
"Ibu" kaget Erni dengan kehadiran sang ibu yang tiba-tiba.
"Jangan so kaget, cepat bantu ibu bawain barang-barang, punya anak orang kaya tapi ibunya nggak di kasih mobil masa iya rumah gedongan giliran ke kota harus naik angkutan umum" balas ibu Eva menggerutu.
Erni melinat tas besar yang di bawa ibunya, dia menghela nafasnya panjang lalu mau tak mau membawa tas besar itu masuk ke dalam Lucas.
Nampak wajah ibu Eva yang seperti kagum melihat rumah mewah putrinya, dia tak menyangka jika rumah yang di tinggali putrinya lebih mewah dari pada rumah yang ia tinggali di kampung.
"Kamu punya rumah mewah gini nggak kepikiran ajak ibu nginep disini, dasar anak durhaka kamu" cerocos ibu Eva sambil berjalan.
"Ibu kan punya rumah ngapain aku ajak ibu kesini, lagian kan ibu punya bayi besar yang hobby nya jadi benalu" balas Erni yang membawa tas berat itu.
"Halah, bilang aja kamu memang mau enak sendirian, dasar nggak tau balas budi ibu yang besarin kamu sampai segede ini" sewot ibu Eva yang hanya di balas dengan bibir manyun Erni.
Selalu yang di bahas adalah balas budi, sedangkan yang Erni tau dan rasakan selama kecil dia merasa seperti menjadi anak tiri.
Bayangkan saja sekak kecil Erni terbiasa mencari uang jajan sendiri, dan tak hanya itu ibu Eva juga tak pernah memberikan makan jika Erni kecil tak mau melakukan pekerjaan rumah dan berjualan.
"Ngapain kesini?" tanya Lucas yang kaget melihat kedatangan ibu mertuanya.
Ibu Eva yang melihat Lucas terlihat jelas jika dia memendam perasaan kesalnya, tapi dia tahan karena dia tak mau pulang cepat.
"Kenapa emang nggak boleh ibu mertua datang jenguk anak?" tanya balik Ibu Eva ketus.
Dan tanpa di persilahkan Ibu Eva langsung duduk, dia juga meminum minuman yang ada di meja dengan satu tegukan saja.
"Er, duduk kamu ibu mau bicara penting sama kalian" ucap Ibu Eva sambil melirik Erni.
"Ya bu" Erni duduk di samping suaminya.
__ADS_1
Ibu Eva diam sebentar sebelum menceritakan semuanya, hingga dia pun menceritakan tentang bagaimana hubungan dia dan sang suami.
"Bapak kamu itu, dia gadekan rumah buat judi dan kalah Er" kata ibu Eva dengan raut wajah kesalnya.
"Bukan bapak ku, lebih tepatnya bapak tiri" balas Erni cepat.
"Ya sama saja, kalau bukan karena bapak Juned nikahin ibu kamu sudah di hina tetangga karena anak Har*m tau" sahut ibu Eva tanpa filter.
Sontak mendengar hal itu Lucas langsung memicingkan matanya, jelas dia tidak terima istrinya di katai anak har*m oleh mertuanya sendiri.
"Jaga bicara anda, tidak ada anak har*m semua anak sama" tegas Lucas yang tak suka dengan gaya bicara mertuanya yang selalu menghina istrinya.
Erni yang merasa suasana mulai tak nyaman langsung memegang tangan suaminya, berharap Lucas bisa sedikit lebih bersabar karena sikap ibu Eva memang sedikit menyebalkan.
"Sebenarnya ibu malu ke sini Er, tapi apa boleh buat ibu juga makan ati di sana apalagi Bapak kamu mulai main wanita, kemarin saja dia satu kamar dengan wanita lain di rumah ibu" lanjut ibu Eva bercerita.
"Kalau gitu ibu cerai aja, untuk apa bertahan dengan pria seperti itu" kata Erni mulai berkomentar.
"Nggak semudah itu Er, ibu kan nggak mau jadi janda" balas ibu Eva lagi.
"Kalau begitu pulang dan bertahan dengan suami anda, begitu saja repot" timpal Lucas dengan nada bicaranya yang ketus.
"Nggak gitu juga, ibu malu di tagih hutang terus sama teman judi bapak" terang ibu Eva lagi.
"Lalu saya yang harus melunasi hutang suami benalu anda?" Lucas mulai tau kemana arah pembicaraan mertuanya yang matre itu.
"Berapa hutang ibu?" tanya Erni yang kembali bersuara.
"Jangan bilang kamu mau bayar, aku nggak kasih ijin" Lucas menyahut cepat.
__ADS_1
Erni melirik suaminya, dia menatap suaminya dengan penuh harap.
Dan Lucas yang di tatap sangat tidak bisa mengendalikan emosinya, dia memang sangat kesal pada mertuanya yang sempat mencuri barang-barang istrinya.
"Aku ke kamar" Lucas bangkit dan pergi.
Bukan Lucas marah, tapi dia takut tak bisa mengendalikan emosinya dan berakhir berkata kasar atau main tangan, Lucas tak mau tindakan gegabah membuat dia kehilangan sang istri.
Setelah kepergian Lucas kini tinggalah Ibu Eva dan Erni berdua.
"Jadi gimana Er?" tanya ibu Eva.
"Entahlah aku pusing" balas Erni yang memang pusing memikirkan rumah tangga ibu nya yang runyam karena pria yang tak setia dan suka judi.
"Ibu nggak minta uang kok, ibu hanya malas pulang bolehkan ibu tinggal di sini sebulan saja ibu mau berpikir dengan matang" lanjut ibu Eva.
Erni melihat ibu nya yang nampak seperti serius dengan perkataan nya, tapi Erni juga tidak bisa mengijinkan ibunya tinggal sebelum mendapatkan persetujuan dari sang suami.
"Untuk itu aku akan bicarakan sama Mas Lucas, dan untuk sementara ibu bisa istirahat di kamar itu" tunjuk Erni ke kamar tamu.
Ibu Eva mengangguk lalu dia pergi begitu saja tanpa membawa tas besarnya, dan mau tak mau Erni pun membawa tas itu lagi hingga ke kamar tamu.
"Aku keluar dulu, ibu istirahat saja" ucap Erni lagi.
"Hem, ibu cape mau makan. nanti setelah bangun tidur jangan lupa siapin makan ya ibu mau nyoba makan udang biar kaya orang kaya di tv-tv" lanjut ibu Eva dengan enteng nya.
Erni tak menjawab dan memilih keluar dari kamar tamu, sebelum masuk ke kamar nya Erni meminta bibi untuk membuatkan makanan yang bahan masakan nya udang untuk ibunya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏