Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Hadiah mahal


__ADS_3

Mobil terus melaju bahkan sudah melewati Villa di mana mereka menginap, dan belum ada tanda-tanda Lucas berhenti.


Lucas masih mengendarai mobil nya melewati tiga kampung setelah kampung Erni, hingga dia sampai ke perkebunan teh yang ada di desa sebelah.


"Kenapa berhenti?" tanya Erni saat Lucas menghentikan mobil nya di tengah-tengah perjalanan.


Lucas melirik Erni, dia diam sebentar karena butuh waktu untuk menstabilkan emosinya yang saat ini meledak.


Tidak mau gara-gara emosinya yang sedang naik di malah melakukan hal yang akan membuat rumah tangga nya memburuk, Lucas sudah mencoba menahan emosinya saat di rumah mertuanya tadi dan dia gagal.


"Buang nafas lalu tarik lagi" kata Erni lagi.


"Kebalik" sahut Lucas sambil menarik nafasnya panjang dan membuang nya secara perlahan.


Erni tersenyum, dia sengaja memberitahu cara yang terbalik karena mau Lucas mereposon nya.


Beberapa menit berlalu..


Lucas akhir nya sudah bisa tenang, dan terlihat dia yang saat ini sedang mengajak Erni turun dari mobil.


Keduanya berjalan mendekati gubuk yang tak jauh dari mobil nya, dan setelah sampai Lucas dan Erni nampak saling melirik.


"Cape?" tanya Lucas.


"Lumayan" balas Erni, tapi dia tidak apa-apa karena dia sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh.


Keduanya diam sebentar, hingga..


"Maaf" ucap Erni tiba-tiba.


"Kamu tidak salah, mereka yang salah" balas Lucas yang tidak mau menyalahkan sang istri atas apa yang di lakukan mertuanya.


Erni menggeleng, dia minta maaf bukan karena orang tuanya, tapi karena dia telah membiarkan barang pemberian mertuanya di ambil begitu saja oleh ibu nya.


"Aku salah karena membiarkan kalung itu di rampas ibu" ucap Erni lagi.


"Ya kamu memang salah, padahal Mami sudah baik dengan memberikan hadiah mahal ini pada mu" sahut Lucas lagi.


"Aku tau, aku memang bersalah maafkan aku" Erni menunduk merasa gagal menyimpan barang yang sangat berharga itu.


Lucas melirik istrinya, bukan masalah harga nya yang mahal tapi dia tau bagaimana Mami nya memesan barang itu karena kalung itu sangat indah dan keluaran terbaru.

__ADS_1


"Sudahlah, sekarang kamu harus lebih bisa menjaga kalung ini lebih baik dan jangan biarkan Ibu mengambil nya lagi" kata Lucas pada akhirnya memilih untuk tak kecewa.


Lucas memberikan kalung nya pada Erni, Erni melihat kalung indah itu dan melirik suaminya, Lucas.


"Bisa tolong pasangkan?" tanya Erni.


"Tentu" balas Lucas, yang langsung memasangkan kalung di leher istrinya.


Erni melihat kalung nya cukup lama dan saat dia akan melihat ke arah suaminya Erni sangat kaget melihat apa yang ada di depan nya.


Lucas memperlihatkan cincin yang dia pegang, cincin yang memiliki permata biru yang sebelumnya di curi oleh Ibu nya.


"Apa ini?" tanya Erni pura-pura tak mengerti, padahal jelas-jelas dia tau apa yang ada di depan nya itu adalah cincin.


"Ini cincin yang aku beli khusus untuk mu, dan di belakang nya juga ada ukiran nama kita" balas Lucas menjelaskan.


"Tapi sayangnya jari mu bukan menjadi yang pertama memakai nya" lanjut Lucas dengan wajah bete nya.


Harusnya Erni yang memakai nya pertama, tapi malah Ibu mertuanya yang tidak tau malu yang malah mencoba nya yang pertama kali.


"Maafkan Ibu, Ibu pasti khilaf" ucap Erni yang masih membela ibunya.


Ya sejahat apapun ibunya, Ibu Eva tetaplah wanita yang melahirkan nya dan membesarkan nya sampai besar.


"Jangan bahas itu lagi, aku mau kamu memakai ini" kata Lucas malas membahas mertuanya.


"Tolong pasangkan lagi" sahut Erni lagi.


Lucas melakukan nya dia memasangkan cincin nya ke jari tangan sang istri.


Erni melihat cincin yang sangat indah itu, lalu melirik ke arah suaminya.


"Makasih, ini sangat cantik dan indah" kata Erni terharu.


"Tentu saja, harga nya bahkan seharga rumah mewah" balas Lucas cepat.


Apa?


"Jadi cincin ini sangat mahal?" tanya Erni kaget.


Lucas menggangguk kecil.

__ADS_1


"Harga nya yang mahal tak sebanding dengan harga senyuman mu, maka dari itu terus tersenyum karena itu jauh lebih mahal bagiku" sahut Lucas lagi.


Membuat Erni tersenyum dan mencium pipi Lucas dengan penuh cinta.


"Makasih, aku akan selalu tersenyum karena ada kamu, pria hebat yang aku miliki" Erni berkata sambil menatap Lucas.


Keduanya saling berhadapan dan tatap menatap, bibir keduanya mulai saling beradu dan saat akan saling mencium tiba-tiba saja terdengar suara seseorang..


"Woyy jangan mesum" teriak seseorang yang jaraknya cukup jauh dari gubuk.


Erni yang mendengar suara orang lain sontak langsung sadar jika ini adalah tempat umum.


"Ayo pulang" ajak Erni.


"Hey aku mau kita bercinta di sini" balas Lucas sambil menarik tangan Erni dan di duduk kan ke pangkuan nya.


Erni buru-buru melepaskan dirinya, jangan sampai mereka di gerebek karena melakukan hal aneh di tempat sepi seperti ini.


"Aku akan membungkam nya jika dia sampai membuka suara lagi" kesal Lucas.


Lalu Lucas memiliki Erni yang diam saja.


"Ada apa?" tanya Lucas.


"Aku malas jalan" balas Erni.


"Lalu?" tanya Lucas lagi.


"Ya gendong, aku kan malas jalan" sahut Erni manja.


Lucas menaikan sebelah alisnya ke atas dan menatap istrinya, dan Erni yang tau tatapan itu langsung membungkam mulut suaminya dengan kata-kata nya.


"Double ronde khusus untuk malam ini" tawar Erni.


"Oke" Lucas langsung berjongkok dan Erni pun dengan senang langsung naik ke punggung suaminya.


Lucas berjalan dengan hati-hati ke arah mobilnya, sedangkan Erni dalam hati nya dia begitu sangat happy.


"Ternyata enak juga ya punya suami, mau di majain tinggal kasih tambah ronde dan langsung menjadi ratu yang di layani sepenuh hati" batin Erni yang sudah tau caranya untuk membuat Lucas semakin bucin padanya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya ❤🤗🙏


__ADS_2