
"Bagaimana kondisi putri saya dok?" tanya ibu Nora mendekati dokter.
"Syukurlah ibu membawa pasien secepatnya karena jika tidak mungkin nyawa keduanya tidak akan tertolong karena pasien pendarahan." jelas dokter.
"Maksud dokter?" tanya ibu Nora.
"Saat ini kondisi pasien masih lemah, tapi akan membaik setelah mendapatkan perawatan" lanjut dokter lagi.
"Bagaimana dengan cucu saya dok?" tanya ibu Nora lagi.
"Untuk janin nya masih bisa di selamatkan, tapi saya harap ibu bisa menjaga mood korban karena itu sangat penting untuk saat ini" jelas dokter lagi.
Ibu Nora mengangguk lalu Imelda pun dipindahkan ke ruangan intensif.
Erni memeluk ibunya yang terlihat sedih, bisa dia lihat jika ibu Nora begitu menyayangi Imelda seperti anaknya sendiri.
"Mommy jangan menangis, Imelda akan sembuh" kata Erni sambil mengusap punggung Mommy nya.
"Mommy menangis karena merasa bersalah, Mommy tak bisa menjaga Imelda, apa yang Eva katakan benarommy ibu yang gagal" kata ibu Nora sedih.
"Tidak, Mommy tidak gagal tapi mugkin pergaulan yang membuat Imelda seperti ini, yakinlah jika Imelda pasti akan baik-baik saja begitupun dengan bayi nya" jawab Erni lagi.
Ibu Nora juga berharap sama, dia mau putrinya yang satu itu bisa menjadi lebih baik setelah ini dan tidak melakukan hal yang membahayakan diri sendiri.
Setelah itu ibu Nora pun menemani Imelda ke ruangan intensif, sedangkan Erni dia tau Imelda tak akan menyukainya jadi dia memilih pulang karena berdiam lama di rumah sakit juga tidak baik untuk ibu hamil.
****
"Sayang" panggil Lucas yang baru pulang bekerja.
Lucas pulang ke rumah Ibu Nora karena Erni mengajaknya menginap.
"Mas, tumben pulang cepat?" tanya Erni melihat jam yang masih siang.
"Aku di telpon Mommy, jadi aku langsung pulang cepat" jelas Lucas.
__ADS_1
Erni manggut-manggut saja mendengar penjelasan suaminya.
Lalu Erni berniat pergi mengambilkan minum, tapi tangan nya di tahan suaminya.
"Jangan pergi, aku mau kita ke kamar saja" kata Lucas.
"Aku mau ambil minum dulu" balas Erni.
"Kamu pergi ke kamar saja biar aku ambil minum sendiri" sahut Lucas.
Tak mau berdebat Erni pun akhirnya pergi ke kamar, sedangkan Lucas dia mengambil minum ke dapur dan setelah itu langsung menyusul ke kamar.
"Aku tidak habis pikir apa yang ada di pikiran gadis itu, heran kelakuan ibu sama anak sama aja nggak ada yang benar" Lucas berkata sambil berjalan mendekati istrinya.
"Kamu benar Mas, tapi aku kasihan juga sama Imelda pasti dia melakukan itu semua karena bingung pacar nya nggak mau tanggungjawab, Edward memang bajingan" kata Erni nampak jelas wajah kemarahan diwajahnya.
Dia sudah menganggap Imelda yang usianya berbeda beberapa bulan dengan nya itu seperti adiknya sendiri, dan Erni tak bisa membiarkan pria yang telah menyakiti adiknya itu bisa hidup bebas.
Lucas hanya diam melihat kemarahan sang istri, mendengar kata yang keluar dari mulut istrinya membuat Lucas seperti merasakan tamparan di pipinya karena kesalahan yang sama juga pernah dia lakukan di masa lalu.
"Maaf" kata Erni tak bermaksud menyindir.
"Tidak apa, kamu benar orang yang tidak bertanggungjawab seperti Edward memang tidak boleh hidup bebas" ucap Lucas dengan wajah terlihat tak bersemangat.
Erni memeluk suaminya, dia benar-benar melupakan jika suaminya begitu sensitif dengan hal seperti ini.
"Apa aku salah jika aku bisa hidup bebas setelah aku membuat anak ku pergi?" tanya Lucas.
"Jangan berkata seperti itu Mas aku nggak suka, kamu sudah mendapatkan hukuman atas apa yang kamu lakukan jadi tidak ada lagi harus kamu lakukan selain menjadi pribadi yang lebih baik lagi" kata Erni tegas.
Lucas menatap istri nya lalu kembali memeluk Erni lagi.
Cup..
"Kamu benar, aku akan menjadi lebih baik untuk kamu dan anak kita" ucap Lucas lagi.
__ADS_1
Ya meski sedikit nya dia masih terbayang-bayang akan apa yang telah dia lakukan, dan penyesalan itu akan terus menerus dia ingat sampai kapan pun.
Setelah itu Erni pun menyiapkan air hangat untuk Lucas mandi.
"Sudah" kata Erni keluar dari kamar mandi.
"Terimakasih istriku" ucap Lucas tersenyum.
"Sama dedek nya nggak?" tanya Erni.
Membuat Lucas langsung melihat ke perut buncit istrinya.
"Makasih sayang Papa, bilangin sama Mama nanti siap-siap untuk buka jalan karena Papa mau menjenguk kamu" kata Lucas sambil mengecup perut buncit istrinya.
"Nakal" Erni mencibit gemas tangan suaminya.
"Bukan nakal tapi kebutuhan sayang" balas Lucas tersenyum.
"Ya kebutuhan, kebutuhan nafsu kan" sahut Erni manyun.
Dan langsung mendapatkan kecupan di bibir nya dari Lucas.
"Kamu sendiri suka, dasar" Lucas meledek.
"Bukan suka tapi ya aku mah kalau udah tanggung ya lanjut, jadi bikan suka ya" balas Erni gengsi mengakui.
"Iya tanggung enak nya" sahut Lucas sambil tertawa, lalu masuk ke kamar mandi.
Erni tersenyum kecil, lalu tangan nya mengusap perutnya yang buncit.
"Mama nggak sabar menunggu kamu lahir sayang, sehat-sehat karena kami semua akan sangat menyayangi mu" gumam Erni yang merasaka tendangan kecil di perutnya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya ❤🤗🙏
__ADS_1