Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Istri?


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Erni bangun dari tidur nya, tubuh nya sudah terasa membaik setelah minum obat tadi malam.


"Apa aku menjijikan sehingga dia memilih tidur di sofa" gumam Erni melihat Lucas yang masih tidur di sofa.


Huh..


Tak mau memikirkan hal yang akan menyakiti perasaan nya Erni memilih mandi, dari kemarin tidak mandi membuat tubuhnya terasa lengket.


Setelah selesai mandi Erni yang sudah merasa segar pun keluar dari kamar, dia tidak mau terus tiduran karena itu hanya akan membuat nya malas.


"Sayang, kok bangun" Ibu Retno yang baru bangun kaget melihat Erni sedang memegang sapu.


"Mami menginap?" tanya Erni sama kagetnya.


"Iya, apa Lucas tidak bilang sama kamu?" tanya balik ibu Retno.


Dan Erni menggeleng pelan, semalam dia tertidur karena efek obat yang di minum nya membuat dia cepat mengantuk, bahkan Erni tak sadar jika Lucas tidur di kamar yang sama dengan nya.


Ya meski Lucas menjaga jarak dengan tidur di sofa.


"Pantas saja dia mau satu kamar dengan ku, ternyata ini alasan nya" batin Erni dalam hatinya.


Ibu Retno mengambil salu yang di pegang Erni.


"Kamu masih sakit, urusan rumah nanti akan ada pekerja yang membantu" kata ibu Retno.


"Tapi Mam__" ucap Erni terpotong.


"Nggak ada tapi-tapian, sekarang kamu naik lagi ke atas terus temenin Lucas tidur, oke" tegas ibu Retno.


"Iya Mam" Erni memilih menurut.


Erni berjalan berniat pergi tapi langkah nya di hentikan oleh Ibu Retno.


"Ahk iya, bilang juga pada Lucas jika hari ini dia harus libur, tidak ada kerja di saat istri sakit" lanjut ibu Retno.


"Iya Mam" balas Erni lagi.


Erni pun kembali ke kamar nya, dan ibu Retno yang melihat itu tersenyum.


"Aku tidak salah pilih mantu, Erni adalah jodoh pilihan yang terbaik untuk putraku" gumam ibu Retno sambil berjalan ke dapur mengambil air minum hangat untuk sang suami di saat bangun nanti.


Sedangkan Erni yang baru masuk ke dalam kamar di kagetkan dengan Lucas yang sudah bangun.


"Dari mana saja?" tanya Lucas dingin.

__ADS_1


"Tadinya mau beres-beres tapi di larang Mami" balas Erni sambil menutup pintu.


"Sudah tau masih sakit ngapain beres-beres kamu pikir kamu pembantu di rumah ini! atau jangan-jangan kamu memang mau membuat Mami ku menyangka aku jahat padamu? hah!" Lucas memberikan tatapan curiga nya.


Erni yang mendapatkan tuduhan dari Lucas itu menghembuskan nafasnya kasar.


"Emang aku pembantu, itukan fakta" balas Erni acuh.


"Kapan aku mengatakan nya?" tanya Lucas.


"Amesia ya? sudah dari awal pindah, udah gitu jadi pembantu juga nggak pernah di hargai, setiap hari makanan di buang karena nggak pernah di makan, bahkan pernah makanan di lempar tanpa alasan" Erni menjeda ucapannya.


"Apa semua kurang jelas?" lanjut Erni melirik Lucas.


Dan ucapan Erni seolah menjadi tamparan untuk Lucas, pria itu tak mengatakan apa-apa dan memilih pergi begitu saja keluar dari kamar.


Erni melihat Lucas yang pergi, dia menghembuskan nafasnya kasar.


"Tumben nggak balik marah, aneh" gumam Erni heran.


.


.


Seminggu berlalu..


"Nyonya, tuan memanggil" ucap bibi.


"Kenapa? apa mencari sesuatu?" tanya Erni.


"Kurang tau nyonya, bibi hanya di perintahkan untuk memanggil nyonya" jelas bibi lagi.


Erni yang sudah selesai memasak langsung mencuci tangan nya, dia meminta tolong pada bibi untuk membantu menata semua masakan nya di meja.


Lalu Erni berjalan naik ke tangga, sudah seminggu setelah dia sakit Erni masih satu kamar dengan Lucas, dan meski begitu Erni merasa terbiasa saja sekalipun Lucas memilih tidur di sofa.


Ceklek..


"Dimana dasi ku?" tanya Lucas.


"Dasi ya di tempat dasi" balas Erni.


"Tidak ada, aku sudah mencari nya tapi tidak ada" kata Lucas lagi.


Erni yang mendengar itu berjalan mendekati laci tempat dasi, dan baru dua menit mencari Erni sudah mendapatkan apa yang Lucas mau.

__ADS_1


"Inikan?" tanya Erni.


"Ya, tapi tadi tidak ada" ucap Lucas menerima dasi itu.


"Hem, mungkin terselip karena dasi di laci terlalu banyak" balas Erni tak mau mempermasalahkan hal kecil.


Erni berniat kembali ke bawah tapi saat akan berjalan mendekati pintu Lucas sudah memanggilnya..


"Bantu aku memasang dasi" kata Lucas.


"Apa ini perintah?" tanya Erni.


"Ya, aku sedang memasang jam jadi akan butuh waktu lama jika aku memasang dasi dulu" balas Lucas yang pura-pura memasang jam.


Huh..


Erni pun akhirnya menuruti perintah Lucas, beruntung dia bisa memasang dasi karena sebelumnya Erni di ajarkan sang mertua.


"Menunduk sedikit" pinta Erni.


"Dasar pendek" ledek Lucas.


"Ya, tapi wanita pendek ini pernah di tuduri si pria yang paling sempurna" balas Erni sewot.


Lucas menunduk dan menatap Erni yang sedang memasang dasi, lama dia melihat wajah gadis yang dia nikahi itu hingga..


"Aww!" ringis Lucas hidung nya terkena kepala Erni.


Erni yang melihat Lucas menutup hidung nya merasa tak enak, dia menarik tangan Lucas dan melihat hidung mancung Lucas yang memerah.


"Pasti sakit" Erni melihat dengan teliti.


Dan saat Erni sedang melihat hidung mancung Lucas yang sakit di saat bersamaan juga mata mereka saling beradu yang membuat keduanya saling diam.


Keduanya sama-sama diam dengan pemikiran nya masing-masing hingga..


"Nanti malam ikut aku ke pesta" ucap Lucas.


"Kenapa mengajak ku?" tanya Erni.


"Karena kau adalah istriku" balas Lucas, lalu pergi begitu saja dari kamar meninggalkan Erni yang terdiam mematung mendengar ucapan Lucas barusan.


Istriku?


"Dia mengakui aku istrinya?" gumam Erni merasa ini mimpi.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🤗🙏


__ADS_2