
Lucas baru selesai meeting dan dia langsung yang mendapatkan pesan yang berisi lokasi sang istri pun langsung bergegas untuk menjemput sang istri.
Karena cukup dekat Lucas akhirnya sampai ke cafe tempat istrinya menunggu.
"Apa banyak pria yang mendekati mu?" bisik Lucas tiba-tiba.
"Mas, kamu ngagetin aja" balas Erni yang kaget.
Lucas memeluk Erni dan mengecup pipi Erni juga.
"Katakan padaku apa ada yang menggodamu?" tanya Lucas mengulangi pertanyaan nya.
Erni memegang tangan suaminya yang sedang memeluknya.
"Aku cantik sudah pasti banyak yang menyapa ku" sahut Erni sambil tertawa usil.
"Sayang aku serius" Lucas membalas dengan nada merajuk nya.
"Jika sekalipun ada tentu itu tak akan merubah apapun bukan? aku milik mu dan hatiku juga milik mu tentu saja aku tak akan tergoda oleh siapapun selain kamu" jelas Erni sambil melirik suaminya.
Lucas diam dan membuat Erni tersenyum geli karena suaminya benar-benar pencemburu.
"Oke, tidak ada yang menyapa ku karena kebanyakan dari mereka memiliki pasangan, ayo duduk" Erni akhirnya memilih meredakan rasa penasaran sang istri.
Dan Lucas yang mendengar itu akhirnya mau duduk, hingga saat Lucas duduk Erni langsung berkata..
"Tapi banyak yang melirik, mungkin istri mereka tidak secantik itu" kata Erni julit.
"Kalau begitu kita pulang!" Lucas memberikan tatapan tak sukanya.
"Hey bukan aku saja yang banyak melirik, lihat kamu juga tampan banyak yang menyukai mu di sini ataupun di kantor, apa kamu tidak sadar m" tanya Erni geram.
"Aku tampan" ucap Lucas.
"Ya, dan kamu tak sadar jika yang cemburu bukan hanya kamu tapi aku juga" sahut Erni lagi.
Lucas mengangguk lalu menatap sang istri.
"Sudah pesan?" tanya Lucas.
"Aku sudah makan makanan terenak di sini, coba pesan rasanya enak" jelas Erni.
Lucas pun melakukan nya dia langsung memesan makanan yang di rekomendasikan sang istri.
Tak lama kemudian makanan datang, Lucas langsung menyantap makanan nya tapi saat sedang makan Erni terus menatap nya.
"Kamu mau?" tanya Lucas.
"Ya sedikit" balas Erni cepat.
__ADS_1
"Kalau begitu aku pesan lagi" kata Lucas berniat memanggil pelayan.
Tapi dengan cepat di hentikan oleh sang istri.
"Aku hanya mau sedikit, tidak usah pesan lagi" jelas Erni.
"Bukan untuk mu, tapi aku memang mau nambah" jawab Lucas yang membuat Erni melongo.
Erni diam sebentar lalu melirik Lucas.
"Kalau begitu aku mau satu lagi" ucap Erni pelan.
Dan Lucas yang mendengarnya hanya bisa menahan gelak tawa nya, dia paham dengan pemikiran istrinya yang pasti sayang dengan uangnya.
Ya Lucas sudah melihat berapa harga makanan yang dia makan karena memang harganya yang lumayan mahal, tapi menurut Lucas harganya sangat pas mengingat tempatnya pun berada di pusat kota dan rasanya jangan di tanya lagi karena memang sangat enak.
.
.
Tiga hari berlalu..
Erni merasa heran karena ibunya tak pernah menemui nya lagi.
"Sayang" panggil Erni.
"Ya" balas Lucas yang asyik mengusap perut istrinya.
"Ibu tumben nggak minta uang" ucap Erni membuka obrolan.
"Mungkin dia kapok karena aku tak pernah membuat nya nyaman" balas Lucas asal.
"Kayanya nggak gitu juga deh" sahut Erni menggantung.
Erni ingat akan cerita sang ibu yang alasan pergi ke kota karena Pak Juned selingkuh dengan wanita lain.
Dan entah kenapa Erni merasa alasan itu tak masuk akal, ya sekalipun pak Juned dulu sempat berniat memperko*a nya tapi yang Erni tau bapak tirinya itu tak pernah menggoda wanita lain.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Lucas yang melihat istrinya melamun.
Erni diam lalu menatap wajah suaminya.
"Aku seperti nya merasa ibu sedang memiliki niatan lain" ucap Erni.
"Maksud kamu?" tanya Lucas tidak mengerti.
"Begini, ibu bilang semua uang dan perhiasan nya di pakai main wanita sama bapak, tapi yang aku lihat ibu kemarin tidak terlihat sedih dan malah senyum-senyum aneh gitu" jelas Erni.
"Mungkin dia gila" Celetuk Lucas.
__ADS_1
Dan langsung mendapatkan pelototan dari Erni yang tak suka dengan ucapan suaminya.
"Maaf" ucap Lucas nyengir.
"Seburuk apapun dia tetap ibuku, Mas" kata Erni mengingatkan.
"Ya, tapi ibu sama anak kok beda jauh ya" balas Lucas lagi.
Membuat Erni menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Beda apanya?" tanya Erni.
"Semuanya" jelas Lucas cepat.
"Semuanya?" ulang Erni dan langsung di angguki oleh Lucas dengan cepat.
Ya memang semuanya sangat kontras dengan Erni, dari mulai sikap dan wajah pun menurut Lucas Erni tak ada mirip-mirip nya dengan ibu Eva.
"Kamu benar aku memang tidak mirip dengan ibu, tapi yang aku tau ibu pernah bilang kalau aku sangat mirip dengan Ayah" jelas Erni.
"Pria tak bertanggung jawab itu?" tanya Lucas.
Dan Erni hanya mengangguk, yang dia tau ayah nya meninggalkan ibunya saat hamil, dan setelah itu dia harus menerima kebencian sang ibu.
Lucas menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya, lalu Lucas memeluk istrinya dengan penuh sayang.
"Jangan sedih, aku selalu ada untuk mu" ucap Lucas sambil mengecup pipi sang istri.
"Hem aku tau" balas Erni cepat.
Lalu Erni mengubah posisi nya menjadi berhadapan dengan sang suami.
"Bolehkah aku minta sesuatu?" tanya Erni pelan.
"Katakan lah" balas Lucas cepat.
Erni diam sebentar, lalu menatap sang suami yang juga tengah menatap wajah nya.
"Tolong cari ayah ku" ucap Erni dengan nada memohon.
"Itu sulit" balas Lucas.
"Aku mohon" sahut Erni lagi.
Lucas menatap sang istri, lalu tersenyum.
"Baiklah itu mudah" jawab Lucas dengan senyuman yang aneh.
Dan Erni langsung naik ke atas tubuh suaminya, tentu saja Lucas dengan cepat menyetujui nya karena Erni sudah kembali membangkitkan tongkat keramat nya dan sekarang Erni harus memberikan servis nya agar suaminya mau mencari sang ayah yang tak pernah Erni kenal.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏