Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta

Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta
Hadiah Untuk Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya


__ADS_3

Setelah selesai pertarungan sparing antara Ganendra Wisnu Wijaya melawan Jaya Prawirabuana nampak Pangeran Rajasawira Prawirabuana mengajak cucunya Jaya Prawirabuana mengobrol


"Bagaimana rasanya bertarung dengan Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya cucuku?" tanya Pangeran Rajasawira Prawirabuana kepada Jaya Prawirabuana


"Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya berada dilevel berbeda denganku Kek, Aku menyadarinya ketika masih bertarung dengan tangan kosong" jawab Jaya Prawirabuana


"Kalau menurutmu bagimana tehnik dari Jaya Prawirabuana, Pangeran?" tanya Pangeran Rajasawira Prawirabuana kepada Ganendra Wisnu Wijaya


"Sudah cukup bagus Kek, jurus-jurusnya unik khas dari aliran daerah Kahuripan hanya saja tidak diimbangi kebugaran fisik yang maksimal" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Dengarkan itu Cucuku, untuk kemajuanmu mumpung disini Kamu bisa mencari lawan sparing tiap hari karena Padepokan Gunung Pangrango sudah terkenal mencetak Pendekar-pendekar hebat" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana


"Sekali-kali cobalah dengan Paman Tejarana, beliau juga sangat hebat kemampuannya" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Tejarana adalah Putra dari Kakang Bagera sudah pasti kemampuannya sangat hebat" ucap Pangeran Rajasawira Prawirabuana


"Baik Kakek, lain waktu Aku akan kembali menguji kemampuanku melawan Paman Tejarana" jawab Jaya Prawirabuana kemudian Mereka bertiga mengobrol tentang evaluasi dari kemampuan Jaya Prawirabuana, Ganendra Wisnu Wijaya pun dengan senang hati memberi masukan kepada Adiknya tersebut, Jaya Prawirabuana juga sangat mampu dengan cepat memahami apa kekurangannya.


"Kamu berpotensi menjadi Pendekar hebat namun yang terpenting adalah mengolah mental agar tidak terombang ambing gemerlap duniawi, karena Pendekar Hebat akan cenderung memiliki godaan yang lebih besar karena konflik kepentingan para orang yang memiliki ambisi" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Betul sekali seperti yang Pangeran Ganendra ucapkan, jadi sebagai seorang pendekar harus matang dalam hal kerohanian agar tidak tersesat dihutan belantara keduniawian" sambung Pangeran Rajasawira Prawirabuana


"Namun setiap orang memiliki pilihan hidup masing-masing, memilih terbawa arus atau membuat arus namun yang terpenting adalah sebuah kesetiaan, bukan kesetiaan kepada seseorang namun kesetiian kepada hatimu sendiri" ucap Ganendra Wisnu Wijaya menambahkan


"Baik Kakek, akan Aku pahami juga perkataan dari Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya karena butuh proses untuk memahaminya" jawab Jaya Prawirabuana


"Dijalani saja dan dinikmati kehidupan ini yang terpenting jangan merugikan orang lain berupa kedzaliman, Merampas yang bukan haknya, Merusak Pagar Ayu atau berzina ataupun biasa disebut mencuri istri orang, semuanya adalah perbuatan tercela yang dapat menodai hatimu" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Baik Pangeran, Saya akan berusaha menghidupi ajaran-ajaran leluhur seperti yang Pangeran dan Kakek ucapkan tadi" jawab Jaya Prawirabuana


***

__ADS_1


"tok,, tok,,"


"Masuk" jawab Diah Ayu Wardani yang berada didalam kamar


"Boleh Ibu masuk Nak?" tanya Nyai Maharani


"Tentu boleh Ibu, silahkan masuk" jawab Diah Ayu Wardani


"Lagi ngapain?" tanya Nyai Maharani


"Baru selesai meditasi Ibu" jawab Diah Ayu Wardani


"Bagaimana beberapa hari lagi Nak Diah Ayu akan menjadi istri Anakku Ganendra Wisnu Wijaya, benarkah sudah siap?" tanya Nyai Maharani


"Sudah Siap Ibu, Saya merasa ketika berada disebelah Kakang Ganendra selalu merasa tenang dan setiap kali apapun yang Kakang lakukan selalu membuat Saya sangat mengaguminya" jawab Diah Ayu Wardani


"Syukur kalau begitu, jalan kedepan mungkin akan sulit jadi kuatkan hati dan selalu bersabar, Ibu yakin jika Ganendra Wisnu Wijaya tidak akan menyakiti hatimu, Dia juga anak yang baik jadi kalau seumpama ada apa-apa harus selalu dikomunikasikan dengan kepala dingin ya Nak, jangan terbawa emosi karena seorang Istri harus lebih kuat dari suami karena ketika suami sedang goyah maka Kita sebagai Istri yang akan menguatkan hati suami agar tidak patah semangat" ucap Nyai Maharani


***


"Maaf Bopo Saya ingin menanyakan perihal pernikahan Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani yang tinggal beberapa hari lagi" ucap Guru Dirgajaya


"Apa ada yang masih mengganjal dalam pikiranmu Nakmas?" tanya Mpu Bagera


"Ini sekalian mumpung ada Pangeran Gunawan Wibisono jadi sekalian bisa dibahas bersama gitu Bopo, tadi malam Aku dan Istriku membahas tentang acara pernikahan nanti, Kami mempertimbangkan bahwa kondisi saat ini masih belum baik jadi Saya ingin menyelenggarakan acara Pernikahan mereka untuk kalangan Kita saja Bopo agar identitas Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani tidak banyak orang yang tau agar saat Mereka nanti mengembara ataupun membangun kembali Kerajaan Kahuripan, Mereka belum dikenal oleh siapa-siapa" jawab Guru Dirgajaya


"Kalau Bopo terserah Nakmas Dirgajaya saja karena masalah ini sepenuhnya Hak dari Keluarga Nakmas Dirgajaya walau Kita ini sedari dulu sudah menjadi keluarga" ucap Mpu Bagera


"Betul Kakang, masalah ini sepenuhnya Kami serahkan pada Kakang Dirgajaya" ucap Pangeran Gunawan Wibisono menambahkan


"Baiklah Bopo - Pangeran Gunawan Wibisono, jika tidak keberatan Aku akan menyelenggarakan acara Pernikahan dengan sederhana saja" jawab Guru Dirgajaya, tiba-tiba ada seorang murid yang mendekati Mereka ketika sedang mengobrol

__ADS_1


"Mohon maaf Guru, ada tamu dari Kerajaan Sundapura" ucap Murid tersebut


"Segera persilahkan Masuk, Kami akan menyambut didepan Ruang Utama Padepokan" jawab Guru Dirgajaya


"Sepertinya Kita harus bersama-sama menyambut tamu besar Kita Bopo-Pangeran Gunawan Wibisono, mungkin ada hal penting dari Prabu Sanjaya Surawisesa" ucap Guru Dirgajaya


"Baiklah mari, Anakku Gunawan Wibisono tolong Kau panggil Pamanmu Pangeran Rajasawira Prawirabuana dan Ganendra Wisnu Wijaya sekalian" ucap Mpu Bagera


"Baik Bopo" jawab Pangeran Gunawan Wibisono yang langsung bergegas memanggil Pangeran Rajasawira Prawirabuana dan Ganendra Wisnu Wijaya , kemudian latihan pada saat itu langsung dihentikan dan para murid karena diperintahkan untuk ikut membantu menjamu para tamu nantinya.


***


Setelah Gerbang dibuka terlihatlah Sang Maha Patih Kerajaan Sundapura yaitu Patih Tatang Wowon dan beberapa Senopati dan Prajurit yang membawa Kuda.


"Selamat Datang Sang Patih Tatang Wowon dari Kerajaan Sundapura dan para Senopati serta para Prajurit" ucap Guru Dirgajaya


"Terima Kasih Guru Dirgajaya, mohon maaf bila kedatangan Kami mendadak dan tidak memberi tau sebelumnya" jawab Patih Tatang Wowon


"Kedatangan Sang Patih dan Para Punggawa kerajaan adalah sebuah kehormatan untuk Kami, mari Silahkan masuk" ucap Guru Dirgajaya, kemudian Mereka bersama-sama masuk ke ruang utama padepokan


"Silahkan duduk" ucap Guru Dirgajaya


"Terima Kasih Guru Dirgajaya " jawab Patih Tatang Wowon


"Mohon maaf sebelumnya, ada hal penting apakah sehingga Sang Prabu memerintahkan Sang Patih dan Para Senopati untuk datang ke Padepokan Gunung Pangrango?" tanya Guru Dirgajaya


"Begini Guru Dirgajaya maksud Kami datang kesini yang pertama adalah menyambung silaturahim dan yang kedua adalah memberikan seserahan untuk Pernikahan Pengeran Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani jadi Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya tidak perlu memberikan seserahan karena semua sudah ditanggung oleh Sang Prabu Sanjaya Surawisesa dari Kerajaan Sundapura sebagai bentuk rasa terima kasih atas bantuan Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya beberapa hari yang lalu, Kami menyerahkan beberapa Kotak perhiasan dan 6 ekor Sapi serta 5 kain Sutra, mohon diterima bukan untuk membayar jasa Pangeran Ganendra Wisnu Wijaya namun lebih pada sebuah hadiah untuk mempererat tali persaudaraan" jawab Patih Tatang Wowon


"Saya dengan senang hati menerima, namun lebih pasnya silahkan Nak Ganendra yang menjawab" ucap Guru Dirgajaya


"Wah Saya malah merepotkan ini ceritanya, Saya sangat berterima kasih kepada Sang Prabu atas perhatiannya kepada Saya dan tentunya Sang Patih dan Para Senopati yang mau menyempatkan kesini, ini adalah sebuah kehormatan bagi Saya" jawab Ganendra Wisnu Wijaya

__ADS_1


"Tidak perlu sungkan Pangeran, karena Pangeran adalah warga kehormatan Kerajaan Sundapura dan memiliki jasa yang besar untuk Kami" ucap Sang Patih, kemudian Mereka pun mengobrol dan menikmati hidangan yang sudah disiapkan.


__ADS_2