
Gagal dalam misi Kau masih berani menunjukkan batang hidungmu didepanku Suro Dwipo?" teriak Suto Wiro
"Maafkan Aku Guru, Mohon ma--" ucap Suro Dwipo, belum selesai sudah dipotong oleh Suto Wiro
"Sekarang pergilah dari hadapanku, Kau bukan lagi muridku karena sepertinya kemampuanmu sudah lenyap" ucap Suto Wiro
"Kau ini sudah berumur harusnya sudah banyak makan asam garam Dunia Persilatan, misi yang Kau berikan kepada Muridmu belum tentu Kau bisa berhasil menjalaninya, Kau tak layak disebut Guru,,, tak ada rasa mengayomi" ucap Ganendra Wisnu Wijaya yang nampak kesal.
"Jadi Kau menganggap jika ilmumu lebih hebat dariku? Dasar Anak bau kencur sepertinya Kau sudah bosan hidup jadi datang kesini dengan suka rela, jadi nanti Aku akan mendapatkan bayaran lumayan banyak dari Patih Lodaya karena sudah bisa menghabisi seorang Pendekar dari Padepokan Gunung Pangrango" ucap Suto Wiro
"Apakah Kau yakin dengan perkataanmu jika akan mudah mengalahkanku?" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Cepat serang Dia" teriak Suto Wiro yang langsung membuat murid-muridnya berdiri mengepung Ganendra Wisnu Wijaya. Namun Ganendra Wisnu Wijaya tetap tenang dan santai walau sudah dikepung 30 murid padepokan Kabut Hitam yang kesemuanya sudah menghunus golok masing-masing dan langsung menyerang Ganendra Wisnu Wijaya dengan ganas namun Dia dapat mengatasi serangan itu dengan mudah, walaupun tidak memakai senjata namun dengan Ajian Tapak Besi sabetan golok dari murid-murid Kabut Hitam dapat ditangkis dengan tangan tanpa mengalami goresan sedikitpun lalu satu demi satu mereka sudah terpental karena terkena tendangan dan pukulan dari Ganendra Wisnu Wijaya, beruntung jika hanya terkena tendangan karena mereka yang terkena pukulan dari Ajian Tapak Besi seketika mengalami luka dalam yang cukup parah, memang Ganendra Wisnu Wijaya dapat memilah jika dari aura Mereka sangat jahat Dia akan memukulnya dengan Ajian Tapak Besi namun jika hanya seorang pesuruh yang ilmu kanuragannya rendah hanya akan ditendang sampai pingsan.
__ADS_1
Dari 30 Orang yang menyerang sekarang hanya menyisakan 10 Orang yang terlihat mulai takut menyerang Ganendra Wisnu Wijaya karena beberapa dari mereka sudah berhasil mengenai tapi Ganendra Wisnu Wijaya tidak mengalami luka sedikitpun karena ilmu Lembu Sakilan dari Ganendra Wisnu Wijaya memang berada dilevel terbaik jika dibandingkan dengan pendekar yang masih aktif saat ini.
10 Orang yang tersisa adalah anak buah Kabut Hitam yang levelnya lumayan tinggi namun level Ganendra Wisnu Wijaya saat ini masih berada diatas mereka, sebelum Mereka mulai menyerang Ganendra Wisnu Wijaya tiba-tiba bergerak sangat cepat merangsek kedepan untuk menyerang dan berhasil menghabisi 2 orang lagi dengan pukulan Tapak Besi miliknya, ketika Mereka melihat 2 temannya yang mengalami bekas hitam didada mereka, 8 orang yang masih berdiri langsung gemetar sampai tidak berani bergerak.
"Kalau kalian mau lari, pintunya disana belum berpindah" ucap Ganendra Wisnu Wijaya, lalu mereka saling memandang dan berlari menuju pintu namun jarum beracun sudah mengenai mereka yang dilancarkan oleh Suto Wiro
"Kau memang tak masuk kriteria sebagai seorang Guru, Kau sangat tega terhadap muridmu sendiri, Guru macam apa Kau ini Suto Wiro" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Kamu ini kenapa, makanya jangan banyak begadang, sudah ngantuk?" sindir Ganendra Wisnu Wijaya
"Dasar Anak Bau Kencur,, Kau berani mempermainkanku!" teriak Suto Wiro yang langsung merangsek menyerang Ganendra Wisnu Wijaya
Namun Ganendra Wisnu Wijaya berhasil menangkis dan menghindari serang demi serangan yang dilakukan oleh Suto Wiro, Jurus-jurus milik Suto Wiro memang hebat karena disatu serangan dapat merobek lengan baju Ganendra Wisnu Wijaya dengan Jurus Cakar Gagak milik perguruannya yang membuatnya tersenyum senang, kemudian Ganendra Wisnu Wijaya gantian berinisiatif menyerang Suto Wiro menggunakan jurus Pamacan kemudian tehnik Pamacan Ganendra Wisnu Wijaya dapat melukai lengan Suto Wiro lumayan cukup untuk membuatnya meringis kesakitan, lalu Ganendra Wisnu Wijaya mengangkat bahunya tanda jika pola serangan Suto Wiro bisa dibalasnya dengan dampak yang lebih parah, kemudian Suto Wiro nampak tambah emosi lalu mengeluarkan sebuah senjata tongkat berwarna hitam yang diujungnya memiliki bentuk kepala ular, senjata tersebut adalah Pusaka milik Perguruan Kabut Hitam yang terkenal karena didalam Kepala ular tongkat itu dapat mengeluarkan racun ketika mengenai tubuh lawan.
__ADS_1
Ganendra Wisnu Wijaya kemudian mengambil Golok yang tergeletak didekatnya untuk digunakan sebagai senjata, lalu Ganendra Wisnu Wijaya mengaliri golok tersebut menggunakan Cakra miliknya sehingga membuat golok itu lebih tajam dan kuat.
"Kau ini terlalu meremehkanku Bocah, sekarang terimalah seranganku" teriak Suto Wiro yang kemudian menyerang Ganendra Wisnu Wijaya dengan lebih ganas lagi, Ganendra Wisnu Wijaya hanya menangkisnya menggunakan golok tadi, semua jurus dan pola serangan sudah dikeluarkan oleh Suto Wiro tapi tak mampu mengenai Ganendra Wisnu Wijaya, kemudian saat pertarungan jarak dekat semakin intens dan berdurasi sangat lama karena jual beli serangan terus dilakukan, nampak dalam pertarungan Suto Wiro yang mulai kelelahan karena terpancing permainan emosi dari Ganendra Wisnu Wijaya, Dia mulai kehilangan fokus sehingga Tongkat Pusakanya ditebas oleh Ganendra Wisnu Wijaya sehingga membuat ornamen Kepala ular terbelah dan Racun terus keluar dari tongkat itu sehingga racun itu tak sengaja dihirup oleh Suto Wiro sampai mengenai tangannya yang membuat tangannya seketika menghitam, Ganendra Wisnu Wijaya kaget melihatnya karena racun itu sangat ganas melebihi perkiraannya, kemudian Dia mundur beberapa langkah karena sebagian tubuh Badiro sudah terkena racun itu kemudian Ganendra Wisnu Wijaya mengeluarkan Ajian Lebur Saketi, dan berhasil mengenai Suto Wiro yang seketika pakaiannya robek compang-camping namun tubuhnya tidak tergores sama sekali, hanya memerah pada beberapa bagian tubuhnya yang terlihat disela-sela pakaian yang robek.
"Bagaimana Suto Wiro rasa racun senjatamu sudah membuatmu terluka, senjata makan tuan,,, itulah karma untukmu, Sayang sekali karena keserakahanmu akan dunia dan Kau memilih berdiri dipihak Patih Lodaya membuat Kau harus memutus keilmuan Kabut Hitam padahal Kau merupakan Generasi ketujuh tapi juga menjadi Generasi terakhir, andai saja Kau memilih netral dan tidak ikut campur dalam hal ini, karena padepokanmu ini berada diwilayah Kerajaan Sundapura jadi Kau bisa bebas memilih" ucap Ganendra Wisnu Wijaya
"Aku akui jika kemampuanmu memang sangat hebat" ucap Ganendra Wisnu Wijaya lalu Dia sudah tergeletak dan sudah tidak bernafas.
Beberapa orang yang pingsan sudah kembali tersadar, ketika Mereka melihat Ganendra Wisnu Wijaya mereka hendak lari namun diteriaki Olehnya
"Woyy jangan lari aku tak akan mencelakai kalian, Kalian harus urus semua kekacauan disini, Namun jangan sentuh Gurumu walaupun hanya pakaiannya karena Dia terkena racun dari senjatanya sendiri, cari cara bagaimana menguburkan Gurumu itu, setidaknya Dia adalah Gurumu jadi urus dengan baik" ucap Ganendra Wisnu Wijaya Kemudian Dia pun menghilang dari pandangan mereka.
Lalu Ganendra Wisnu Wijaya muncul ditepi sebuah sungai untuk mandi sekalian membakar semua pakaiannya karena Dia khawatir jika terkena racun dari percikan udara ketika bertarung tadi, setelah dirasa cukup bersih kemudian Dia berganti pakaian menggunakan ajian pemindah sehingga bisa mengambil pakaian bersih tanpa harus pulang.
__ADS_1