
Di kamar Imelda sedang menangis ketakutan karena kehamilan nya, dia terlalu malu menampakkan wajahnya kepada kedua orang tuanya.
"Bodoh, bodoh!" ucapnya menggerutu.
Imelda terus mengutuki kebodohan nya yang dengan mudah mempercayai kekasihnya yang bajingan, seharusnya dia tidak pernah mempercayai setiap ucapan kekasihnya itu.
Dan kini akibat yang dia terima begitu pahit dimana dia hamil dan kehamilan nya tidak pernah di harapkan sang kekasih.
"Edward sialan, jahat kamu jahat Edward" ucap Imelda menangis sesegukan.
Imelda yang bingung untuk masalah kehamilan nya itu tiba-tiba memiliki pemikiran pendek untuk mengakhiri hidup nya.
Tapi tidak, Imelda tak mau mati sia-sia apalagi setelah apa yang saat ini alami.
Keluarga nya bertambah satu orang yaitu Erni, Imelda tak akan membiarkan Erni mengambil semua milik nya, tidak akan pernah.
"Erni, lihat saja aku akan membuat kehidupan nya seperti di neraka karena telah berani masuk ke dalam kehidupan ku" gumam Imelda sambil mengusap air matanya.
Dan saat bersamaan terdengar suara ketukan pintu.
"Imel" panggil Ibu Nora.
"Sayang buka pintunya" lanjut ibu Nora.
Imelda membenarkan penampilan nya yang acak-acakkan lalu dia pun membuka pintu kamar nya.
"Kenapa Mom?" tanya Imelda pura-pura tak sedih lagi.
Ibi Nora melihat Imelda lalu dia pun memeluk putri angkat nya itu.
Lama ibu Nora memeluk Imelda hingga akhirnya dia pun melepaskan pelukan nya.
"Mommy kenapa?" tanya Imelda.
"Mommy sudah tau semuanya, kamu kenapa tidak bilang kalau kamu hamil?" ibu Nora menatap Imelda.
"Mommy tau?" tanya Imelda kaget.
Dari mana Mommy nya tau, bahkan Imelda tak cerita pada siapapun, termasuk sahabat nya sekalipun.
__ADS_1
Ibu Nora memegang tangan putri angkat nya itu, lalu tersenyum.
"Jangan merasa sendiri, ada Mommy Daddy dan kakak mu, kita adalah keluarga" kata ibu Nora pad Imelda.
"Dia bukan kakak ku" tegas Imelda.
"Dia putri Mommy, jadi Erni adalah kakak kamu" balas ibi Nora lagi.
"Cih, samapai kapan pun aku tak akan pernah menganggap Erni adalah kakakku, dia hanya perusak kebahagiaan ku" batin Imelda yang membenci Erni.
Lalu ibu Nora mengajak Imelda kebawah, dan saat sampai di bawah dia malah melihat sosok Erni.
Erni nampak tersenyum saat mengobrol dengan Daddy nya, rasa cemburu mulai menguasai nya karena bagi Imelda sekalipun dia tau orang tuanya itu bukan orang tua kandungnya tapi dia tetap tak akan membiarkan Erni mendapatkan kasih sayang dari Mommy Daddy nya.
"Imel, duduklah" titah pak Alvarez yang melihat Imelda.
Imelda duduk di samping ibu Nora, lalu dia langsung di tanyai masalah seputar kehamilan nya seperti siapa ayah dari bayi di dalam kandungan nya itu.
Imelda menjawab semuanya, dan nampak wajah kekecewaan terlihat di wajah ibu Nora dan pak Alvarez.
"Maaf, Daddy aku hilap" ucap Imelda menunduk.
"Mommy, maafkan aku" Imelda memeluk ibu Nora.
Ibu Nora mengusap punggung putri angkatnya itu dengan lembut.
"Mommy memaafkan mu, tapi kamu juga harus meminta maaf pada ibu mu" kata ibu Nora yang langsung mendaptkan tatapan dari Imelda
"Maksud Mommy?" tanya Imelda.
Lalu ibu Nora pun menjelaskan jika dia tau kehamilan Imelda dari ibu Eva, ibu kandung Imelda yang sebenarnya.
Erni yang juga baru tau masalah itu nampak kaget, dia tidak menyangka ibu Eva sangat kejam padanya karena menukatkan kehidupan nya dengan kehidupan anak nya sendiri.
"Tenanglah dia akan mendapatkan hukuman dari semua ulah nya" bisik Lucas yang tangan nya menggenggam tangan Erni.
Sedangkan Imelda dia nampak tidak bisa menerima jika dia memiliki ibu yang miskin, dan yang lebih gila nya lagi ibu miskin nya itu adalah ibu yang telah membesarkan Erni.
Dan hal ini jelas semakin membuat kebencian Imelda pada Erni semakin besar karena menurutnya Erni pasti akan balas dendam dengan merebut ibu Nora dan pak Alvarez darinya.
__ADS_1
*****
Di sisi lain Ibu Eva yang baru sampai di kosan nya dia malah melihat pak Juned yang sedang duduk menunggunya.
"Kamu, mau apa lagi?" tanya ibu Eva.
Dia masih marah dengan kelakuan suaminya yang dia pikir setia itu, tapi kenyataan nya malah mendua.
"Eva, aku datang kesini untuk meminta maaf padamu, aku benar-benar tak bermaksud selingkuh dia menjebakku" ucap pak Juned menjelaskan dengan sedikit kebohongan.
Karena tidak ada perselingkuhan dengan alasan di jebak, tentu saja adanya perselingkuhan itu adalah karena khilaf yang berkepanjangan dan berakhir menikmati.
Ya, ibu Eva tak bodoh untuk langsung mempercayai ucapan suaminya itu, tapi dia yang memiliki dendam pada sosok yang telah membuat hidup putrinya hancur pun tak bisa menahan kemarahan nya lagi.
"Aku akan memaafkan mu pak" kata ibu Eva.
"Terimakasih, aku tau kamu pasti percaya sama aku" balas pak Juned bangga.
"Hem, tapi dengan satu syarat" sahut ibu Eva lagi.
"Syarat? apa?" tanya pak Juned.
Ibu Eva mendekatkan wajahnya ke telinga pak Juned.
"Bun*h seseorang untuk ku, setelah itu aku akan menerima mu kembali" ucap ibu Eva dengan aura wajah seriusnya.
"Apa kamu gila?" tanya pak Juned kaget.
"Tidak, aku tidak gila kamu bisa mengambil rumah dan semua hartaku di Lampung untuk bayaran nya" jelas ibu Eva cepat.
Pak Juned nampak terdiam, lalu dia pun mengangguk.
"Aku akan melakukan nya dan semua itu aku lakukan untuk mu" kata pak Juned lagi.
Ibu Eva hanya tersenyum kecut, tentu saja itu bukan karena dia tapi lebih tepatnya karena bayaran besar yang dia janjikan.
Tapi persetan dengan semua itu, bagi ibu Eva yang terpenting saat ini adalah membalaskan rasa sakit hati putrinya, dia tak akan membiarkan pria itu bersenang-senang di atas penderitaan putrinya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏