Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Alasan


__ADS_3

Tok..tok..


"Ibu" panggil Erni.


Kembali Erni mengetuk pintu, tapi nihil tak ada jawaban dari dalam.


Hingga saat Erni akan pergi tiba-tiba dia melihat ibunya yang baru datang dari luar.


"Ibu kemana saja" Erni bertanya.


Ibu Eva yang melihat keberadaan Erni di rumah nya itu nampak jelas wajahnya seperti kaget.


"Kamu kalau bertamu jangan nggak sopan, tunggu dulu ibu masuk baru nanya bukan nya nanya di saat ibu belum masuk!" marah ibu Eva seolah mengalihkan perhatian.


Padahal dia sudah tau jika Erni sudah pasti akan bertanya akan masalah siapa ayah nya.


Ibu Eva membuka pintu kosan nya lalu masuk, Erni ikut masuk karena dia tak mau ada yang mendengar obrolan mereka.


"Kamu mau makan?" tawar bu Eva.


"Nggak" balas Erni menolak.


Dia membiarkan ibunya makan dulu, ibu Eva memang baru dari luar tepatnya membeli makan.


Wajah ibu Eva saat makan nampak tak tenang apalagi selama makan Erni terus melihat gelagat ibu nya.


Cukup lama ibu Eva makan hingga akhirnya ibu Eva selesai makan dan minum.


"Ibu katakan yang sejujurnya" kata Erni to the poin dengan maksud kedatangan nya.


"Apa maksud mu? kejujuran apalagi yang mau kamu tau? hah" tanya ibu Eva dengan nada bicara nya yang sewot.


"Siapa orang tua ku yang sesungguhnya?" ucap Erni bertanya.


Dan berhasil membuat raut wajah ibu Eva menjadi tak biasa.


"Apa yang kamu tau?" tanya ibu yang malah bertanya.


Erni membuka tasnya dan m memberikan foto dimana ibu Eva nampak memakai pakaian pelayan.


Ibu Eva melihat itu sadar jika semuanya akan terbongkar saat ini juga.

__ADS_1


Wanita itu bangkit dari duduknya lalu tiba-tiba tertawa keras.


Haha..


"Ibu" panggil Erni.


"Ya kamu benar aku bukan ibu mu" ucap ibu Eva dengan wajah dingin.


"Jadi benar ibu bukan orang tuaku?" Erni masih tidak bisa percaya.


Sebelumnya dia memang tidak percaya dengan apa yang Lucas katakan sekalipun bukti sudah ada, tapi Erni masih bersikekeh untuk meminta jawaban langsung dari ibu Eva sendiri.


Rasanya dia tak bisa percaya bagaimana mungkin selama 19 tahun Erni menghabiskan masa kecilnya bersama wanita yang bukan keluarga nya.


"Aku bukan orang tuamu, kau puas?" tanya ibu Eva dengan nada keras.


"Ibu, jika aku memang bukan anak ibu lalu kenapa aku ada bersama ibu?" Erni butuh penjelasan atas semua yang telah dia lalui.


Dia hanya mengenal ibu Eva yang menjadi ibu nya, dan itu semua karena dia di besar kan di kampung bersama ibu Eva.


Ibu Eva nampak tidak mau menjawab, dia malah berbalik dan menatap tajam ke arah Erni.


"Tidak bu, aku harus tau apa alasan ibu menculik ku, apa salah ku? kenapa ibu begitu jahat padaku?" tanya Erni dengan wajah yang menahan tangis.


Ibu Eva masih tak mau menjawab, dia malah menarik Erni untuk keluar dari kosan nya.


"Ibu, aku mohon beritahu aku bu" mohon Erni.


Tapi ibu Eva tak perduli dia malah terus mendorong Erni hingga Erni jatuh ke lantai.


Awww..


Ringin Erni saat merasakan sakit di perutnya.


"Ibu sakit" kata Erni meminta tolong.


Ibu Eva melihat Erni yang kesakitan, dia malah menutup pintunya dan tak memiliki niat membantu.


Erni mencoba berdiri di saat rasa sakit menyerang nya, tangan nya mengambil ponsel di tasnya.


"Halo, mas"

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa? suara mu kenapa seperti orang kesakitan?" tanya Lucas di sebrang telpon.


Awww..


"Mas, tolong Mas" ucap Erni menahan sakit.


"Kamu dimana?" tanya Lucas lagi.


"Aku di kosan ibu, aww..mas sakit" ringis Erni menjadi.


"Tunggu aku, aku akan secepatnya ke sana" kata Lucas.


Dan setelah panggilan nya dimatikan Erni pun menyimpan ponselnya ke dalam tasnya lagi.


Rasa sakit itu membuat Erni kembali menangis, dan tanpa sepengetahuan Erni ibu Eva mengintip dari dalam.


"Apa aku harus menolong nya" gumam ibu Eva.


"Tapi mereka orang jahat yang membuat hidup ku hancur, aku tak bisa melupakan kejahatan mereka padaku" lanjut ibu Eva masih belum bisa melupakan masalalu.


Lama ibu Eva melihat Erni yang kesakitan hingga dia melihat darah keluar dari kaki Erni yang mana membuatnya kaget.


Naluri nya mengatakan dia harus menolong Erni, dan ibu Eva membuang rasa marah nya dia membuka pintu dan mendekati Erni.


"Ibu akan membawa mu ke rumah sakit" kata ibu Eva.


Dan alih-alih mengangguk mau Erni malah balik mendorong ibu Eva.


"Aku benci ibu, ibu jahat ibu telah merenggut kehidupan masa kecil ku yang seharusnya bahagia, ibu jahat" kata Erni sambil menangis.


Rasa sakit di perutnya kini terganti dengan rasa sakit hati nya, kenapa ada manusia setega ibu Eva yang bisa memisahkan seorang anak dari keluarga nya tanpa alasan yang jelas.


"Terserah, ibu akan tetap membawa mu ke rumah sakit" ucap ibu Eva menjawab dengan tegas.


Lalu ibu Eva meminta bantuan tetangga nya untuk membawa Erni ke taksi, dia langsung membawa Erni ke rumah sakit terdekat dan selama di perjalanan Erni tak henti-hentinya menangis.


"Jika anak ku kenapa-kenapa ibu yang bersalah, aku membenci ibu " kata Erni sambil menangis sesegukan.


🌹


jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2