Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Mencoba


__ADS_3

Keesokan pagi nya Lucas pulang dengan wajah lesunya, Erni yang melihat itu hanya diam tak mau menganggu pria yang menjadi suaminya itu.


Meski sebenarnya saat ini banyak sekali pertanyaan di kepalanya, Erni sangat ingin tau apa maksud dari ucapan Jhon semalam yang mengatakan jika Lucas adalah mantan nafi.


"Nyonya, di panggil tuan" ucap bibi membuat Erni kaget.


Dia ternyata sudah lama melamun sampai tidak sadar akan Lucas yang ternyata sudah naik ke lantai atas bahkan memanggilnya.


Erni akhirnya naik ke lantai atas, dan sesampainya di atas Erni langsung membuka pintu.


Ceklek..


Erni berjalan masuk ke dalam kamar, lalu menutup pintu.


"Siapkan aku air hangat" titah Lucas yang duduk di sofa.


Erni tak banyak bertanya ataupun membantah, dia melakukan nya sesuai permintaan suaminya.


Setelah selesai menyiapkan air hangat Erni pun langsung keluar, tapi dia malah melihat Lucas yang sedang membuka bajunya.


Lucas tentu sadar jika Erni melihat nya, dia malah dengan sengaja berjalan mendekati Erni.


"Kita akan bicara setelah aku selesai mandi, tapi sebelum itu aku siapkan makanan dulu karena aku sangat lapar" ucap Lucas lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Erni terdiam mendengar ucapan Lucas, apa benar yang dia dengar jika Lucas meminta di siapkan makanan?.


Apa ini tandanya pria itu sudah mau makan masakan buatan nya?.


"Aneh" gumam Erni merasa heran.


Tapi karena tidak mau terlalu banyak berpikir Erni pun akhirnya memilih kembali ke dapur untuk memasak.


Beberapa menit berlalu..


Kini mereka sedang berada di meja makan, Erni dan Lucas tengah menikmati masakan yang ada di meja.


Terlihat Lucas yang sangat menikmati masakan buatan Erni, dia tidak percaya jika masakan yang selama ini terlihat tak menarik rasanya sangat begitu enak.

__ADS_1


Tapi sekali lagi sekalipun masakan nya enak, Lucas tak berniat memuji masakan buatan Erni, dia tak mau wanita itu geer dan sombong karena di puji masakan nya.


.


.


"Duduklah" pinta Lucas.


Erni melakukan dan duduk di sofa, saat ini mereka sedang berada di kamar atas.


Lucas melirik Erni yang diam, dia sangat kesal atas kejadian semalam karena bertemu dengan Jhon.


"Kau mendengar ucapan Jhon semalam?" tanya Lucas.


"Hem" balas Erni cepat.


Lucas menghembuskan nafasnya kasar, lalu..


"Aku pernah di penjara karena mengajak mantan pacar ku abo*si" Lucas kembali bersuara.


Erni diam, dia memilih menjadi pendengar karena dia rasa ceritanya belum selesai.


Penasaran dengan ekspresi wajah Erni saat ini, tapi yang dia lihat wajah Erni nampak biasa saja yang membuat Lucas heran.


"Apa kau terkejut?" tanya Lucas melihat wajah Erni.


"Tidak" balas Erni cepat.


"Kenapa?" tanya Lucas lagi.


"Semua orang pernah melakukan kesalahan, sekalipun kesalahan mu terlalu jahat" sahut Erni.


"Kau menghujat ku seperti orang lain?" Lucas menatap Erni dengan pandangan aneh.


Dan Erni menggeleng cepat.


"Menurut ku setiap orang layak di berikan kesempatan kedua jika orang itu mau berubah" balas Erni lagi.

__ADS_1


Lucas tertegun dengan ucapan Erni, ini pertama kalinya ada orang yang mendengarkan ceritanya tanpa menghujatnya dengan kata celaan.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan? jika sudah aku mau ke bawah lagi, aku harus ke dapur lagi" ucap Erni sambil melirik Lucas.


Lucas nampak diam, dan diam nya Lucas Erni anggap sebagai tidak ada lagi obrolan baru.


Erni bangkit dari duduknya, tapi baru beberapa langkah tiba-tiba langkahnya terhenti karena suara Lucas.


"Kita mulai semuanya dari awal" ucap Lucas tiba-tiba.


Hah?


"Maksudnya?" tanya Erni tak mengerti.


Lucas mendekati Erni, dan tiba-tiba tangan Lucas memegang pinggang Erni lalu mata keduanya saling berpandangan.


Erni yang tak terbiasa dengan sikap Lucas tentu saja nampak tak nyaman, hingga tangan Lucas memegang tangan nya.


"Aku akan mencoba menerima mu, mulai malam ini kita tidur satu ranjang" jelas Lucas masih menatap Erni.


"Kenapa?" tanya Erni.


Padahal dia sudah nyaman tidur sendirian selama ini, tapi kenapa Lucas begitu cepat berubah pikiran nya.


"Apa perlu aku jawab?" tanya Lucas.


Dan Erni langsung mengangguk cepat.


"Karena kau istriku, dan aku mau tidur satu ranjang dengan mu" kata Lucas tegas.


Deg..


Kenapa sekarang tubuh Erni tiba-tiba meremang, jantungnya berdebar kencang tak karuan.


"Astaga apa yang aku pikirkan, jantung ku rasanya mau copot saat ini juga" batin Erni yang tiba-tiba kepikiran bercinta dengan Lucas seperti malam dimana Lucas mabuk dan memperk*sanya, ralat Erni pun pasrah tanpa penolakan.


Tapi sekarang kenapa Erni berpikir satu hal, dia takut jika Lucas memintanya abor*i seperti yang dia lakukan pada mantan kekasih nya dulu.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2