
Tingtong..
Erni yang sedang memasak makanan yang akan dia bawa ke kantor itu seketika menghentikan aktivitas memasak nya.
"Bi tolong terusin masak nya ya, saya mau lihat ke depan dulu" ucap Erni.
"Iya nyonya" balas bibi cepat.
Erni mencuci tangan nya terlebih dahulu lalu dia pun pergi menjauh dari dapur.
Ceklek..
"Lama banget sih, pegel tau" ibu Eva yang ada di ambang pintu itu langsung menggerutu saat pintu baru terbuka.
Melihat kedatangan sang ibu Erni tak kaget, sebelumnya sang ibu sudah mengirim pesan jika dia akan datang setelah Lucas pergi bekerja.
Ibu Eva merasa malas bertemu dengan Lucas yang selalu bersikap kecut padanya.
"Ibu kalau datang bertamu ya jangan marah-marah, kebiasaan" kata Erni sambil mempersilakan sang ibu masuk.
"Halah nggak usah lebay, sini duduk ibu mau bicara sama kamu" ucap ibu Eva menarik Erni untuk duduk di sebelah nya.
Mau tak mau Erni duduk di sebelah sang ibu, dia penasaran akan apa yang akan di bahas sang ibu.
"Ibu mau bicara apa?" tanya Erni.
"Ini masalah Ayah kamu, kemarin ibu bertemu dengan nya" ucap ibu Eva menggantung.
Erni diam dia masih ingin mendengar kelanjutan cerita sang ibu.
Lalu ibu Eva menjelaskan jika kemarin dia bertemu dengan mantan pacarnya, ibu Eva menjelaskan jika ayah Erni sedang bersama seorang wanita yang tak lain wanita perusak hubungan nya di masa lalu.
__ADS_1
Singkatnya ibu Eva menceritakan jika saat dia berpacaran ayah Erni malah di mintai keluarga nya untuk menikahi wanita lain, dan ibu Eva yang tidak terima itu jelas tak membiarkan nya pun dengan ayah Erni yang melawan orang tuanya.
"Kami memutuskan untuk melakukan hal terlarang yang membuat ibu hamil kamu, tapi keluarga ayah mu tak bisa menerima nya mereka malah meminta ibu untuk melakukan abor*i" jelas ibu Eva dengan wajah marah nya.
"Jadi itu alasan ibu suka marah dan tak pernah bersikap baik padaku? karena keluarga ayah yang tidak baik pada ibu?" tanya Erni.
"Ya, dan aku tak akan pernah melupakan penghinaan yang mereka perbuat padaku" lanjut ibu Eva dengan penuh kemarahan.
Erni diam sebentar, jika dia punya ayah apakah pria paruh baya yang bertemu nya semalam itu berarti ayah nya?.
"Ibu" panggil Erni.
"Kau harus tau jika ibu membenci wanita itu, dia jahan*m yang merebut ayah mu" kata ibu Eva berapi-api.
"Ibu, siapa nama ayah ku?" tanya Erni dengan wajah penasarannya.
Ibu Eva melirik Erni, lalu menghembuskan nafasnya kasar.
Ibu Eva melihat Erni yang diam, dia tersenyum sangat tipis dan entah apa arti dari senyuman tipis nya itu yang aneh.
Sedangkan Erni dia merasa sangat syok dan kaget karena dia adalah anak orang kota yang memiliki banyak uang.
"Aku harus menemui pak Alvarez, 21 tahun aku hidup tanpa tau rasanya memiliki ayah, tak memiliki hak untuk menikmati masa kecil seperti anak pada umum nya, ini tak adil untuk ku" batin Erni merasa ingin menangis setelah mengetahui kebenaran dari sang ibu.
Awww..
Tiba-tiba Erni merasakan sakit di perutnya.
"Ibu ahk, tolong bawa aku ke rumah sakit" mohon Erni sambil meringis.
"Hah? ibu ada urusan, telpon saja suamimu" kata ibu Eva yang malah memegang tas nya dan berdiri berniat pergi.
__ADS_1
Erni menatap ibunya penuh permohonan, ibu Eva menghembuskan nafasnya kasar lalu mau tak mau memesan kan taksi.
Tak lama kemudian taksi datang dan ibu Eva mau tak mau membawa Erni ke rumah sakit terdekat.
"Ibu sakit" ringis Erni sambil menangis.
"Jangan cengeng, kamu jatuh sampai kaki bengkak dulu nggak nangis" kata ivu Eva ketus.
"Aku menangis karena anak ku bu, cucu ibu. aku nggak mau anak ku kenapa-kenapa" sahut Erni yang menangis.
Anak?
"Kamu hamil?" tanya ibu Eva.
Dan Erni hanya mengangguk lemah, perutnya terasa sakit dan keram.
Ibu Eva melihat Erni yang kesakitan itu, semua itu mengingatkan dia pada kejadian di masa lalu dimana dia pernah mengalami hal sama karena di hina keluarga Alvarez.
"Ini karma mu" ucap Ibu Eva pelan.
Dan Erni yang mendengar itu mendongkak menatap ibu nya.
"Aku anak mu bu, kenapa ibu selalu menyumpahi ku" tanya Erni dengan mata yang berair.
Ibu Eva tak menjawab, dia malah mengalihkan pandangan nya ke samping untuk menghindari tatapan Erni yang dalam itu.
"Tahan Eva, kamu membenci nya jangan berikan sedikit perhatian apapun padanya" batin ibu Eva menegaskan pada diri nya sendiri untuk tak kasihan pada Erni.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya ❤🤗🙏
__ADS_1