
Ke esokan harinya Lucas mengajak Erni untuk cek kandungan, dia begitu antusias dengan kehamilan sang istri.
Meski sebelumnya dia pernah berpikir jika Tuhan akan membuat nya mendapatkan karma dengan tidak memberi nya anak, tapi dia salah Tuhan sangat baik dan rencana nya sangat indah.
"Apa nyonya mual?" tanya dokter.
"Tidak dok" balas Erni cepat.
"Baik kalau begitu saya akan meresepkan vitamin untuk penguat kandungan saja, selebihnya nyonya bisa makan makanan sehat agar kandungan nya semakin sehat" jelas dokter.
Erni hanya manggut-manggut saja, setelah itu Lucas dan Erni pun langsung menebus obat ke apotek rumah sakit.
Erni kebagian menunggu sedangkan Lucas dia menebus obat, dan Lucas meminta Erni untuk duduk di kursi tunggu dulu.
Saat sedang menunggu tiba-tiba Erni melihat Ali, Ali nampak sedang bersama dokter muda yang cantik.
"Kak Ali" panggil Erni.
Ali yang sedang berjalan berhenti, dia melihat Erni yang sendiri lalu melirik rekan kerja nya itu.
"Saya akan menyusul" ucap Ali.
"Jangan lama" balas dokter cantik itu, lalu pergi
Ali berjalan mendekati Erni yang duduk sendirian.
"Mana suami mu?" tanya Ali.
"Lagi di bagian apotek" balas Erni.
"Kak Ali kerja di sini?" lanjut Erni bertanya.
Ali mengangguk cepat sebagai jawaban.
"Kamu sakit?" tanya balik Ali.
"Tidak" balas Erni cepat.
__ADS_1
"Lalu siapa yang sakit? suami kamu?" tanya Ali lagi.
"Bukan, maksudnya tidak ada yang sakit, aku sedang periksa kandungan" jelas Erni sambil tersenyum.
"Kamu hamil?" tanya Ali kaget.
"Iya, Tuhan mempercayai aku untuk menjadi seorang ibu" balas Erni masih dengan senyuman nya.
Ali diam nampak melihat ke arah tangan Erni yang sedang mengusap perutnya, rasanya dia semakin patah hati lagi setelah tau kabar yang di berikan wanita yang dia suka itu.
"Selamat" Ali hanya bisa mengatakan itu.
"Makasih" sahut Erni.
"Hem, kalau begitu aku pergi dulu, kebetulan aku ada meeting buat oprasi jadi aku tidak bisa lama-lama mengobrol, maaf"lanjut Ali.
" Tidak apa, pergilah pekerjaan kakak sangat mulia" balas Erni.
Ali melihat ke arah Erni sebentar lalu pergi dengan perasaan yang kembali merana.
Sedangkan Erni dia yang baru selesai mengobrol di kagetkan dengan Lucas yang tiba-tiba datang.
"Hem" balas Erni yang langsung berjalan cepat karena mengikuti langkah kaki suaminya.
Di dalam mobil Erni melihat gelagat suaminya di merasa suaminya sedang marah padanya terlihat dari wajah Lucas yang bete.
Dan benar saja sesampainya di rumah Erni malah diajak ke kamar, lucas langsung mengajak nya ke kamar mandi.
"Buka baju kamu" titah Lucas dingin.
"Untuk apa?" tanya Erni yang masih belum tau alasan suaminya marah.
Lucas menghembuskan nafasnya kasar, dia paling tidak suka jika milik nya dekat dengan sosok yang menjadi ancaman baginya.
Bisa di bilang Lucas sangat cemburu pada Ali, mungkin untuk wajah dan harta Lucas menang tapi Lucas tau bagaimana tipe sang istri yang memang banyak di miliki oleh Ali.
"Kita mandi" ucap Lucas lagi.
__ADS_1
"Jangan bilang kamu lihat" Erni melirik suaminya.
"Ya aku melihat mu, dan aku tak suka milik ku dekat dengan pria lain" balas Lucas cepat.
"Kamu cemburu?" tanya Erni.
"Ya, dan itu sangat menyebalkan" jawab Lucas yang membuat Erni tersenyum.
Dengan senang hati dia membuka pakaian nya dan mandi bersama sang suami.
Erni sangat happy karena Lucas mengakui rasa cemburu nya di saat dia dekat dengan yang lain, dan itu berarti jika Lucas juga sangat mencintai nya juga sangat takut kehilangan nya.
"Kenapa senyum gitu?" tanya Lucas saat Erni yang sudah tak memakai apa-apa mendekatinya dengan wajah yang berseri-seri.
"Nggak papa, ayo mandi" balas Erni sambil tersenyum.
Lucas tidak mengerti tapi dia memilih mandi bersama sang istri, dan keduanya sama-sama mandi dibawah guyuran shower.
Setelah selesai mandi Lucas dan Erni memilih bersantai di ruang TV, tapi saat kedua nya sedang asyik menonton tiba-tiba Lucas dan Erni mendengar suara bel berbunyi.
"Tumben" gumam Erni heran.
Biasanya mereka tak pernah punya tamu selain orang-tua Lucas dan driver online yang mengantarkan makanan yang di pesan secara online.
"Kamu mau buka atau aku?" tanya Lucas.
"Aku aja" balas Erni.
Lucas menangguk dan memilih lanjut menonton, sedangkan Erni dia yang baru membukakan pintu nampak dibuat terkejut karena sosok yang ada di depan nya.
"Ibu" kaget Erni dengan kehadiran sang ibu yang tiba-tiba.
"Jangan so kaget, cepat bantu ibu bawain barang-barang, punya anak orang kaya tapi ibunya nggak di kasih mobil masa iya rumah gedongan giliran ke kota harus naik angkutan umum" balas ibu Eva menggerutu.
🌹
Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin🙏
__ADS_1
Maaf nggak up kemarin, soalnya kalau mau lebaran author sibuk bikin cemilan lebaran, tapi setelah lebaran tadi siang author akan usahakan up setiap hari seperti biasanya lagi☺
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏