
Erni dan Lucas saat ini sedang di dalam perjalanan ke kampung halaman Erni, karena jarak yang jauh membuat keduanya yang sudah menghabiskan dua jam di perjalanan memilih berhenti dulu.
Lucas memilih mengajak Erni untuk mampir ke salah satu restoran yang akan mereka lewati.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Lucas.
"Makanan boleh?" tanya Erni.
Lucas tersenyum kecil.
"Tentu boleh, kamu lapar?" tanya Lucas dan di balas dengan anggukan kecil Erni.
Hanya sarapan sedikit karena takut muntah Erni pun akhirnya kembali merasakan lapar, selain itu dia juga tidak ngemil di mobil karena mejaga kondisi nya supaya tidak mual kendaraan.
"Aku pesankan ayam mau?" tanya Lucas.
Erni mengangguk lagi.
"Ayam sama nasi dan sambel" balas Erni yang tidak bisa makan tanpa nasi dan sambel.
"Oke, minum nya?" tanya Lucas lagi.
"Es teh manis aja" balas Erni cepat.
Lucas mengangguk lalu bangkit, restoran yang mereka datangi adalah restoran makanan yang tidak terlalu besar, dan cara memesan pun mereka harus mengantri terlebih dahulu.
Erni melihat Lucas yang mengantri, dia semakin bingung dengan perubahan Lucas yang seperti ini, dia merasa Lucas sangat baik padanya.
"Jangan salahkan aku jika aku mulai menyukai nya, dia sangat baik tapi entah kenapa aku takut jatuh" gumam Erni sambil melihat Lucas.
Lucas yang sedang mengantri itu sesekali melirik ke arah Erni.
Dia melihat Erni yang duduk sendiri, Lucas melihat Erni karena ia ingin memastikan istrinya tidak di ganggu pria lain mengingat di sekitar nya banyak pria muda karena restoran ini berada di pusat kota.
Beberapa menit berlalu..
__ADS_1
Lucas dan Erni yang menunggu pesanan nya pun akhirnya mendapatkan pesanan mereka.
"Kamu tidak pesan makan?" tanya Erni.
"Aku tidak lapar jadi hanya memesan ini" balas Lucas sambil menunjuk coffe cappucino yang dia pesan.
Erni hanya mengangguk, dia pun akhirnya memilih makan makanan nya karena Erni memang sudah sangat lapar.
Lucas melihat Erni yang sedang makan, dan saat dia melihat di sudut bibir Erni ada sedikit sambal Lucas langsung mengambil tisue bersiap membersihkan nya.
Dan saat Lucas membersihkan sudut bibir nya dengan menggunakan tisue Erni menghentikan gerakan mengunyah nya.
"Makasih" ucap Erni canggung.
"Hem" balas Lucas sambil melihat Erni yang lanjut makan.
Dan Erni yang sedang makan merasa canggung di lihat oleh Lucas, dia merasa sedikit grogi apalagi Lucas dari tadi terus memperhatikan nya.
"Astaga kenapa aku merindukan dia yang ketus dana galak ya, melihat dia yang seperti ini membuat jantung ku tak karuan" batin Erni dalam hatinya yang tidak bisa membohongi perasaan nya saat terus di tatap oleh Lucas.
.
.
Lucas melihat rumah-rumah yang dia lewati yang kebanyakan nya masih terbuat dari anyaman bambu dan kayu jati.
"Yang mana?" tanya Lucas.
"Terus saja, nanti aku kasih tau kalau sudah sampai" balas Erni sambil tersenyum.
Jelas sudah dia sangat senang bisa pulang, meski dalam hatinya dia masih cemas akan sosok ibu dan bapak tirinya yang mungkin akan banyak maunya.
Lucas akhirnya tak banyak bertanya lagi, dia pun lanjut melajukan mobilnya hingga akhirnya mereka sampai di depan rumah Erni.
"Ini rumah mu?" tanya Lucas saat mereka baru turun.
__ADS_1
Lucas memarkirkan mobilnya di halaman rumah orang, dan Erni sudah meminta ijin terlebih dahulu.
"Iya, maaf jelek" balas Erni sambil berjalan.
Lucas ikut berjalan dan melihat sekeliling nya, diantara rumah yang dia lihat memang rumah istri nya lah yang paling jelek.
Tok..tok..
"Bu, pak" panggil Erni.
Tidak ada sahutan, Erni pun akhirnya masuk setelah mengambil kunci di bawah tempat sandal seperti biasanya.
"Ayo masuk" ajak Erni.
Lucas mengangguk dan saat dia baru masuk Lucas melihat rumah yang berantakan, dan jangan lupakan dengan atap rumah Erni yang sudah sangat memperhatikan.
Erni meminta Lucas untuk duduk dulu sedangkan dia memilih berjalan ke dapur, Erni akan mengambil minum.
"Ibu di rumah ngapain aja ya, kenapa di rumah kaya kapal pecah gini" gumam Erni heran.
Erni mengambil gelas tapi saat dia mengangkat teko dia malah kaget dengan teko yang tidak ada airnya.
"Astaga, bahkan air minum pun nggak ada" lanjut Erni sambil menggelengkan kepala nya.
Karena tidak ada air Erni akhirnya kembali ke depan, dan dia melihat Lucas yang sedang duduk dengan mata yang terus melihat ke sekeliling nya.
"Aku mau beli minum dulu, nggak papa kan di tinggal sebentar?" tanya Erni.
"Kemana?" tanya balik Lucas.
"Ke warung beli air" balas Erni cepat.
Lucas diam, dia melihat sekeliling nya lagi yang sangat kotor karena tak nyaman dengan keadaan di rumah mertuanya Lucas memilih ikut dengan Erni.
Lucas takut jika di rumah Erni ada tikus dan cicak, dia sangat takut dengan hewan itu sekalipun tubuhnya jauh lebih besar dari tikus dan cicak.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏