Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Di kantor


__ADS_3

Siang nya Erni mengantarkan makanan yang dia buat untuk suaminya.


Ceklek..


Erni yang baru masuk melihat Lucas yang sedang duduk bersama seorang wanita, dan dari dait wajah nya cukup menjelaskan jika Erni merasa cemburu.


Wanita yang duduk di dekat Lucas itu jelas tau jika Erni adalah istri dari Lucas, tapi hal itu tak sedikit pun membuat dia berhenti mendambakan pria di samping nya itu.


"Hy, aku Celia. teman nya Lucas" kata wanita cantik itu dengan senyuman nya yang di paksakan.


"Erni" ucap Erni sambil duduk meski tak di persilahkan duduk.


"Kamu bawa makanan?" tanya Celia.


Erni mengangguk sebagai jawaban.


"Wah istri yang baik, tapi emang Lucas mau makan masakan orang kampung?" tanya Celia melirik Lucas.


Dan Lucas hanya diam, dia nampak fokus pada map yang sedang dia baca.


Celia tersnyum karena Lucas acuh pada Erni, ini membuat dia ingin semakin menghina gadis kampung di depan nya itu.


"Apa yang kamu masak?" tanya Celia.


Erni sebenarnya tak suka di tanya-tanya seperti itu tapi dia pun akhirnya memilih menjawab.


"Ini oseng kangkung, ini ikan asin peda, lalapan sama sambal nya dan yang terakhir tempe goreng sama tahu goreng" jelas Erni sambil memperlihatkan isi makanan yang dia bawa.


Celia yang melihat itu merasa miris, menurutnya itu adalah makanan kampungan yang tidak menarik sama sekali.


"Kasian Lucas, masa iya di kasih makanan kaya gituan" kata Celia melirik Lucas dengan wajah miris.


"Maksud nya gimana ya?" tanya Erni melirik Celia.

__ADS_1


"Maksud aku itu gini ya Erni, Lucas kan orang kota yang pastinya dari kecil makanan nya juga udah elite dan banyak vitamin nya, terus apa yang kamu masak sekarang? hanya makanan kampungan yang murahan itu, jelas itu bukan selera Lucas" Celia berkata sambil menunjuk makanan yang Erni masak dengan wajah mengejek nya.


Erni yang mendengar ucapan Celia jelas meradang, dia bangkit dan menatap tajam Celia.


"Jadi menurut kamu ini masakan kampungan yang murahan gitu?" tanya Erni dengan wajah marah nya.


"Ya kurang lebih seperti itu, ya kan Lucas" melirik Lucas yang sebenarnya acuh juga pada Celia.


"Lalu apa yang orang kota seperti kamu bisa? hanya makan bukan? menghina masakan orang sedangkan diri sendiri nggak bisa masak, kalau aku jadi kamu malu ya masa suami di kasih masakan buatan tangan orang lain" Erni menjawab dengan lantang.


"Ehk lupa, kamu masih jomblo kan? belum menikah juga, apa jangan nggak ada yang mau? atau mau nya sama suami orang?" lanjut Erni dengan wajah mengejek nya.


"Kamu!" Celia bangkit dan menunjuk wajah Erni.


Dan saat itulah Lucas baru bangkit dan memberikan map merah di tangan nya pada Celia.


"Pergilah, jangan membuat keributan di sini" kata Lucas secara tidak langsung mengusir Celia.


Lucas menggeleng sebagai jawaban, dari tadi dia diam karena ingin melihat seberapa berani Erni menghadapi Celia yang memang sikap nya menyebalkan.


Dan ternyata dugaan Lucas tak melesat, Erni begitu berani beradu mulut dengan Celia yang memang sengaja Lucas panggil ke kantor nya untuk membuat Erni cemburu.


"Istriku membawa makanan, aku akan makan di sini" kata Lucas.


Celia berniat menjawab lagi, tapi Erni menyela nya..


"Udah keluar aja, cari yang lain jangan suami orang" celetuk Erni santai.


Sontak membuat Erni langsung mendaptkan tatapan tajam dari Celia.


"Awas kamu" gumam Celia pelan tapi masih bisa di dengar oleh Lucas ataupun Erni.


"Nggak takut" balas Erni dengan lantang.

__ADS_1


Lalu Celia pun dengan persaan kecewa nya akhirnya memilih pergi, demi apa dia akan membuat Erni menyesal karena berani menghina nya.


Kini hanya tersisa Erni dan Lucas berdua di ruangan Lucas, terlihat Erni yang kembali duduk dan akan membereskan makanan nya.


"Kenapa di bereskan?" tanya Lucas.


"Bukan kah orang kota nggak suka makanan seperti ini?" tanya Erni melirik Lucas.


"Siapa bilang, aku mau makan makasan mu itu, ayo duduk di sini dan suapi aku" titah Lucas sambil menepuk sofa kosong di sebelah nya.


Tapi Erni malah diam dan hal itu membuat Lucas bingung.


"Kenapa?" tanya Lucas lagi.


"Itu tempat duduk wanita tadi, aku tidak mau duduk di situ takut terkena sifat menyebalkan nya" kata Erni jujur.


Astaga..


Lucas akhirnya bangkit dan duduk di sebelah Erni, dan melihat itu Erni senang karena sebelum nya dia pikir Lucas akan marah mendengar jawaban nya.


"Ayo suapi aku" pinta Lucas.


Erni mengangguk dan langsung menyuapi Lucas dengan perasaan yang tidak bisa di artikan.


Satu sisi Erni bahagia dengan perubahan sikap Lucas padanya yang lebih baik, tapi satu sisi dia juga merasa takut jatuh cinta pada Lucas, lebih tepatnya Erni takut patah hati setelah jatuh cinta.


Sedangkan Lucas dia masih belum terbiasa dengan makanan yang Erni buat, tapi sebisa mungkin dia akan belajar makan makanan sederhana yang Erni masak karena dia mau belajar menerima Erni sebagai istrinya.


"Tahan Lucas, ini enak hanya sedikit pedas dan asin " batin Lucas yang menahan padas dan asin saat makan ikan asin dan sambal yang di masak Erni.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2