Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Membeli villa


__ADS_3

Di warung Erni yang sedang membeli minum dan cemilan ringan itu menjadi pusat perhatian ibu-ibu yang nongkrong di warung.


Mereka merasa pangling dengan perubahan Erni yang begitu jelas dan sangat nyata, apalagi suami Erni yaitu Lucas sangat tampan.


"Er, kenalin dong teman suami kamu ke anak ibu, ibu juga mau mantu kaya dan ganteng kaya suami kamu" ucap salah ibu yang sedang nongkrong sambil menggendong cucunya.


"Ibu bisa aja, teh Neni kan udah punya suami" balas Erni tersenyum kecil.


Tentu dia mengenal wanita tua itu dan tau siapa anak nya yang tentunya sudah menikah, bahkan nikah 3 kali.


"Kalau suami baru nya kaya gini ya ibu juga mau Er, kan lumayan ibu kecipratan kaya" sahut ibu tadi sambil tertawa.


Erni yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala, lalu dia pun pamitan karena takut ibunya pulang.


Lucas dan Erni berjalan meninggalkan warung kecil itu.


"Mereka tidak punya kerjaan?" tanya Lucas yang aneh melihat kumpulan ibu-ibu berdaster nongkrong di warung.


"Ada" balas Erni sambil berjalan.


"Gosip?" tebak Lucas.


Dan Erni mengangguk kecil, sudah bukan hal baru lagi jika kebanyakan wanita di kampung nya nongkrong di warung untuk bergosip.


"Lalu suami mereka kerja apa?" tanya Lucas lagi, yang langsung di lirik oleh Erni.


"Kenapa mau ikutan kerja di kampung?" tanya balik Erni.


"Aku hanya penasaran" balas Lucas.


"Mereka sebagian ada yang petani di sawah, kebun dan ada juga yang pedagang di kota seperti cuangki, dan batagor" jelas Erni sambil berjalan.


Lucas manggut-manggut mendengar penjelasan Erni, hingga keduanya sampai di rumah Erni.


Dan mereka melihat pintu rumah itu terbuka, dengan motor metik yang ada di halaman rumah itu.


"Sepertinya ibu sudah pulang" ucap Erni sambil masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


Lucas ikut masuk dan saat baru masuk benar saja mereka melihat seorang wanita berpenampilan menor dengan lipstik merah merekah nya.


"Itu ibu mu?" bisik Lucas.


"Iya, bu kenal kan ini Mas Lucas. suami ku" ucap Erni mengenalkan sang suami.


Ibu Eva melihat Lucas dan dia melongo melihat suami putri nya yang begitu tampan.


Ibu Eva lantas menarik Erni dan membawa Erni ke dapur, Lucas berniat mengikuti tapi di hentikan oleh pak Juned.


"Duduklah, kamu pasti cape. minum dulu bapak udah beli minuman dingin dan makanan" ajak pak Juned pada menantu nya.


Lucas melirik meja yang di tunjuk pak Juned, dia merinding melihat betapa kotor nya rumah dan rasanya Lucas tak akan bisa makan bahkan minum di sini.


.


.


"Kamu kenapa nggak bilang kalau suami kamu ganteng, hah!" marah ibu Eva pada Erni.


"Emang ibu pernah tanya?" balas Erni melihat ibu nya dengan wajah jengah.


"Anak ini, setidaknya kalau kamu punya suami ganteng ya ibu bisa pamerin ke tetangga, ibu pikir suami kamu aki-aki kaya juragan Bobon itu tau" kata ibu Eva lagi.


"Amit-amit" balas Erni merinding membayangkan jika yang dia nikahi adalah pria tua bau tanah yang suka kawin seperti juragan Bobon yang sudah tua itu.


Ibu Eva melihat penampilan putri nya dari atas sampai bawah, dia benar-benar hampir tak mengenali Erni yang dulunya bahkan memakai baju bekas nya.


"Ini berlian asli?" tanya ibu Eva memegang kalung Erni.


"Nggak tau ini di kasih sama Ibu mertua ku" balas Erni yang memang tidak tau.


Ibu Eva yang tertarik tanpa basa-basi langsung merampas kalung berlian itu, dan dengan santainya memakai nya.


"Bu jangan, nanti ibu mertua ku nanyain kemana kalung pemberian nya" kata Erni mencoba mengambil kembali milik nya.


"Apaan sih kamu ini Er, kan bisa kamu bilang kalung nya hilang atau nggak lupa naro, gitu aja susah" sewot ibu Eva tersenyum senang saat melihat kalung itu sangat cantik dia pakai.

__ADS_1


Lumayan buat pamer ke ibu-ibu julit yang suka menggosipkan nya, begitu pikir ibu Eva.


Erni melihat kalung nya yang sudah di pakai sang ibu, dia ingin mengambil nya tapi dia tidak mau membuat susana menjadi runyam.


"Sayang" panggil Lucas.


Lucas berjalan mendekati Erni, dia dengan santai menarik pinggang Erni agar lebih dekat nya.


"Ayo kita ke villa" ajak Lucas.


"Villa?" Erni bingung.


"Ya Villa, aku sudah membeli villa di kampung sebelah" balas Lucas yang membuat Erni kaget.


Jelas Erni tau seberapa luas villa itu, dan dulu Erni juga pernah melihat salah satu cucu dari pemilik villa itu mengadakan acara pernikahan di sana.


Dan Erni yang saat itu menjadi buruh mencuci


piring sangat berharap jika suatu saat dia masuk ke dalam villa luas itu.


"Ibu ikut ya Er" ucap ibu Eva tiba-tiba.


Erni melirik Lucas, dan Lucas hanya mengangguk kecil tanpa berniat berbasa-basi dengan mertuanya.


"Asyik, makasih ya nak. kalau gitu ibu mau beres-beres dulu" ucap ibu Eva langsung masuk ke dalam kamar nya.


Dan setelah ibu Eva pergi Lucas melepaskan tangan nya di pinggang Erni.


"Ibu mu kenapa betah tinggal di rumah berantakan seperti ini?" tanya Lucas heran, bahkan dia tidak bisa duduk sejak tadi karena semuanya terlihat kotor.


"Ini akan bersih kalau di bersihkan, mungkin ibu lupa membersihkan nya" balas Erni sambil mengajak Lucas keluar dari rumah nya.


Keduanya berada di luar dan Erni berpapasan dengan pak Juned.


Raut wajah Erni nampak sedikit berbeda dari saat dia bicara dengan ibu nya, dan Lucas menyadari itu yang membuat dia memeluk Erni.


"Kita langsung ke mobil saja" kata Lucas membawa Erni berjalan ke mobilnya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2