Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Bertemu Ibu Nora lagi


__ADS_3

Setelah menyetujui permintaan sang istri Lucas mulai menyuruh seseorang untuk mencari tau siapa ayah dari istrinya.


Meski sudah sangat lama tapi Lucas yang sudah berjanji akan melakukan sebisanya untuk menemukan ayah yang tidak di kenali sang istri.


"Sayang ayo" teriak Lucas di lantai bawah.


"Iya sabar!" teriak Erni di dalam kamar.


Dia membuka pintu lebar-lebar, Erni sekarang sedang di ajak ke pesta pernikahan salah satu kolega suaminya.


Dan Erni saat ini sedang memilih tasnya, dia masih kebingungan untuk membawa tas yang bagus dan pas dengan dress nya.


"Sayang" panggil Lucas sudah di ambang pintu.


"Aku kebingungan memilih tas" balas Erni tersenyum kecil.


Huh..


Lucas mendekati sang istri, lalu dia pun melihat warna dress yang di kenakan sang istri dan melihat tas-tas milik istrinya.


"Ini saja, simpel dan terlihat elegan" ucap Lucas memberikan pilihan nya.


Erni melihat tas pilihan suaminya lalu tersenyum.


"Kenapa aku tidak memilih ini dari tadi, sangat cantik dan simpel" kata Erni dengan senyum nya.


"Ya, ayo kita berangkat sekarang karena ini sudah hampir jam 8 malam" kata Lucas lagi.


Erni mengangguk, lalu dia dan Lucas pun langsung bergegas pergi ke hotel tempat pesta pernikahan di laksanakan.


Setelah melewati perjalanan cukup jauh akhirnya Erni dan Lucas sampai, keduanya langsung masuk ke dalam gedung hotel.


Lucas langsung mendapatkan banyak sapaan, meski dia bukan pengusaha besar seperti Dilano Christian teman nya tapi nama Lucas juga lumayan terkenal di dunia bisnis.


Lucas memberikan selamat kepada kolega nya yang menikahkan putrinya, dia juga memberikan selamat kepada kedua mempelai yang berbahagia.

__ADS_1


"Lucas" panggil seorang pria.


"Om tante" Lucas nampak tersenyum pada sepasang suami istri.


Erni tak begitu memperhatikan siapa lawan bicara suaminya karena dia fokus melihat sekeliling nya.


"Dia istrimu?" tanya pak Alvarez.


Dan Lucas melirik istrinya yang matanya melihat kemana-mana.


"Sayang, kenalkan dia tuan Alvarez" ucap Lucas mengenalkan teman sang Papi pada Erni.


Erni mengulurkan tangan nya, lalu..


"Kenalkan saya Erni Om, tante" ucap Erni dengan senyuman nya.


"Astaga kita ketemu lagi cantik" suara tak asing Erni dengar.


"Tante" Erni sangat kaget saat melihat lawan bicara nya ternyata adalah Ibu Nora.


"Apa aku mimpi, kenapa wajah nya sangat mirip dengan ku bahkan aku merasa tak asing dengan wajah nya" batin Erni dalam hatinya sambil melihat wajah pak Alvarez.


Ibu Nora melirik suaminya, lalu dia berbisik pada sang suami.


"Dia gadis yang aku omongin kemarin, lihat wajahnya mirip sama kamu Mas" bisik ibu Nora pelan.


Dan sontak pak Alvarez langsung melihat ke arah Erni, dan saat bersamaan juga Erni memang sedang melihat ke arahnya yang mana membuat keduanya saling berpandangan.


Mata kedua nya menatap lekat, lalu Erni yang merasa tak kuat pun memilih membuang wajahnya ke samping.


"Wajah nya memang mirip dengan ku, tapi kamu tau kan kalau anak kita itu sudah meninggal, aku sendiri yang menguburkan nya sayang" bisik pak Alvarez di telinga sang istri.


Ibu Nora menggeleng, dia sangat yakin jika Erni adalah anak nya yang hilang karena dia tidak merasa melahirkan bayi yang meninggal saat di lahirkan.


Ibu Nora melihat dengan jelas jika dia melahirkan bayi sehat dan bayi nya menangis kencang saat baru di lahirkan, dan jujur saja dia tak percaya dengan apa kata suster yang mengatakan bayinya sudah tiada.

__ADS_1


"Kamu kalau nggak percaya nggak papa, aku akan dekati Erni karena aku sangat yakin dia anak ku" balas ibu Nora kembali berbisik.


Lalu ibu Nora melihat ke arah Erni yang nampak seperti memikirkan sesuatu.


"Kamu tidak apa?" tanya ibu Nora.


"Aku baik tante" balas Erni cepat.


"Kamu duduk dulu, aku akan mengambilkan makanan kesukaan kamu" ucap Lucas meminta Erni memilih meja.


Dan Erni pun hanya mengangguk, lalu dia berjalan mencari meja untuk mereka.


Ibu Nora melihat itu langsung mendekati Erni, bahkan dia langsung duduk tanpa di persilahkan yang membuat pak Alvarez hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Lucas" panggil pak Alvarez.


"Ya Om, kenapa?" tanya Lucas.


"Besok ajak lah istrimu ke rumah Om untuk makan malam bersama" ucap pak Alvarez.


"Seperti nya tidak bisa Om, besok waktunya istirahat karena istri saya sedang hamil" jelas Lucas.


"Kalau begitu kabari saja kapan kamu bisa nya, Om akan senang jika kamu dan istrimu datang berkunjung" balas pak Alvarez lagi.


"Mungkin lusa" sahut Lucas.


"Oke, om tunggu kamu lusa di rumah om" ucap pak Alvarez lagi yang langsung di balas dengan anggukan oleh Lucas.


Setelah itu Lucas membawa makanan untuk sang istri, dan terlihat ibu Nora yang sedang meminta nomer ponsel Erni.


Lalu setelah itu mereka makan bersama, dan selama makan Erni nampak selalu melihat ke arah tuan Alvarez.


"Jika aku benar anak nya apa alasan ayah meninggalkan ibu, apa karena ibu Nora?" batin Erni sambil melihat ibu Nora yang sedang makan.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2