Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Ikut ke kantor lagi


__ADS_3

Keesokan harinya Erni meminta ikut ke kantor karena dia tidak mau tinggal di rumah, dia selalu kesepian karena tidak ada kerjaan.


"Tapi aku ada meeting siang ini, kamu tidak apa aku tinggal?" tanya Lucas.


"Tidak masalah hanya satu jam kan?" balas Erni yang melirik Lucas.


"Bukan, aku meeting akan hampir setengah hari karena ada beberapa masalah kerjaan" jelas Lucas.


Erni diam dan melihat Lucas yang sibuk menyetir, dia malas menunggu karena itu akan sangat membosankan untuk nya.


Tapi jika tinggal di rumah pun Erni merasa sama bosan nya, dia butuh suasana baru.


"Apa aku boleh jalan-jalan?" tanya Erni tiba-tiba.


"Tidak!" balas Lucas cepat.


"Akan bosan jika aku menunggu, jadi aku pikir aku bisa menunggu di cafe atau restoran mungkin" ucap Erni berharap suami nya mengijinkan.


Lucas diam sebentar nampak berpikir.


"Kalau tidak boleh tidak apa, aku akan tidur saja di ruangan kamu" lanjut Erni.


Huh..


"Baiklah, kamu boleh menunggu di cafe" Lucas akhirnya mengijinkan.


"Makasih" balas Erni senang.


Lucas yang sedang menyetir mengangguk.


"Tapi ada syarat nya jika kamu mau menunggu di cafe" ucap Lucas lagi.


"Syarat apa?" tanya Erni cepat.


"Kamu tidak boleh mengobrol dengan laki-laki lain dan kalau ada laki-laki yang mencoba mendekati mu kamu harus mengusirnya" jelas Lucas sambil mengendarai mobil nya.


Dan Erni yang mendengar syarat aneh dari suaminya hanya tersenyum.


Cup..

__ADS_1


Erni mengecup singkat pipi suaminya.


"Bagiku kamu yang terbaik, dan tak ada pria yang bisa menggantikan mu di hatiku" ucap Erni gombal.


Sontak membuat Lucas terbang mendengarkan gombalan sang istri.


Tak lama kemudian mereka sampai di kantor, Erni dan Lucas langsung turun dan saat di loby mereka menjadi pusat perhatian karyawan lain.


Beberapa omongan tak sedap selalu Erni dengar meski mereka berbisik, tapi meski begitu Erni tidak perduli karena yang paling terpenting adalah dia yang menjadi nyonya Lucas di sini.


Dan menurut Erni mereka yang tak suka padanya hanyalah orang-orang syirik akan nasib baik nya yang menjadi istri dari seorang Lucas.


"Apa aku perlu memberikan mereka teguran?" bisik Lucas di telinga Erni.


"Tidak perlu, mereka hanya syirik karena aku yang mendapatkan hatimu, biarkan saja selama mereka tak mengusik ku aku tidak akan merasa terganggu" balas Erni.


Lucas mengangguk lalu keduanya masuk ke dalam lift khusus Ceo, dan saat di dalam lift seperti biasanya Lucas malah mencium bibir Erni karena dia merasa tertangtang berciuman di ruang terbatas waktu seperti ini.


.


.


Siang nya Lucas melakukan meeting seperti yang di jadwalkan, Erni masih di ruangan Lucas karena sebelum nya Erni keasyikan bermain ponsel di sofa.


Erni keluar dari ruangan sang suami, saat baru keluar dia tak melihat siapa-siapa karena mungkin di lantai paling atas tak banyak yang bekerja.


Saat di lift Erni melihat angka yang dia tuju, untung sebelumnya dia banyak di ajarkan oleh Lucas sehingga Erni sedikit-sedikit bisa melakukan hal-hal yang baru dia kenal tanpa kebingungan caranya.


"Siang nyonya" sapa karyawan wanita saat Erni baru keluar lift.


Erni hanya mengangguk kecil tanpa berniat membalas sapaan karyawan wanita itu, dia malas membalasnya karena Erni tau jika wanita itu hanya bersikap so baik padanya.


Terbukti jika tadi pagi karyawan suaminya itu melihat nya dengan wajah tak suka nya, tapi sekarang saat berpapasan bahkan bisa-bisanya dia tersenyum memperlihatkan sikap nya yang lain lagi.


"Dia pikir aku bisa tertipu, dasar penjilat" gumam Erni sambil berjalan keluar dari kantor sang suami.


Untuk ke cafe Erni memilih naik taksi, dan tak lama setelah itu dia sampai di cafe yang jaraknya tak begitu jauh dari kantor suaminya.


Erni membayar taksi lalu dia pun berjalan masuk ke cafe yang pernah dia kunjungi bersama sang suami.

__ADS_1


"Aduh maaf" ucap Erni yang tak sengaja menyengol seseorang.


"Kalau jalan pake mata" kata seorang gadis seusianya.


Dia tak lain adalah Imelda yang kebetulan baru selesai makan bersama pacarnya.


"Saya kan sudah minta maaf, jadi tolong bahasanya ya mbak" balas Erni dengan wajah yang melihat Imelda.


"Bukan kah dia gadis yang bersama tante Nora kemarin, dia putrinya kan?" batin Erni yang kaget melihat Imelda.


"Apa? nggak terima hah? siapa suruh kamu nyenggol aku, apa lihat-lihat hah!" sewot Imelda semakin menjadi-jadi.


Erni menatap kesal pada Imelda yang menurutnya tak memiliki etika itu, bisa-bisanya dia marah sampai seperti itu hanya karena masalah spele.


Tapi Imelda adalah anak Tante Nora, ini seperti bukan kebetulan dia kembali bertemu dengan orang yang dia curigai adalah keluarga nya.


"Ada apa?" seorang pria datang menghampiri.


"Ini ada wanita yang tidak jelas menyenggol ku" ucap Imelda dengan wajah cemberutnya.


"Hanya di senggol, bukan di injek" balas Erni ketus.


"Tuh, kamu dengarkan sayang! dia sangat menyebalkan" Imelda nampak melihat Erni dengan penuh kekesalan.


"Sudahlah, ayo kita kembali ke hotel lagi pula dia tidak penting untuk kita" ucap pria bernama Antoni itu.


Hotel?


Erni seketika konek dengan kata hotel, dia rasa Imelda dan pacarnya akan melakukan hal aneh.


"Ingsyaf, sebelum terlambat" ucap Erni tiba-tiba.


Dan sontak di tatap tajam oleh Imelda dan Antoni bersamaan.


"Dia siapa sih?" tanya Antoni geram.


"Nggak tau, udah ayo kita pergi dari pada di sini sama orang nggak jelas seperti wanita aneh ini" balas Imelda sambil menarik pacarnya untuk segera pergi.


Sedangkan Erni dia hanya geleng-geleng kepala, ternyata yang dia tonton di TV benar adanya jika pergaulan anak kota memang sangat bebas dan liar.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2