Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Dirumah sakit


__ADS_3

Mendengar Erni yang di rawat Ibu Nora dan pak Alvarez segera datang ke rumah sakit, tentu saja mereka khawatir apalagi keduanya sudah mengetahui jika Erni adalah putri mereka.


Dan semuanya sedang di usut oleh kepolisian, ibu Eva akan terancam di penjara jika ketahuan dengan sengaja menukarkan bayi yang sehat dengan bayi yang sudah meninggal.


"Sayang tahan dulu" kata Pak Alvarez saat Ibu Nora akan membuka pintu.


"Dia putri kita mas, aku sudah menunggu lama momen ini" ucap Ibu Nora sambil menatap suaminya.


"Aku tau, tapi berikan waktu untuk Erni bisa beradaptasi dengan kita, dia mungkin masih butuh waktu untuk mengetahui kebenaran nya" jelas pak Alvarez lagi.


Huh..


Ibu Nora akhirnya tidak jadi membuka pintu, dia memilih menunggu dulu di kursi tunggu.


Sedangkan di dalam ruangan nampak Erni yang nampak diam saja, kondisi nya lemah karena untuk kedua kalinya Erni jatuh dan pendarahan.


"Aku akan menuntut ibu Eva, ini kedua kalinya dia membuat kamu hampir celaka" kata Lucas membuka suara.


Erni tak mengatakan apa-apa dan hanya diam saja, dia masih tidak percaya jika dia benar-benar bukan anak dari ibu Eva.


Semua itu terasa begitu seperti mimpi, apalagi ibu Eva masih belum memberitahu apa alasan dia menukarkan Erni bayi dengan bayi lain.


"Sayang bicaralah, jangan membuat aku khawatir" lanjut Lucas yang tidak bisa melihat istrinya diam.


Dan sontak saja membuat Erni melirik ke arah suaminya.


"Aku masih belum bisa menerima kenyataan jika aku hidup dalam kebohongan selama belasan tahun" Erni berkata dengan tatapan mata yang sedih.


"Jika aku jadi kamu aku akan sangat bahagia karena tidak memiliki ibu yang jahat dan bertemu dengan ibu kandung yang baik" ucap Lucas sambil memeluk istrinya.


Erni mendongkak untuk menatap wajah tampan suaminya.


"Pemikiran kita berbeda" balas Erni.

__ADS_1


"Jadi kamu mau selamanya memiliki ibu yang tidak pernah menghargai kehadiran mu? bahkan selalu menghina mu?" tanya Lucas.


Dan Erni memggeleng.


"Aku benci dengan sikap ibu yang seperti itu, tapi aku salah jika aku perlu waktu?" tanya balik Erni.


Cup..


Lucas mengecup kening istrinya.


"Tidak salah, kamu benar tapi alangkah baiknya kamu bisa menerima semua ini karena ada keluarga baru yang akan dengan happy menyambut kehadiran mu" jelas Lucas menberikan saran nya.


"Apa aku bisa?" tanya Erni lagi.


"Tentu, kamu sangat bisa dan pasti bisa melewati semuanya, anggap saja ini adalah balasan dari kebaikan mu" lanjut Lucas.


Ermi mengangguk dan tak lama ibu Nora dan pak Alvarez masuk ke ruangan Erni.


"Mama" panggil Erni.


"Sayang, anak ku" ibu Nora tak bisa menahan diri lagi.


Dia berjalan dan langsung memeluk tubuh Erni dengan erat.


"Mama" panggil Erni dengan perasaan sedihnya.


"Iya sayang ini Mama, kamu kuat nak Mama bangga punya anak seperti mu" ucap ibu Nora lagi.


Dan setelah pelukan nya terlepas kini giliran pak Alvarez yang di peluk, Erni bahkan mendapatkan kecupan kening dari pria paruh baya itu.


"Maafkan Papa yang tidak bisa menjaga mu nak, Papa bersalah maafkan papa" ucap pak Alvarez yang merasa bersalah.


Dia pikir dia sudah benar-benar menjaga keluarga nya, tapi ternyata dia salah dia sendiri yang membuat istrinya merasakan sedih selama belasan tahun karena kehilangan bayi mereka.

__ADS_1


Dan kini dia akhirnya bisa bertemu dengan Erni putri nya, pak Alvarez benar-benar tak bisa menahan harunya karena selama belasan tahun pirasat istrinya akan putri mereka ternyata benar.


"Papa" panggil Erni.


"Ya sayang, ini papamu maafkan Papa" kata pak Alvarez lagi.


"Aku tidak menyalahkan Papa dan Mama, tapi aku masih belum tau alasan ibu Eva menculik ku" balas Erni sambil melepaskan pelukan nya.


Ibu Nora mendekat dan mengusap tangan Erni dengan lembut.


"Dia wanita jahat, dulu bahkan dia hampir menecelakai Mama yang sedang mengandung mu" kata Ibu Nora masih ingat perlakuan ibu Eva yang jahat dari dulu.


"Jadi benar jika Ibu Eva adalah pembantu di rumah Papa?" tanya Erni lagi.


Dan pak Alvarez mengangguk lalu dia menceritakan awal mula Ibu Eva yang tiba-tiba mengakui di hamili nya.


Bahkan tak hanya itu Ibu Eva juga sudah menghancurkan pesta pernikahan pak Alvarez dan ibu Nora hanya karena rasa sakit hati tak beralasan nya itu.


"Dia memang hamil tapi Papa tidak pernah tidur dengan nya" jelas Pak Alvarez lagi.


"Lalu kemana bayi ibu Eva?" tanya Erni.


"Entahlah, saat itu dia menghilang dan tak pernah kembali, dan mungkin dia kembali saat menculik kamu sayang, Papa benar-benar bersalah karena tidak bisa menjaga kamu" ucap pak Alvarez kembali menyalahkan diri sendiri lagi.


"Mas kamu tidak salah, tapi wanita jahat itu yang bersalah" kata ibu Nora menimpali.


Lucas melihat istrinya yang akhirnya memiliki keluarga lengkap, tidak pemarah dan jahat seperti ibu Eva lagi.


"Tinggal satu lagi, aku harus memastikan wanita iblis itu tidak mengusik istriku lagi, ya dia harus di hilangkan" batin Lucas sambil melihat Erni yang sedang di peluk ibu Nora.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2