Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Belanja adik kakak


__ADS_3

Hari-hari Erni lalui dengan cinta Yang penuh dari suami dan keluarga nya, dia merasa bersyukur karena akhirnya dia mendapatkan keluarga yang begitu dia impikan.


Pun dengan Imelda yang sudah pulih dan sekarang sudah bisa bersahabat dengan keadaan.


"Bagaimana sudah siap?" tanya ibu Nora pada kedua putrinya.


"Iya Mom" balas Erni dan Imelda kompak.


Keduanya memilih tidak berebut kasih sayang karena baik Erni ataupun Imelda tau jika ibu Nora tak akan pilih kasih pada mereka.


Imelda sudah sadar, dia tidak akan mengulangi kesalahannya yang kedua kalinya lagi, Erni adalah putri kandung Mommy nya dan dia menerima semua itu, termasuk jika kenyataan dimana dia adalah anak kandung ibu Eva.


Kehamilan Erni sudah masuk ke bulan sembilan sedangkan Imelda saat ini baru memasuki bukan ke 4 dan bersyukur kandungan nya sehat.


"Kalian di belakang saja, biar mommy yang menyetir" kata ibu Nora lagi.


"Kakak didepan saja, biar aku di belakang" ucap Imelda.


"Kamu nggak mau didepan?" tanya Erni.


Imelda menggeleng.


"Aku dibelakang saja, mau sambil makan soalnya kalau di depan silau" jelas Imelda yang tentunya hanya alasan saja.


Lalu Imelda pun langsung masuk ke dalam mobil dan dia memilih duduk di jok belakang, Imelda mencoba untuk menjadi lebih dewasa dengan tidak mempermasalahkan masalah kecil.


"Ayo sayang" ajak ibu Nora lagi.


Erni masuk ke dalam mobil sang Mommy, lalu mobil yang membawa mereka bertiga melaju dengan kecepatan sedang.


Tak lama kemudian mobil mereka sampai di tempat tujuan, Erni dan yang lain nya langsung keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Mereka saat ini sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di tengah kota, Erni akan membeli beberapa pakaian untuk calon bayinya.


Selain itu dia juga akan mengantar Imelda yang Erni anggap seperti adik sendiri itu akan membeli peralatan bayi seperti popok dan yang lain nya.


"Kita langsung ke peralatan bayi?" tanya Erni.


"Boleh" balas Imelda.


"Mommy ikut saja, kan anak-anak Mommy yang akan beli peralatan bayi bukan mommy" timpal ibu Nora tersenyum.


Tidak ada kebahagiaan yang tidak dia syukuri, ibu Nora merasa penuh syukur karena dalam waktu dekat ini dia akan mendapatkan dua cucu sekaligus.


Erni dan Imelda langsung ke tempat dimana surga-Nya peralatan bayi, Imelda yang tidak tau jenis kelamin bayinya memilih warna netral karena takut nya baju nya tidak akan terpakai.


Lain dengan Erni yang memilih pakaian anak perempuan karena calon bayinya itu berjenis kelamin perempuan.


"Ini bagus sayang" kata ibu Nora memilih dres cantik berwarna nude.


"Boleh Mom, tidak terlalu terbuka bagus" balas Erni menerima baju pilihan sang mommy.


"Kak, ini pilihan aku buat baby girl" Imelda memperlihatkan pilihan nya.


Erni melihat itu tersenyum.


"Masalah baju emang kamu yang paling tau ya dek, bagus kakak suka pasti baby girl akan semakin cantik dengan pilihan aunty nya" kata Erni tersenyum menerima baju pilihan adiknya.


Imelda hanya tersenyum mendapatkan pujian dari Erni, lalu mereka lanjut mencari peralatan bayi lagi.


Setelah selesai Erni berniat makan bersama dengan ibu Nora dan Imelda, tapi sayang nya Lucas menjemputnya ke mall.


"Mom, maaf aku pinjam Erni nya ya. Mami sudah di perjalanan ke rumah soalnya" kata Lucas pada sang ibu mertua.

__ADS_1


"Iya nggak papa, kalian pergi saja pasti Retno akan happy banget melihat perut besar kamu sayang" ibu Nora memegang pipi Erni lembut.


"Mommy benar, Mami sangat menantikan cucu dan aku sangat senang bisa memberikan cucu untuk Mami, dan Mommy juga" kata Erni tersenyum.


"Pergilah, Mommy titip salam ya untuk mertuamu" lanjut ibu Nora lagi.


Erni mengangguk lalu setelah mencium punggung tangan sang Mommy Erni pun pergi bersama Lucas yang membawakan tas dan juga belanjaan nya.


Imelda melihat itu semua, dia mengusap perutnya.


"Meski kita nggak akan memiliki sosok yang melindungi tapi kamu akan Ibu jaga nak, jangan khawatir ibu akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk kamu sayang" batin Imelda sambil mengusap perutnya.


Jujur untuk rasa iri mungkin ada, tapi Imelda mencoba untuk menepis semua sikap buruknya itu karena Imelda ingin hidup dengan tenang bersama keluarga yang mencintainya, selain itu Imelda juga tidak mau kehilangan apa yang sudah dia miliki, karena hanya karena satu kesalahan itu bisa membuat semaunya fatal.


"Sayang, kamu melamun?" tanya ibu Nora.


"Kak Erni beruntung ya Mom" kata Imelda mengusap perutnya.


"Iya, Erni memang beruntung dia mendaptkan keluarga yang begitu mencintainya, Mommy sangat bersyukur untuk itu" balas ibu Nora sambil tersenyum.


Imelda diam, andai dia juga mendaptkan suami dan mertua yang baik, mungkin dia akan merasa bahagia seperti kakaknya.


"Sayang" panggil ibu Nora.


"Ya mom" balas Imelda cepat.


"Ayo makan, mommy sudah lapar" ajak ibu Nora.


Imelda mengangguk lalu mereka pergi ke salah satu restoran yang ada di mall.


Selama makan Ibu Nora melihat putrinya, dia tau kesedihan tersembunyi di balik senyuman ceria putrinya, sekalipun Imelda hanya anak angkat lebih tepatnya anak dari wanita yang membuat dia kehilangan momen membesarkan darah daging nya sendiri tapi ibu Nora sangat menyayangi Imelda seperti buah hatinya sendiri.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2