
Malamnya Erni nampak menunggu pulang Lucas, bedanya saat ini dia temani pekerja di rumah nya yang bernama bi Atin.
Erni baru tau jika bi atin juga satu daerah dengan nya, mereka hanya beda kampung dan desa saja tapi masih satu daerah yang sama.
"Jadi gimana sama anak bibi?" tanya Erni yang semakin penasaran.
"Tinggalnya sih sama mantan suami dan istri baru nya, tapi kadang juga pulang ke rumah ibu saya buat jenguk nenek nya" jelas bi Atin nampak tanpa beban.
Bi Atin bilang dia selingkuh dengan pria yang di kenal nya saat dia sedang jadi TKW ke negara orang, dan hal itu membuat suaminya mengajukan perceraian padanya.
Tapi meski begitu mereka bercarai baik-baik karena bi Atin sadar jika dia yang salah, pun dengan suaminya yang merasa jika keduanya sudah tidak cocok lagi.
"Bibi nggak takut ibu tirinya jahat?" tanya Erni lagi.
Bi Atin menggeleng pelan.
"Yang jadi istri mantan suami kebetulan masih sodara Nyonya, jadi saya yakin kalau dia baik karena anak saya betah banget tinggal sama ibu sambungnya" jelas bi Atin yang membuat Erni tertegun.
Dia juga sama, mungkin orang lihat dia betah tinggal dengan Bapa tirinya yang seorang penjudi, tapi jelas kenyataan nya nol besar.
Dia begitu menderita, bahkan jika saja Erni tak bisa melawan sudah pasti dia akan kehilangan segala hal termasuk mahkota nya.
Tin..tin..
"Seperti nya itu tuan nyonya" ucap Bi Atin.
Erni mengangguk lalu meminta bi Atin membukakan pintu.
Sedangkan Erni dia membuatkan teh hangat seperti yang di sarankan sang mertua.
Erni berjalan dengan membawa segelas teh hangat, dan saat melihat Lucas yang baru masuk Erni menyimpan teh nya di meja.
"Mami bilang kamu suka teh, jadi aku buatin teh hangat untuk kamu" ucap Erni sambil melihat Lucas.
"Hem" Lucas menjawab dengan tiga huruf saja.
Lalu Lucas pun mengambil teh hanget itu, dan saat mencoba teh hangat buatan Erni dia seketika menyemprotkan teh yang ada di dalam mulutnya.
"Kenapa?" tanya Erni kaget.
Lucas langsung melirik ke arah Erni.
"Asin" ungkap nya dengan ekspresi orang yang memang keasinan.
Hah?
__ADS_1
Erni mengambil teh di tangan Lucas dan mencoba meminum nya.
Uhuk..
"Asin" ungkap nya sambil merem melek.
Lalu Erni melihat ke arah Lucas.
"Aku buatin lagi ya, maaf" lanjutnya.
"Tidak usah, aku mau mandi lebih baik siapkan air hangat untuk aku mandi saja" balas Lucas sambil berjalan ke arah tangga.
Erni melongo melihat Lucas yang kali ini terlihat lebih tenang, seolah ada yang kurang dari pria yang menjadi suaminya itu.
"Tumben nggak marah-marah level 100, apa dia insyaf" gumam Erni heran.
Dan saat Erni melamun dia di kagetkan lagi dengan suara Lucas yang ada di lantai atas.
"Aku mandi, tolong siapkan air hangat untuk aku mandi" lanjut Lucas mengulangi ucapan nya.
Tolong?
Seorang Lucas meminta tolong?
.
.
Selesai makan malam Lucas langsung ke kamar, lain dengan Erni yang membantu bi Atin membereskan bekas mereka makan tadi.
Di kamar Lucas yang baru duduk mendapatkan telpon dari sang Mami, Ibu Retno meminta Lucas untuk bersikap baik pada Erni.
"Mami pikir aku jahat padanya?" Lucas tak terima.
"Jika kau bersikap baik tidak mungkin Erni sakit seperti kemarin" balas Ibu Retno lagi.
"Itu sudah berlalu, kenapa masih dibahas" sewot Lucas.
Huh..
Terdengar helaan nafas panjang di sebrang telpon.
"Kau sudah mencari tau bukan? jika sudah pikirkan baik-baik dia gadis baik jangan sia-siakan gadis baik seperti Erni karena takdir baik tak akan datang dua kali" ucap Ibu Retno lagi.
Dan tanpa menunggu jawaban dari putranya panggilan langsung di matikan sepihak oleh ibu Retno.
__ADS_1
Lucas menghembuskan nafas kasar, dia duduk sambil memikirkan perkataan Mami nya.
"Mami terlalu sewot, siapa yang akan menyakiti dia, lagi pula aku juga sudah lelah berpura-pura ketus pada gadis pemberani itu" ucap Lucas sambil menyimpan ponsel nya di nakas.
Ceklek..
Tiba-tiba Erni datang dengan membawa segelas cangkir lagi.
"Apa itu?" tanya Lucas menunjuk gelas kecil yang di pegang Erni.
"Jamu, Mami bilang ini baik untuk kesehatan" jelas Erni.
Lucas manggut-manggut, lalu menerima jamu yang di buatkan Erni dan langsung meminum nya setengah nya.
"Kata Mami itu harus habis" kata Erni lagi.
"Ini pahit" keluh Lucas.
"Ya namanya juga untuk kesehatan pasti pahit, itu kata Mami" balas Erni sesuai dengan apa yang dia dengar dari mertuanya.
Lucas menghembuskan nafasnya kasar lagi, lalu memilih meminum jamu nya sampai habis.
"Sudah" ucap Lucas menberikan gelas nya pada Erni.
Erni menerima nya dan menyimpan di nakas, setelah itu Erni diam nampak terlihat bingung.
Lucas yang menyadari jika Erni mau naik ke ranjang langsung pindah ke ranjang sebelahnyam
"Naik" titah Lucas.
Erni diam sebentar lalu dengan gerakan ragu dia naik ke ranjang dan duduk dengan wajah tegang nya.
Erni jelas tau jika saat ini dia hanya perlu menunggu, dan itu sudah di beritahu oleh mertuanya.
"Nanti setelah Lucas minum semuanya kamu hanya perlu diam menunggu, nanti juga akan ada yang minta masuk sarang gua hangat" ucap Ibu Retno pada Erni.
Erni memilih tiduran sambil membelakangi Lucas, dan terlihat Lucas nampak sesekali melirik ke arah Erni.
Pandangan mata Lucas terus jatuh hingga tepat ke bagian padat di bawah sana, dia diam seolah sedang merasakan sesuatu yang sekarang membuatnya tak nyaman.
"Apa ini, kenapa tubuhku memanas seperti ini" batin Lucas yang tiba-tiba merasakan jika AC di kamarnya kurang dingin karena dia merasakan haaa yang begitu panas.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya,❤🤗🙏
__ADS_1