
Pak Juned melakukan apa yang di minta ibu Eva yaitu membunuh Edward yang tidak mau bertanggung-jawab pada Imelda.
Tapi keberuntungan masih berpihak pada Edward dimana dia masih bisa selamat, sedangkan untuk pak Juned kini di tahan karena dia di amankan pihak security.
Pak Juned gagal kabur karena Edward yang menahan nya, dan kini dia berakhir di penjara.
"Saya hanya orang suruhan, Eva dia yang menyuruh saya" kata pak Juned memilih jujur.
Dan setelah itu kepolisian langsung menjemput ibu Eva ke kosan nya, dan sesampainya di sana ibu Eva di tangkap tanpa perlawanan.
"Pak saya kenapa di tangkap?" tanya ibu Eva.
"Ibu telah menyuruh sodari Juned untuk membunuh sodari Edward, dan sekarang pak Juned sudah kami tahan" jelas kepolisian.
Dan ibu Eva pikir Edward mungkin telah mati, dia tidak menyesal karena dia masuk tidak sendirian.
Selain itu, ibu Eva juga senang karena dia berpikir jika Edward sudah meninggal, itu membuatnya lebih tenang karena orang yang menghancurkan masa depan putrinya meninggal.
Tapi kenyataan harus dia terima karena polisi mengatakan jika Edward masih hidup dan luka nya tidak terlalu parah karena tusukan pak Juned tak terlalu dalam.
Imelda datang, dia mendapatkan kabar jika ibu Eva masuk penjara dari keluarga Edward.
"Imelda" panggil ibu Eva senang melihat anaknya mau menjenguk nya.
Imelda membuka kacamatanya dan melihat ke arah ibu Eva dengan pandangan jijik nya.
"Boleh ibu memeluk mu" pinta ibu Eva.
"Jangan harap, kamu pikir aku sudi memiliki ibu seorang narapidana seperti mu, cih.. menjijikan" ketus Imelda sinis.
"Ibu melakukan ini untuk kamu nak, ibu tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti mu termasuk Edward" kata ibu Eva berharap Imelda merasakan jika yang dia lakukan adalah untuk putrinya.
Tapi wajah Imelda tak berubah, baginya Mommy nya hanya satu yaitu Ibu Nora, dan ibu Eva yang miskin tak pernah dia harapkan menjadi ibu nya.
"Kedatangan ku kesini hanya ingin melihat wajah narapidana, tapi aku juga sedikit senang karena Edward mendapatkan sakit yang tidak seberapa itu, oh iya aku juga akan melakukan abor*i setelah ini, jadi sebenarnya yang Anda lakukan itu hanya sia-sia" jelas Imelda sambil kembali memakai kacamatanya.
Jantung ibu Eva serasa sakit saat mendengarkan perkataan Imelda yang menghina nya.
__ADS_1
Imelda berniat pergi tapi di hentikan oleh suara ibu Eva.
"Ibu mohon, ijinkan ibu untuk memelukmu hanya sebentar saja" mohon ibu Eva.
"Oke" Imelda mendekati.
Sebenarnya dia malas, tapi melihat ibu Eva yang menyedihkan Imelda memilih membiarkan ibu Eva memeluknya.
Toh setelah ini dia tak akan pernah bertemu lagi karena ibu Eva akan lama mendekam di penjara.
Di peluknya tubuh Imelda, ibu Eva untuk pertama kalinya memeluk sang putri, meski hatinya sakit melihat putrinya yang tidak menghormati nya tapi percayalah dalam lubuk hatinya dia begitu sangat menyayangi putri nya.
"Ibu menyayangi mu, ibu mohon setelah ini hidup lah lebih baik agar kamu bisa bahagia jangan seperti ibu" kata ibu Eva mengusap pipi Imelda.
Tapi langsung di tepis kasar oleh Imelda.
"Jangan sentuh wajahku dengan tangan kotor mu itu, dasar pembun*h" ketus Imelda.
Lalu Imelda yang kesal pun pergi meninggalkan ibu Eva yang menangis.
Kabar ibu Eva yang di tahan tentunya terdengar di telinga Erni, ada rasa kasihan tapi itu lebih baik dari pada ibu Eva terus melakukan kesalahan.
"Kamu yakin mau menjenguk ibu Eva?" tanya Lucas pada istrinya.
"Aku yakin, karena bagaimana pun Ibu Eva wanita yang membesarkan ku" balas Erni.
"Baiklah, aku akan ikut untuk menjaga mu, dia pernah dua kali membuat kamu pendarahan dan aku tidak mau kamu Kenapa-kenapa lagi" kata Lucas lagi.
"Makasih sayang" Erni tersenyum dan memeluk suami nya.
"Sama-sama, I love you" ucap Lucas sambil mengecup kening Erni.
Keduanya berpelukkan cukup lama hingga akhirnya pelukan itu terlepas.
Lucas menatap istrinya lalu Erni merasakan tangan suaminya yang masuk ke dalam baju nya.
"Ngapain?" tanya Erni.
__ADS_1
"Pegang perut kamu, udah besar banget ya nggak sabar pengen cepat ketemu baby" kata Lucas menaikkan sedikit baju Erni lalu berjongkok untuk mensejajarkan dengan perut istrinya.
"Kapan ya lahirnya?" lanjut Lucas lagi.
"Sebentar lagi Papa" Erni dengan sengaja menjawab dengan suara yang di buat-buat seperti anak kecil.
"Aku tidak sabar, pasti bayi kita jika perempuan akan cantik seperti mu dan jika laki-laki tampan seperti ku" sahut Lucas lagi.
"Ya, setampan kamu" jawab Erni tersenyum.
Lalu Lucas dan Erni pun keluar dari kamar nya, dan langsung berangkat ke kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi Erni dan Lucas langsung bisa bertemu dengan ibu Eva.
"Kamu, mau apa kamu menjenguk ku? kamu puas melihat ku yang masuk penjara?" ibu Eva langsung bereaksi saat melihat Erni.
"Aku ingin menjenguk ibu, ini untuk ibu" Erni memberikan makanan yang dia beli di jalan.
Ibu Eva sebenarnya merasa hangat saat melihat Erni, tapi dia malu jika harus mengatakan perasaan nya yang merasa sedih dan senang karena Erni masih memperhatikan nya.
"Bawa makanan ini, aku tak butuh perhatian mu" tegas ibu Eva.
"Lihat sayang sudah aku bilang jangan membawa makanan untuk wanita jahat ini, lebih baik kita berikan makanan ini ke anak jalanan" Lucas yang kesal itu menimpali.
"Bawa lagi saja, lagi pula siapa yang mau makanan itu pasti kalian membawa racun di dalam makanan itu" lanjut ibu Eva lagi.
Dia sengaja berkata seperti itu agar Erni pulang dan tidak terus bersikap baik padanya, jujur saja dia malu karena anaknya sendiri bahkan tak se perhatian ini padanya.
"Ya sudah jika ibu tidak mau ibu bisa buang, aku pamit ibu sehat-sehat di sini" kata Erni lagi, lalu Erni dan Lucas pun pergi meninggalkan ibu Eva sendri.
Huh..
"Maafkan ibu Er, ibu terpaksa bersikap seperti ini, ibu malu karena kamu yang bukan anak ibu malah perhatian seperti ini sedangkan Imelda yang notabe nya adalah anak kandung ibu malah bersikap acuh pada ibu bahkan terlihat tak perduli pada ibu, maafkan ibu" gumam ibu Eva sedih.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗
__ADS_1