kahuripan" jawab Pengeran Gunawan Wibisono
"Apakah Kita harus melatih yang belum bisa beladiri dari nol Ramanda?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Tidak mungkin jika pemuda disana tidak bisa beladiri karena para sesepuh pasti sudah mendidik para pemuda latihan beladiri karena tradisi Kerajaan Kahuripan dulu bahwa setiap pemuda harus menguasai beladiri untuk mempertahankan keluarga dari Orang jahat, minimal bisa menjaga diri sendiri dari penindasan orang lain jadi jangan khawatir dengan hal itu" jawab Pangeran Gunawan Wibisono
"Syukur kalau begitu Ramanda jadi nanti agenda yang akan Kita lakukan tidak terlalu sulit kedepannya" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Semoga Gusti Hamengku Jagad memberikan Kita kemudahan" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Aamiin" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Kelak akan tiba saatnya kehidupan akan kembali tertata seperti yang seharusnya" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Oh iya Ramanda apakah saudara Kita masih banyak disana?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Seharusnya masih ada, semoga nanti Kita akan segera bertemu dengan Mereka" jawab Pengeran Gunawan Wibisono
"Apakah Kakek Rajasawira Wirabuana memiliki cucu atau Anak Ramanda?" tanya Ganendra Wisnu Wijaya
"Hahaa,,, Kamu ini sangat semangat sekali, Ramanda juga belum tau karena baru bertemu sekian lama ketika pernikahan kemarin" jawab Pangeran Gunawan Wibisono
"Oh iya, Maaf Ramanda Aku lupa,, hehehe" jawab Ganendra Wisnu Wijaya
"Ya sudah hari sudah sore, mandilah dulu Ramanda juga akan mandi, tapi ingat selama masa pingitan Kamu tidak boleh menemui Diah Ayu Wardani" ucap Pangeran Gunawan Wibisono
"Baik Ramanda, kalau begitu Aku akan mandi dulu" jawab Ganendra Wisnu Wijaya kemudian beranjak pergi kebelakang untuk mandi
***
"Kakang sedang apa?" tanya Nyai Maharani
"Tadi sehabis ngobrol dengan Ganendra, Dinda mau kemana?" tanya Pangeran Gunawan Wibisono
"Dinda hanya mencari Kakang saja, tak kira kemana. Lha Nak Ganendra kemana Kakang?" tanya Nyai Maharani
"Dia mandi karena sudah sore. Baru sehari dipingit tapi tak kuat menahan rindu,,, haha" jawab Pangeran Gunawan Wibisono
"Oalah namanya juga anak muda Kakang, sedang kasmaran" ucap Nyai Maharani
"Betul Dinda, Aku bersyukur perjodohan antara Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani berjalan dengan lancar dan keduanya nampak saling mencintai" jawab Pangeran Gunawan Wibisono
"Benar sekali Kakang, Aku juga sangat bahagia melihatnya" ucap Nyai Maharani
__ADS_1
"Ya sudah karena sudah sore, Kakang mandi dulu" ucap Pangeran Gunawan Wibisono lalu keduanya berjalan menuju kedalam rumah