
Seperti yang di janjikan malam ini Erni di ajak ke pesta oleh Lucas, Erni nampak sudah rapih dengan pakaian pilihan nya.
Ceklek..
"Cepat, kenapa lama sekali" Lucas yang menunggu dari tadi masuk ke dalam kamar.
"Ini juga udah" balas Erni sambil berjalan mendekati Lucas.
Dan Lucas yang melihat penampilan Erni melongo, bukan karena Erni terlihat cantik tapi pakaian Erni yang terlihat sangat norak.
"Kau mau memakai pakaian seperti itu?" tanya Lucas.
"Hem, di luar akan sangat dingin jadi aku mau memakai sweeter" jelas Erni sambil tersenyum.
Lucas menggelengkan kepala, apa Erni pikir pesta di kota memakai sweeter?.
"Ganti!" tegas Lucas.
"Kenapa?" tanya Erni tak mengerti.
"Kita akan ke pesta bukan main, cepat ganti" titah Lucas lagi.
Hufh..
Erni melihat penampilan nya di kaca, jelas tidak ada yang salah dengan pakaian nya karena menurutnya ini sudah bagus.
"Cepat, ini sudah hampir telat" kata Lucas lagi.
Erni pada akhirnya mengganti pakaian nya, dan setelah itu Erni keluar dengan dress selutut berlengan pendek yang di pilihkan sang mertua.
Sebenernya Erni suka dengan dress ini, tapi dia merasa tak nyaman karena dress ini terasa sangat seksi.
"Bagaimana?" tanya Erni.
Lucas sontak melihat ke arah Erni, dan Lucas kembali dibuat melongo dengan penampilan ini.
Lain dari tadi Lucas merasa jika kali ini penampilan Erni sangat berbeda, bahkan dia hampir tidak bisa mengenali Erni yang memang sangat berbeda.
"Apa terlalu seksi?" tanya Erni tidak percaya diri.
__ADS_1
Lucas menggeleng pelan.
"Cantik" ucap Lucas.
Hah?
"Maksud ku dress itu cantik, dan terlihat cocok di tubuhmu" lanjut Lucas tak mau membuat Erni geer.
Erni tentu mendengar kata cantik yang keluar dari mulut Lucas, tapi dia lebih pura-pura tidak mendengar karena jujur saja Erni sangat kaget mendengar kata sederhana itu.
Lucas dan Erni pun akhirnya berangkat, selama di perjalanan tak ada satupun obrolan yang mereka bahas, Lucas dan Erni sama-sama diam.
"Ayo turun" ajak Lucas.
Erni mengangguk dan ikut turun, keduanya berjalan berdampingan hingga..
Ahk..
"Hati-hati, siapa yang meminta mu memakai heels, jika tidak pandai jangan pakai sesuatu yang tidak bisa kau kuasai" Omel Lucas sambil memegangi tangan Erni.
Erni yang sudah biasa dengan omelan Lucas hanya diam, setidaknya kali ini omelan Lucas ada benarnya.
.
.
Lucas dan Erni duduk sambil menikmati hidangan yang di sediakan, hingga seorang pria tiba-tiba datang dan memukul wajah Lucas.
Brugk!
Lucas meringis sakit saat menerima pukulan dari seseorang.
"Masih berani kau tampil di acara seperti ini, dasar mantan nafi!" ucap pria yang memberikan pukulan pada pipi Lucas.
Lucas melihat pria yang ada di depan nya, dia tentu mengenali siapa pria yang ada di depan nya itu.
Jhon, sepupu dari mantan pacarnya dulu.
Jhon berniat melayangkan pukulan lagi, tapi di tangkis oleh Lucas.
__ADS_1
"Jika kau masih membenci ku aku tak perduli, tapi kau terlalu kekanakan membahas hal seperti ini di umum" kata Lucas sambil menatap tajam Jhon.
"Cih, apa kau takut semua orang tau jika seorang CEO besar seperti mu pernah di penjara karena tuduhan pembunuhan berencana?" Jhon menatap remeh Lucas.
Lucas yang tak terima dengan ucapan Jhon langsung meninju wajah Jhon.
Brugk!
Keduanya malah saling memberikan tinjuan, Erni yang melihat itu sontak berteriak..
"Tolong lerai mereka" kata Erni memohon.
Suasana pesta pernikahan itu seketika menjadi riuh dengan Lucas dan Jhon yang jadi pusat perhatian nya.
Lucas dan Jhon di bawa oleh security, Erni pun mengikuti kemana suaminya di bawa hingga Jhon yang melihat Erni malah berkata..
"Jangan mau di bodohi, dia brengsek penjahat kelamin yang nantinya akan membuat mu rugi" ucap Jhon pada Erni.
"Apa maksud mu?" tanya Erni tak mengerti.
"Jangan dengarkan ucapan nya" kata Lucas.
"Dia akan membuat mu hamil setelah itu membuat mu melakukan aborsi, dia membunuh anak nya sendiri dan tak sungkan menyakiti wanita yang mengandung anak nya" lanjut Jhon lagi.
Lucas yang mendengar itu sontak langsung memberikan pukulan lagi di hidung Jhon, dan Jhon yang mendapatkan pukulan di hidung nya seketika hidung nya berdarah.
Jhon yang hidung nya berdarah jelas tak Terima dan balas memukul Lucas lagi, keduanya kembali baku hantam, security yang melihat itu tak punya pilihan lain selain membawa keduanya ke kantor polisi.
"Dia yang salah" kata Jhon.
"Tidak, dia yang pertama memukul ku" timpal Lucas menolak tuduhan Jhon.
"Kau juga memukul ku, dia memukul ku sampai hidung ku berdarah pak" Jhon tak mau kalah.
Dan polisi yang kebingungan menghadapi keduanya pada akhirnya memilih menahan keduanya selama satu malam, itu sebagai hukuman karena keduanya telah merusak suasana bahagia menjadi riuh karena perkelahian mereka.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏
__ADS_1