Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta

Pendekar Pedang Petir - Sang Penerus Tahta
Calon Mantu


__ADS_3

Lalu mereka pun turun dari panggung latih tanding bersama, kemudian menemui Guru Dirgajaya


"Bopo apakah Saya boleh dilatih oleh Kakang Ganendra?" tanya Diah Ayu Wardani


"Tentu saja boleh Anakku" jawab Guru Dirgajaya sambil tersenyum


"Mohon ijin Bopo, tapi sebelumnya Saya harus meminta ijin kepada Kakek Bagera terlebih dahulu dan kalau diijinkan akan membawa Dinda Diah Ayu Wardani untuk menghadap Kakek Bagera dahulu, untuk bertemu agar Kakek percaya bahwa Saya mengajari dinda Diah Ayu Wardani,, hehe" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Tentu saja boleh Anakku" jawab Guru Dirgajaya dengan senyuman sumringah, sangat paham dengan maksud Ganendra Wisnu Wijaya


"Apakah harus seperti itu Kakang?" tanya Diah Ayu Wardani dengan kaget karena harus diajak ke Lereng Gunung Merapi terlebih dahulu.


"Ya harus begitu donk,,, hehe Gimana mau atau tidak Dinda? Bopo sudah mengijinkan lho" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Ya lebih baiknya seperti itu Anakku Diah Ayu Wardani, sudah lama juga Guru Bagera tak melihatmu, jadi tidak masalah jika Kamu menghadap Beliau karena Guru Bagera adalah Kakek sekaligus Guru dari Nak Ganendra Wisnu Wijaya" jawab Guru Dirgajaya sambil tersenyum


"Baiklah kalau begitu, kapan Kakang akan mengajakku menghadap Kakek Bagera?" tanya Diah Ayu Wardani dengan lugu


"Sekarang pun boleh kalau Bopo mengijinkan nanti malam Kita akan pulang karena harus bersiaga di Padepokan" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Boleh Anakku, Bopo mengijinkan" jawab Guru Dirgajaya


"Baik Bopo, Kami mohon pamit" ucap Ganendra Wisnu Wijaya yang langsung memegang tangan Sukma Diah Ayu Wardani dan langsung menghilang dari pandangan mata.


"Nak Ganendra ini sangat cerdik,,,hahaha Diah Ayu Wardani tak sadar bahwa niat Nak Ganendra Wisnu Wijaya adalah mengenalkannya kepada Kakek, Nenek dan Ibunya" ucap Guru Dirgajaya sambil tertawa


"Ganendra Wisnu Wijaya memang Anak yang cerdas ya Kakang" ujar Nyai Eis yang berjalan dari arah belakang


"Kemampuan Silat Ganendra Wisnu Wijaya begitu mengagumkan dan Sikapnya dipanggung latih tanding tadi sangat menjaga martabat Diah Ayu Wardani, bisa saja Ganendra mengalahkan Diah Ayu Wardani dengan satu serangan ketika diawal pertandingan" ucap Guru Dirgajaya


"Kepribadiannya sama seperti Orang Tuanya Guru Wijaya Karna dan Nyai Maharani yang menjunjung tinggi sebuah budi luhur seorang Pendekar" ucap Guru Gunawan


"Betul sekali Adimas Gunawan, Aku sangat bersyukur memiliki Menantu sepertinya kelak" ucap Guru Dirgajaya

__ADS_1


***


Ketika Mpu Bagera dan keluarganya sedang mengobrol dipendopo, tiba-tiba Ganendra Wisnu Wijaya muncul menggandeng tangan seorang perempuan.


"Lho sudah kembali Nak, apakah ini Diah Ayu Wardani calon menantu Ibu?" ucap Nyai Maharani, mendengar pertanyaan itu Diah Ayu Wardani wajahnya menjadi merah.


"Perkenalkan Saya Diah Ayu Wardani anak dari Bopo Dirgajaya, salam hormat" ucap Diah Ayu Wardani


"Jangan malu-malu Nak, panggil Aku Ibu, ini Kakek dan Nenek" ujar Nyai Maharani kemudian beranjak mengajak Diah Ayu Wardani duduk disebelahnya dan memeluknya


"Sudah besar sekarang Nak Diah Ayu Wardani" ucap Mpu Bagera dan Nyai Bagera hanya tersenyum karena melihat tingkah Anak perempuannya yang terlihat begitu bahagia


"Apakah Kita pernah bertemu Kek?" tanya Diah Ayu Wardani


"Dulu ketika Kamu masih berumur 5 Tahun diajak kesini oleh Bopomu" jawab Mpu Bagera


"Ada Diah Ayu Wardani kenapa Aku jadi dilupain?" ucap Ganendra Wisnu Wijaya namun tidak ada yang menggubrisnya


"Hahaha,,, Ganendra Wisnu Wijaya tidak perlu meminta ijin Nak kalau hanya untuk mengajarimu, itu biar Kamu mau diajak kesini saja" jawab Mpu Bagera tertawa, Nyai Bagera hanya tertawa sambil geleng kepala karena mendengar Cucunya membohongi Calon Istrinya agar bisa membawanya kerumah.


"Dasar Anak nakal, Kamu membohongi Calon istrimu agar mau diajak kesini ya" ucap Nyai Bagera


"Yang penting sudah dijinkan Bopo Dirgajaya Nek,,, hehehe" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Mana mungkin tidak diijinkan membawa Calon Istri menemui keluarga" jawab Mpu Bagera sambil tertawa, Diah Ayu Wardani hanya bisa tersenyum dengan wajah memerah karena ulah Ganendra Wisnu Wijaya


"Gimana Nak Diah Ayu, selama kalian bertemu apakah Ganendra nakal sama Kamu apa tidak? kalau nakal biar Ibu jewer sekarang" ucap Nyai Maharani, Diah Ayu Wardani hanya tertawa seperti kebingungan mau menjawa apa.


"Nanti kalau Ganendra nakal bilang sama Kakek juga biar nanti Kakek yang urus" ucap Mpu Bagera


"Hehehe baik Ibu, Baik Kakek, nanti kalau Kakang Ganendra nakal, Diah Ayu langsung kesini ya" ucap Diah Ayu Wardani dengan lugu


"Eh ada Gadis cantik, calon keponakan Paman Diah Ayu Wardani" ucap Tejarana

__ADS_1


"Hai Paman Tejarana , iya diajak Kakang Ganendra Wisnu Wijaya kesini" jawab Diah Ayu Wardani, lalu mereka mengobrol dan sesekali bercanda suasana sangat hangat yang membuat Diah Ayu Wardani sangat betah, walau hanya dengan Kakek, Nenek, Ibu dan Paman namun terasa sangat ramai bila dibandingkan ketika dipadepokan dengan puluhan Orang tapi Dia merasa sepi karena Bopo dan Ibunya selalu sibuk dan Diah Ayu Wardani hanya menghibur diri dengan latihan Silat, Pedang dan Kanuragan.


"Cucuku Diah Ayu Wardani harus mengerti kalau dipadepokan Bopo dan Ibumu memiliki tanggungjawab yang besar karena harus mengurus puluhan murid disana jadi jangan merasa kecil hati ya, bukan karena tidak sayang tapi karena kondisi yang berbeda" ucap Mpu Bagera seakan mengerti dalam batin yang dirasakan Diah Ayu Wardani


"hehehe,,, Iya Kakek, Diah Ayu paham Kek" jawab Diah Ayu Wardani tak terasa hari sudah mulai gelap karena terlarut dengan kehangatan suasana.


"Hari sudah mulai gelap, Dinda Kita harus kembali kepadepokan karena situasi sedang Siaga disana" ucap Ganendra Wisnu Wijaya


"Baik Kakang, tapi kapan-kapan ajak Diah Ayu Wardani kesini lagi ya?" jawab Diah Ayu Wardani


"Baik Dinda Sayang, nanti pasti Kita akan kesini lagi yang penting ijin dulu sama Bopo dan Ibu" jawab Ganendra Wisnu Wijaya


"Kakek, Nenek, Ibu dan Paman, Diah Ayu pamit dulu ya kembali kepadepokan" ucap Diah Ayu Wardani


"Iya Anakku, jaga diri baik-baik ya" jawab Nyai Maharani, Mpu Bagera, Nyai Bagera dan Tejarana hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani bersalaman dan cium tangan mereka setelah itu mereka bergandengan tangan dan menghilang dari pandangan.


"Memang mereka sudah ditakdirkan untuk bersama" ucap Mpu Bagera


"Diah Ayu memang Anak yang baik ya Bopo" ucap Nyai Maharani


"Diah Ayu Wardani seperti yang aku pernah ceritakan Mbakyu, Dia sudah menolak banyak laki-laki karena dari awal sudah tau jika sudah dijodohkan dengan Ganendra Wisnu Wijaya" ucap Tejarana


"Betulkah itu Nak? memang Anak Baik, Kita beruntung memiliki menantu seperti itu" ucap Nyai Bagera


"Ketika Saya disana banyak murid padepokan yang menyatakan perasaan kepada Diah Ayu Wardani namun ditolak semua Ibu" jawab Tejarana


"Kelak mereka akan menjadi sepasang pendekar yang tak terkalahkan namun perjalanan ini masih panjang. Lalu kapan Kau akan membawa Calon Istrimu kesini Tejarana? Hahaha" ucap Mpu Bagera


"Sabar Bopo, Kelana belum ada sehari disini namun sudah 11kali Bopo tanya pertanyaan itu" jawab Tejarana sambil garuk-garuk kepala yang hanya dibalas tawa dari Nyai Maharani dan Nyai Bagera


***


Ganendra Wisnu Wijaya dan Diah Ayu Wardani dalam sekejap sudah sampai dipadepokan Gunung Pangrango, Mereka dikagetkan karena ternyata sedang ada pertempuran antara Guru Gunawan melawan Suro Dwipo, Suro Dwipo adalah seorang murid dipadepokan yang cintanya ditolak oleh Diah Ayu Wardani. Dan merupakan Orang yang menatap Ganendra Wisnu Wijaya ketika sedang Rapat tempo hari dengan sorot mata penuh dendam dan amarah.

__ADS_1


__ADS_2