
Lucas nampak terburu-buru berjalan ke arah ruangan UGD, dan sesampai nya di UGD dia melihat ibu mertuanya yang sedang duduk menunggu di kursi tunggu.
"Mana istriku?" tanya Lucas.
"Di dalam, sedang di periksa dokter" balas ibu Eva sambil memainkan ponselnya.
Dan Lucas sangat garam melihat itu, dia baru mendapatkan kabar istrinya masuk rumah sakit dan Lucas yang punya agenda meeting langsung memutuskan untuk ke rumah sakit.
Di lirik nya ibu Eva yang wajahnya datar-datar saja, Lucas heran kenapa ada seorang ibu seperti ibu Eva yang sangat julid pada anak nya sendiri.
Saat sedang sibuk dengan pikiran nya tiba-tiba pintu ruangan UGD terbuka, Lucas langsung masuk ke ruangan UGD.
"Sayang" panggil Lucas.
"Mas, aku di sini" kata Erni menyahut.
Dan Lucas kaget saat melihat sang istri yang berdiri alias tidak berbaring.
"Sayang, kamu kenapa berdiri kembalilah tiduran" Lucas membawa Erni untuk tiduran kembali.
"Hey aku tidak apa, tadi hanya keram biasa di perut" jelas Erni.
"Itu bukan hal sepele, kamu kenapa bisa sampai keram apa karena wanita itu?" tanya Lucas.
Dan Erni paham jelas jika wanita yang di katakan Lucas adalah ibu nya.
"Dia ibuku Mas" kata Erni mngingatkan.
"Apa dia kembali ke rumah? aku tidak mengizinkan nya masuk ke rumah kita" tegas Lucas.
"Mas, dia ibuku" ucap Erni lagi.
__ADS_1
Lucas menatap sang istri degan wajah dingin nya.
"Tidak ada ibu yang bisa baik-baik saja melihat anak nya terluka, seorang ibu akan menangis jika anak nya masuk ke rumah sakit sekalipun itu sakit ringan" ujar Lucas dengan wajah yang serius.
Erni diam mendengar ucapan suaminya, ya memang benar apa yang di ucapkan suaminya memang benar jika seorang ibu akan mudah sedih jika menyangkut seorang anak.
Tapi..
"Mas, ibu melakukan itu karena ayah, ibu membenci ayah yang tidak mau menikahi nya" jelas Erni.
"Apapun alasan nya itu tidak bisa di benarkan, dia bukan ibu yang baik yang patut di hormati" balas Lucas lagi.
Dan tanpa keduanya sadari obrolan itu di dengar oleh ibu Eva yang kebetulan akan masuk untuk melihat kondisi Erni.
Tangan nya mengepal, ibu Eva merasa sangat membenci sosok Lucas.
"Dasar mantu kurang ajar, beraninya dia mengatakan hal yang jelek tentangku" geram ibu Eva sambil menatap tajam ke arah Lucas yang sedang memeluk Erni.
Erni tidak di rawat karena kondisinya sudah memabaik dan Lucas yang memaksa untuk di rawat inap pun akhirnya setuju untuk pulang.
"Ibu ikut kalian ya" ucap ibu Eva.
"Tidak" balas Lucas menolak dengan tegas.
"Mas, ibu ikut saja kan di belakang masih kosong" ucap Erni yang berjalan di bantu suaminya.
"Tidak, jika kamu mau wanita itu ikut dengan kita jangan salahkan aku jika aku akan membuat mu di rawat di rumah sakit" tegas Lucas lebih ke mengancam.
Erni menghela nafasnya panjang, lalu melirik ibu nya.
"Ibu pulang naik taksi saja, nanti aku telpon ibu" ucap Erni tak mau berdebat panjang.
__ADS_1
"Durhaka kamu begitu sama ibu, sombong mentang-mentang punya banyak uang" kesal ibu Eva pada Erni dan Lucas.
Lalu ibu Eva pun pergi dengan wajah kesalnya, dia pulang ke kosan nya dengan naik taksi.
Erni melihat mobil taksi yang membawa ibu Eva pergi, lalu dia pun masuk ke dalam mobil suaminya.
"Aku nggak suka kamu bersikap seperti itu sama ibu Mas" kata Erni mengatakan unek-unek nya.
"Aku tidak perduli" balas Lucas cepat.
Erni melihat Lucas dengan pandangan yang tidak bisa di artikan, dan Lucas tau istrinya kesal.
"Aku tidak suka ibu mu, dia bersikap bodo amat terhadap mu dia juga mengatai mu anak Har*m, bukan kah dia bukan seorang ibu yang baik?" lanjut Lucas menatap wajah istrinya.
"Aku sudah biasa mas, aku tidak masalah jika ibu membenci ku karena aku menyayangi nya" balas Erni cepat.
"Sayang? jadi sekalipun ibu memperlakukan mu dengan kejam kau akan diam saja?" tanya Lucas.
Erni mengangguk kecil.
"Ibu adalah orang yang membesarkan ku, aku tau sekalipun ibu bersikap tak baik tapi dia masih memiliki hati baik yang tersembunyi buktinya q ibu tidak membuang ku saat lahir, ibu juga tidak membunuhku" kata Erni matanya balas menatap sang suami.
Lucas diam mendengar ucapan sang istri, lalu perlahan tangan Lucas menarik tubuh sang istri ke pelukan nya.
"Maaf, tapi aku tidak bisa melihat itu menderita, aku mencintai mu dan aku tak mau kamu diperlakukan tak baik oleh siapapun sekalipun itu ibu mu sendiri" ujar Lucas sambil mengusap punggung sang istri.
"Makasih, aku akan memastikan ibu tak akan melakukan apapun hal yang merugikan untuk kita, aku janji" balas Erni pelan hampir berbisik.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya ❤🤗🙏
__ADS_1