
Imelda pulang dengan wajah sembab nya, dan dia langsung di hadapkan dengan Ibu Nora yang menghalangi jalan nya.
"Ada apa?" tanya Ibu Nora.
"Tidak ada" balas Imelda.
"Jangan bohong, Mommy tau kamu sayang. kamu kenapa?" tanya Ibu Nora lagi.
Imelda menggeleng, dia mendorong Ibu Nora dan langsung berlari menaiki tangga.
Ibu Nora menghela nafasnya panjang, dia merasa tidak paham dengan sikap putrinya yang satu itu, sikap Imelda begitu dingin setelah dia memberitahu jika Imelda akan punya kakak.
"Apa dia cemburu?" gumam Ibu Nora.
"Tapi apa yang harus di cemburukan, sekalipun Erni adalah putriku aku tetap menyayanginya seperti putriku sendiri karena dia yang menemani ku saat aku merasa sedih kehilangan anak" lanjut Ibu Nora lagi.
Lalu Ibu Nora berniat pergi ke dapur, tapi langkahnya terhenti sesaat setelah mendengar suara bel rumah.
Ibu Nora membuka pintu dan dia kaget melihat keberadaan ibu Eva.
"Kamu!" tentunya ibu Nora masih mengingat wajah ibu Eva.
Ya sekalipun banyak perubahan dari ibu Eva seperti tubuhnya yang gemukan dengan penampilan wajah nya yang lebih kusam karena tak pernah perawatan.
Ibu Eva melihat ibu Nora yang cantik, dia mengepalkan tangan nya. harusnya dia yang ada di posisi ibu Nora saat ini.
Menjadi nyonya dari keluarga Dolanu, keluarga pengusaha kaya yang di pandang hormat oleh banyak kalangan.
"Ya aku, kau tak lupa dengan ku kan? wanita yang kalian hancurkan" kata ibu Eva dengan penuh kebencian.
"Bukan kami yang menghancurkan kamu, tapi kelakuan mu yang membuat kamu kehilangan semuanya" balas ibu Nora.
Ibu Eva diam, dia ingat akan kejadian di masa lalu dimana ibu Eva muda begitu mencintai Pak Alvarez yang tampan.
__ADS_1
Saat itu pak Alvarez memang sudah menikah dengan ibu Nora tapi ibu Eva yang dengki mencoba menggoda pak Alvarez meski hasilnya tai pernah mulus.
Hingga satu hari ibu Eva memilih memakai obat perangsang yang niatnya dia berikan pada pak Alvarez, tapi sialnya minuman itu jatuh pada Sandi, sekretaris sekaligus asisten pak Alvarez yang saat itu sedang main ke rumah.
Ibu Eva berakhir di perko*a oleh Sandi, dia kehilangan harta yang paling berharga nya di tangan pria yang tidak dia harapkan karena Sandi pria setengah paruh baya itu sudah memiliki istri dan anak yang membuat ibu Eva sangat marah.
Hingga setelah dua bulan dia tiba-tiba hamil dan itu adalah anak Sandi, pria yang memperk*sanya, hanya saja Sandi saat itu menolak untuk tanggung jawab dan meminta ibu Eva menggugurkan kandungan nya, ibu Eva jelas tak mau dan dia memilih menggunakan kehamilan nya itu dengan mengaku hamil oleh pak Alvarez.
"Setelah tidak berhasil menjebak suami ku, kamu menculik putriku, dasar wanita jahat!" ucap Ibu Nora sambil menatap ibu Eva dengan penuh kemarahan nya.
"Sialan! kau wanita tak punya hati! kau membuat anak ku hamil" teriak Ibu Eva yang tak kalah emosi.
"Apa maksud mu? siapa yang hamil?" tanya ibu Nora bingung.
"Kalian bahkan tak bisa mendidik anak, aku merasa menyesal karena malah membesarkan anak kalian hingga dia menikah dengan Lucas, tapi apa yang kalian lakukan pada anak ku? kalian membuat masa depan putriku suram dengan anak yang dia kandung!" Teriak Ibu Eva emosi.
Dan Ibu Nora kali ini sadar dengan maksud dari ucapan ibu Eva.
Imelda, itu artinya Imelda adalah putri dari ibu Eva, jika begitu anak yang selama ini dia urus dari bayi itu adalah anak dari wanita jahat yang menculik putrinya.
"Kalian jahat, kenapa kalian membuat putriku menjadi seperti ini, kalian benar-benar tak punya hati" hardik ibu Eva lagi.
"Imelda anak kamu?" tanya Ibu Nora.
"Ya, dia putriku yang kalian buat suram kehidupan nya, harta yang kalian punya bahkan tak bisa membuat putriku menjadi lebih baik, kalian tak bisa menjaga anak ku!" teriak ibu Eva.
"Tenang dulu Eva, aku benar-benar tidak tau kalau Imelda hamil dan kamu tau dari mana?" tanya ibu Nora.
Tapi ibu Eva yang sangat marah itu malah terus mengatai ibu Nora jika dia tidak lebih baik menjaga putrinya hingga kecolongan seperti ini.
"Kalian harus bertanggung jawab" ucap Ibu Eva lagi.
"Apa maksud mu tanggung jawab Eva? kau yang harus tanggung jawab akan penculikan yang kau lakukan" tiba-tiba pak Alvarez datang.
__ADS_1
Membuat ibu Eva sontak melihat ke arah pria paruh baya itu.
"Kalian harus tanggung jawab, aku tidak akan pernah menerima jika putri ku hamil, aku tidak terima!" teriak ibu Eva lagi.
Dan ibu Nora berniat menenangkan ibu Eva tapi dia malah terdorong hingga membentur tembok.
Awww!
"Sayang" pak Alvarez memeluk istrinya.
"Ibu jangan sakiti ayah dan Mama ku!" Erni yang baru datang langsung menghampiri mereka.
Ibu Eva berniat menjelaskan jika dia tak benar-benar ingin mendorong Ibu Nora, tapi dia rasa itu akan sia-sia karena dia merasa Erni tidak akan pernah percaya kepadanya.
"Pergi" kata Erni dengan suara tegasnya.
Ibu Eva melihat wajah marah Erni, dan entah kenapa hatinya merasa sakit melihat wajah marah dan penuh kebencian di mata Erni.
"Tidak eva, kamu tidak boleh sedih" batin ibu Eva.
Lalu ibu Eva melihat ke arah ibu Nora dan Pak Alvarez.
"Aku akan kembali, kalian harus bertanggung jawab untuk kehamilan putriku, demi apapun aku tidak akan pernah melupakan jika kalian adalah penyebab kehamilan Putri ku" ucap ibu Eva sebelum kepergiannya.
Erni menghampiri sang mama.
"Mama tidak kenapa-kenapa? apa Ibu Eva menyakiti Mama? " tanya Erni.
Ibu Nora menggeleng.
"Ini hanya luka kecil, ibu Eva tak melakukan apapun Mama jatuh sendiri karena tak seimbang" balas ibu Nora tak mau membuat Erni benci terhadap wanita yang telah membesarkan putrinya itu.
lalu Pak Alvarez mengajak mereka semua termasuk Lucas yang baru keluar dari mobil untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Dan selama di dalam rumah Ibu Nora nampak kepikiran dengan apa yang diucapkan oleh ibu Eva di mana Ibu Eva telah menyebutkan jika Imelda tengah hamil.
"Apa benar Imelda hamil, jika benar aku berarti telah gagal menjadi seorang ibu, Eva lah pemenangnya karena dia telah mengantarkan putriku ke dalam kehidupan yang lebih baik apa putriku tumbuh menjadi pribadi yang sangat baik." batin ibu Nora terus kepikiran dengan Imelda yang tadi dia lihat seperti baru selesai menangis.