Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Gado-gado


__ADS_3

Pagi harinya Lucas dan Erni yang sudah bangun memilih lari pagi sambil menikmati suasana kampung yang masih asri.


Lucas yang anak kota dan tak pernah melihat tempat seperti kampung sang istri jelas begitu menikmati suasana di kampung ini.


"Sedang apa mereka di sana" tanya Lucas yang melihat beberapa wanita yang turun ke sawah.


"Itu salah satu aktivitas di kampung, nama nya Tandur atau bisa di bilang menanam padi" balas Erni.


"Apa harus di lakukan pagi-pagi seperti ini? apa mereka tak punya anak yang harus di urusi?" tanya Lucas lagi.


Erni tersenyum mendengar pertanyaan suami tampan nya itu.


"Begini jadi orang di kampung memang terbiasa kerja di jam 6 lebih seperti ini, tapi itu bukan karena mereka tak punya anak dan keluarga, mereka punya tapi dari pada tidak punya uang untuk makan lebih baik kerja seperti ini agar anak-anak mereka bisa makan" jelas Erni panjang kali lebar.


"Jadi mereka bekerja? bukan milik mereka sendiri?" tanya Lucas lagi.


Dan Erni menangguk cepat, membuat Lucas kembali bertanya berapa upah yang di dapatkan dari bekerja di sawah.


"Kalau di kasih makan biasanya di kasih 40 ribu, tapi kalau nggak di kasih makan bisa 45 ribu atau 50 ribu, tapi tergantung yang punya sawah nya juga sih, kadang ada juga yang ngasih cuman 35 ribu" jelas Erni lagi.


"Berapa jam kerja nya?" tanya Lucas semakin penasaran.


"Dari jam setengah tujuh sampai jam 1 siang" balas Erni.


Apa!


Lucas terlihat sangat terkejut mendengar penjelasan istrinya.


"Itu terlalu murah, apa tidak ada kerjaan lain yang lebih bagus gajih nya" ucap Lucas berkomentar.

__ADS_1


Erni melirik suaminya, lalu mengangguk.


"Ada, jadi tukang cangkul biasnya di kasih 65 sampai 70 ribu, di kasih roko kopi sama makan" balas Erni cepat.


Lucas sekali lagi menggelengkan kepalanya, dia benar-benar baru tau jika nasi yang selama ini dia makan bisa seenak itu berkat keringat buruh tani yang bekerja full semangat meski upah tak seberapa.


Dan Lucas juga tau jika Erni juga pernah bekerja seperti ibu-ibu itu, tapi yang Lucas herankan kenapa wanita-wanita paruh baya itu masih bisa mengobrol di saat kerja cape seperti itu, bahkan dia juga mendengar mereka tertawa mentertawakan sesuatu yang lucu dari obrolan mereka saat sedang bekerja.


.


.


"Kita makan yuk" ajak Erni.


"Memang nya ada restoran di sini?" tanya Lucas melirik sekeliling nya yang adalah sawah.


Saat ini mereka memang sedang melewati jalanan yang di kelilingi sawah-sawah, dan ini masih jauh ke villa tempat mereka tidur semalam.


Gado-gado?


Lucas bahkan baru mendengar nama makanan itu.


Keduanya terus berjalan, dan setelah menghabiskan 10 menit berjalan akhirnya mereka sampai di warung sederhana yang terlihat sepi.


"Duduklah" titah Erni.


Lucas yang sudah lapar akhirnya menutut dan memilih duduk, sedangkan Erni dia memesankan gado-gado untuk dia dan suami nya.


"Baru pulang ya Er?" tanya wanita penjual gado-gado yang usianya sama dengan Erni.

__ADS_1


"Iya Neng, pelanggan kamu kemana temben sepi neng?" tanya Erni heran.


Neneng teman Erni itu diam, dan membuat Erni yang melihat itu nampak kebingungan.


"Ada apa? apa ada saingan lagi?" tanya Erni.


Setahunya sekalipun ada saingan warung baru, tetap saja warung ibu nya Neneng akan sangat ramai karena gado-gado nya sangat enak.


Neneng yang di tanya seperti itu nampak ragu menceritakan masalahnya, tapi saat melihat Erni yang penampilan nya sudah jauh berbeda Neneng pun akhirnya memilih jujur.


"Aku di paksa nikah sama juragan Bonbon Er, almarhum ibu punya hutang yang di pakai buat biaya rumah sakit, tapi aku nggak bisa bayar jadi tuan Bonbon mau aku jadi istri ke 6 nya" jelas Neneng dengan wajah sedih nya.


"Jadi warung kamu sepi karena ulah aki-aki itu?" tanya Erni lagi.


Dan Neneng hanya mengangguk kecil, Erni yang tau akan hal itu merasa kasihan pada Neneng. dia mengambil gado-gado nya yang sudah jadi lalu membawa nya ke depan dimana Lucas sedang duduk.


Lucas yang melihat bentuk penyajian nya itu agak ragu untuk makan, hingga dia melihat Erni yang sedang makan dan pada akhirnya Lucas pun memilih ikut makan.


"Enak?" tanya Erni.


"Lumayan" balas Lucas sambil menyuapkan makanan nya.


Erni tersenyum melihat Lucas yang mau makan gado-gado, dia tak akan memberitahu harga nya karena Erni yakini Lucas akan sangat kaget jika tau harga nya hanyalah lima ribu satu porsi.


Keduanya makan dengan khitmat, dan dari dalam warung nampak Neneng yang terus memperhatikan Erni dan suami kotanya.


"Aku heran padahal aku dan Erni masih jauh bagus body ku, masalah cantik juga nggak kalah tapi kenapa dia malah punya suami ganteng kaya dan seperti nya orang nya juga baik terlihat dari sikap nya sama keluarga Erni yang di beliin rumah dan toko sembako" batin Neneng yang terus melihat Lucas dari dalam warung nya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗


__ADS_2