Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Imelda


__ADS_3

Ibu Nora sedang duduk di sofa dan dia melihat Imelda yang baru pulang dari luar.


"Kamu dari lapas?" tanya ibu Nora.


Membuat Imelda menghentikan langkahnya.


"Ngapain ke sana, aku bahkan malu mengetahui ibuku seorang pembun*h" kata Imelda dengan wajah malasnya.


Padahal dia sendiri sudah melihat ibu Eva, bahkan sempat merasakan pelukan dari wanita yang melahirkan nya itu.


Hanya saja Imelda malu mengakui nya, dia benar-benar tidak mau siapapun tau jika ibunya adalah ibu Eva, bukan ibu Nora.


"Mommy adalah Mommy ku, tidak ada yang lain lagi" lanjut Imelda dingin.


"Sayang, jangan seperti itu bagaimana pun ibu Eva adalah ibumu, dia yang melahirkan mu dan kamu harus bersikap baik pada ibu mu, Mommy antar ya ke lapas" ajak ibu Nora lagi.


"Tidak! sekali tidak ya tidak!" tegas Imelda.


Lalu Imelda pergi ke arah kamarnya, melihat itu ibu Nora hanya bisa mengusap pelan dadanya.


Dia harap putrinya bisa luluh dan mau mengakui ibu Eva sebagai ibunya, sesekalipun ibu Eva pernah melakukan kejahatan padanya tapi menurut ibu Nora ibu Eva layak mendapatkan cinta kasih dari Imelda yang adalah putri kandung nya ibu Eva.


"Aku harus bisa membuat Imelda bisa menerima Eva, ya dia memang jahat padaku tapi tidak ada ibu yang jahat pada anak nya, Eva pasti akan sedih jika Imelda tidak mengakuinya" gumam ibu Nora merasa kasihan pada Ibu Eva.


Sedangkan di dalam kamar nampak imelda yang sedang meracik obat yang dia beli di online.


"Aku tidak bisa menerima kehadiran mu, kamu tidak di inginkan dalam kehidupan ku" gumam Imelda sambil melihat minuman di depan nya.


Obat itu dia campurkan hingga menjadi seperti jamu, dan setelah itu Imelda langsung meminum habis obatnya sampai habis.


Setelah habis obatnya Imelda terdiam beberapa saat, dia melihat ke bawah nya dan menunggu darah keluar dari bagian bawah.


15 menit berlalu..


Imelda mulai merasakan sakit, dia meringis sakit karena rasa nya sangat menyakitkan.


"Awww sakit, Mommy" isak Imelda sambil berjalan dengan perlahan ke kamar mandi.

__ADS_1


Saat baru sampai di kamar mandi Imelda malah jatuh yang membuat dia semakin kesakitan.


"Mommy! hiks.. tolong" isak Imelda menangis.


Lama Imelda meraskan sakitnya tanpa ada yang mendengar permintaan tolong nya hingga Imelda yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit nya itu pun akhirnya pingsan.


Di lantai bawah ibu Nora kedatangan Erni yang sengaja ke rumah nya, hanya saja dia tidak bersama Lucas karena suaminya harus bekerja.


Keduanya mengobrol masalah ibu Eva yang masuk penjara karena menjadi dalang dari percobaan pembun*han yang di lakukan pak Juned pada Edward, mantan kekasih Imelda.


"Mom, apa Imelda ada?" tanya Erni.


"Dia di atas, kenapa?" tanya balik ibu Nora.


"Apa aku boleh menemuinya, aku mau meminta Imelda menjenguk ibu" kata Erni menjelaskan niatnya.


"Mommy setuju sayang, Mommy juga sangat berharap Imelda bisa menjadi penguat ibunya, Mommy yakin ibu Eva melakukan semua itu karena dia marah akan apa yang menimpa Imelda" balas ibu Nora lagi.


"Mommy benar, Ibu melakukan semua itu karena dia tak terima dengan apa yang menimpa Imelda, jika aku ada di posisi ibu aku juga akan melakukan hal yang sama yaitu memberikan perhitungan pada Edward" jawab Erni panjang kali lebar.


Hingga Erni meminta ijin untuk bertemu dengan Imelda, dan ibu Nora mengijinkan.


"Imel" panggil Erni.


"Imel" panggil Erni lagi.


Karena tidak kunjung di buka Erni pun akhirnya membuka pintu nya yang ternyata tidak di kunci.


Ceklek..


Erni masuk ke dalam kamar Imelda, dan saat baru masuk dia tak menemukan Imelda di dalam kamar.


"Apa ini" gumam Erni melihat bercak darah.


Erni mengikuti bercak darah itu hingga berakhir di kamar mandi.


Aaa!

__ADS_1


jerit Erni kaget melihat Imelda yang penuh dengan darah.


"Imelda" panggil Erni mengguncangkan tubuh Imelda.


Tapi Imelda yang pingsan itu tidak bereaksi yang membuat Erni langsung berlari keluar kamar.


"Mommy tolong" teriak Erni.


"Ada apa sayang?" tanya ibu Nora di lantai bawah.


"Imelda berdarah" kata Erni sedikit berteriak.


Apa!


"Berdarah kenapa?" tanya ibu Nora yang baru sampai di lantai atas.


Erni tak menjawab dan dia mengajak ibu Eva masuk ke dalam kamar Imelda.


Aaa!


Kali ini giliran Ibu Nora yang berteriak.


"Imel sayang kamu kenapa, Nak bangun" ibu Nora mengguncang tubuh Imelda.


"Mommy" Imelda membuka matanya dan menatap wajah wanita yang dia panggil Mommy.


"Iya sayang ini Mommy, kamu kenapa nak" ibu Nora mengusap pipi Imelda.


"Maaf, Mommy. aku nggak mau hamil aku mau menjadi anak kesayangan Mommy, aku mau banggain Mommy" Imelda berkata dengan nada pelan nya.


Awww!


"Mommy sakit" ringis Imelda.


Setelah itu Ibu Nora dan Erni membawa Imelda ke rumah sakit, dan sesampainya di rumah sakit Imelda langsung di tangani dokter.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗


__ADS_2