
"Aku hamil"
Lucas diam, wajah nya nampak tak bisa di artikan karena merasa kaget dan tidak menyangka dengan pernyataan yang di ucapkan istrinya.
"Aku hamil" lanjut Erni mengulang ucapan nya.
"Kamu hamil? kapan?" tanya Lucas yang kini matanya beralih menatap sang istri.
Lalu Erni pun menceritakan akan dirinya yang telat datang bulan setelah pulang dari kampung nya.
Dan Erni sebelumnya juga ragu melakukan tes kehamilan itu mengingat dia baru telat satu minggu, tapi setelah dua minggu berlalu Erni pun pada akhirnya memilih mengecek nya, dan sebenernya kemarin saat belanja bulanan Erni membeli alat tes kehamilan.
"Apa kamu happy?" tanya Erni.
"Sangat" balas Lucas.
Lalu Lucas mengusap perut Erni, dia diam beberapa saat dan mengecup perut istrinya.
"Terimakasih" ucap Lucas menatap perut istrinya.
"Sama-sama" balas Erni sambil tersenyum.
"Besok kita ke rumah sakit ya" lanjut Lucas.
"Untuk apa?" tanya Erni.
Dan pertanyaan Erni sontak membuat Lucas melirik pada sang istri.
"Tentu saja mengecek kondisi kehamilan" sahut Lucas cepat.
Erni yang mendengar jawaban sang suami manggut-manggut saja.
"Aku akan memberitahu Mami" lanjut Lucas mengambil ponsel nya.
Lalu Lucas pun langsung menelpon sang Mami, dan setelah menyambung Lucas langsung memberitahu kehamilan sang istri.
__ADS_1
"Kamu hamil sayang?" tanya ibu Retno senang dengan kabar bahagia dari sang putra.
"Iya Mam, tapi aku belum memeriksa ke dokter kandungan" balas Erni.
"Periksakan secepat nya, nanti kirim hasil USG nya Mami mau pamer pada teman-teman Mami" sahut Ibu Retno dengan penuh semangat.
"Aku tidak mengijinkan Mami pamer anak ku" Lucas menyahut cepat.
"Tidak ada ijin tidak masalah, Mami mau memberitahu teman-teman Mami jika bukan mereka saja yang sudah punya cucu tapi Mami juga akan punya cucu banyak dari kalian" jawab Ibu Retno kekeh.
Lucas menghembuskan nafasnya kasar, Mami nya memang sangat ingin punya cucu sejak lama.
Dan mungkin dengan hamilnya Erni akan membuat Ibu Retno semakin bahagia karena dia akan menjadi nenek.
"Sudah lah, Mami sedang senang" kata Erni pada sang suami.
"Ya sudah panggilan nya aku matikan dulu, Mami cepat tidur aku dan Erni akan istirahat" lanjut Lucas lagi, lalu langsung mematikan panggilan nya sepihak.
Erni menggelengkan kepalanya melihat Lucas yang mematikan panggilan nya, padahal dia belum menanyakan kabar sang mertua yang sudah lama berlibur menikmati masa tuanya itu.
"Hem" Erni mulai berbaring.
Dan Lucas langsung memeluk sang istri dari belakang, tak ada obrolan di anatara keduanya hingga akhir nya Lucas dan Erni sama-sama masuk ke alam mimpi nya.
****
Di tempat lain Lee Hara nampak sedang menangis, dia merasa malu saat aib yang selama ini dia sembunyikan akhirnya terungkap sang suami.
Dan bukan nya marah Son Jony malah tak marah padanya, bahkan untuk sekedar mendiamkan nya pun Son Jony tak melakukan nya.
"Sudahi tangisan mu, aku tidak marah padamu jadi stop menangis" ucap Son Jony sambil mengusap air matanya.
"Aku malu" balas Lee Hara sambil terisak.
"Malu? aku bahkan tak apa-apa, masa lalu mu adalah masa lalu dan aku tak akan mempermasalahkan semua itu karena aku tau itu adalah bagian masa lalu mu" sahut Son Jony sambil tersenyum.
__ADS_1
Lee Hara mengusap air matanya, dia menatap suaminya yang sedang menatap nya.
Betapa beruntung nya dia memiliki suami yang sangat baik seperti Son Jony, meski dulu pada awalnya dia terpaksa menerima suaminya karena perjodohan tapi siapa sangka jika dia benar-benar mencintai suami nya.
Dan perasaan cintanya semakin bertumbuh besar di saat malam pertama mereka, Son Jony tak membahas masalah kesucian nya yang sudah hilang, suaminya malah memujinya cantik dan meratukan nya hingga membuat Lee Hara merasa lupa akan kesedihan nya di saat itu.
"Kenapa kamu sangat baik?" tanya Lee Hara.
"Karena kamu pantas" balas Son Jony.
"Aku wanita yang sangat buruk, kamu pasti__" ucap Lee terpotong karena Suaminya menyimpan satu jari nya di depan bibir nya.
"Sttt, jangan katakan hal yang tidak baik, bagiku kamu adalah anugrah terbaik dari Tuhan untuk ku dan aku sangat beruntung memiliki mu" jelas Son Jony yang membuat Lee Hara tak bisa berkata-kata lagi.
Dia memeluk suaminya yang sangat baik hati itu, sekali lagi Lee merasa beryukur memiliki suaminya.
Setelah berpelukan keduanya langsung tiduran, lalu Son Jony mencoba memberikan pengertian pada istrinya untuk ikhlas dengan apa yang terjadi di masa lalu dan di jadikan pelajaran saja.
Tapi jelas semuanya tak semudah itu, Lee sudah merasakan rasa trauma akan pria yang dulunya dia percaya bisa membuat nya bahagia dan rasa sakitnya bertambah saat tau janin nya sudah tiada.
"Aku masih belum siap" kata Lee jujur.
"Tidak perlu cepat, cukup niatkan saja untuk menjadi lebih baik Tuhan pasti akan melapangkan dada mu agar bisa menerima takdir darinya" balas Son Jony lagi.
"Aku rasa tak mudah" sahut Lee cepat.
Dan Son Jony memilih tak menjawab, dia mengusap kepala sang istri lalu mengecup kening isterinya.
"Good night" ucap Son Jony.
"Too" balas Lee, lalu perlahan memejamkan matanya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗
__ADS_1