
Malam nya seperti yang di janjikan Lucas menjemput Erni untuk ke acara resepsi pernikahan sahabatnya.
Saat ini keduanya sedang di dalam perjalanan ke tempat resepsi pernikahan sahabat Lucas.
"Ada apa?" tanya Erni melihat wajah tak biasa sang suami.
Hah?
"Kamu kenapa sih?" tanya Erni lagi.
"Tidak apa-apa" balas Lucas cepat dan sedikit gugup.
Erni mengerutkan dahinya heran melihat tingkah suaminya yang menurut nya sangat lain.
"Apa dia pusing dengan pekerjaan nya? kalau begitu nanti malam setelah pulang aku harus memberikan servis pijatan yang enak" batin Erni sambil melirik Lucas yang saat ini kembali diam.
Tak lama kemudian mobil mereka sampai, Erni dan Lucas turun dari mobil dan saat baru beberapa langkah tiba-tiba Erni berhenti.
"Apa aku terlihat jelek?" tanya Erni tak percaya diri.
"Kamu cantik" balas Lucas.
"Tapi aku tidak memakai bulu mata, bahkan aku tidak memakai blas on" lanjut Erni yang merasa rendah diri di saat melihat dandanan tamu undangan yang lain nya.
Lucas melihat sekeliling nya dan dia paham apa yang membuat istrinya sampai tidak percaya diri seperti ini.
Tiba-tiba Lucas memegang tangan Erni, lalu dia cium punggung tangan Erni dengan lembut.
"Kecantikan seseorang berbeda-beda dan menurutku kamu cantik apa adanya seperti ini" jelas Lucas.
Erni menatap wajah Lucas yang selalu bisa membuat nya merasa nyaman.
"Gombal" ucap Erni tersenyum malu.
"Bukan gombal tapi itu fakta, ayo" Lucas mengajak Erni masuk.
Erni berjalan dengan elegan bersama Lucas, keduanya juga langusng mendapatkan lirikan dari beberapa tamu undangan.
__ADS_1
Lucas nampak acuh tapi tidak dengan Erni yang nampak bingung karena banyak mata yang melihat sinis pada dia dan sang suami.
Keduanya menemui pengantin yang sedang berbahagia, setelah memberikan ucapan selamat Lucas dan Erni langsung memilih meja untuk duduk.
"Lihat, mantan napi juga ternyata di undang" ucap salah satu wanita.
"Ya, kalau aku jadi wanita itu sudah pasti aku takut, secara dia kan mau enak nya aja tapi nggak mau tanggung jawab" balas salah satu wanita yang duduk nya tak jauh dari meja Lucas dan Erni.
"Amit-amit deh, itu juga wanita nya mau aja nikah sama mantan napi, mungkin dia juga udah di kasih uang buat abor*i seperti Lee" lanjut wanita satunya lagi.
Erni pernah mendengar cerita suaminya yang pernah melakukan hal yang mungkin sangat biadab, tapi menurutnya dengan Lucas mau berubah itu jauh lebih baik dari pada terus melakukan kesalahan yang sama.
Tiba-tiba Erni bangkit, dan Lucas memegang tangan sang istri yang mau memarahi wanita-wanita di meja sebrang.
"Jangan" kata Lucas tegas.
"Tidak bisa, mereka telah mengatakan yang tidak-tidak tentang mu" balas Erni.
Lucas meggeleng.
"Itu memang aku, jadi biarkan saja mereka mengatakan apapun sesuka mereka karena yang tau aku sudah berubah hanya kamu" jelas Lucas.
Setelah selesai makan Erni yang sudah merasa suntuk karena tidak suka pada orang-orang yang menatap hina suaminya itu mengajak Lucas untuk pulang.
"Aku mohon" ucap Erni.
Lucas menghela nafasnya panjang, dia tau istrinya pasti merasa terganggu dengan tatapan orang-orang yang terus pada mereka.
Saat keduanya sedang berjalan keluar dari gedung hotel tiba-tiba seorang anak berusia tiga tahun menubruk Lucas.
"Aduh sakit" ringis anak itu.
Lucas membantu anak laki-laki itu berdiri, dan tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nama Rafa.
"Rafa, hey jangan lari sayang" ucap seorang pria.
Lucas melihat pria itu dan mereka saling berpandangan.
__ADS_1
"Maaf, ini putra ku" ucap pria itu memangku anak bernama Lezy.
"Tidak, em maksud ku dia terjatuh setelah menubruk ku" jelas Lucas.
"Putra ku sangat aktif, Mommy nya bahkan sampai lelah mengejar nya" balas pria itu lagi.
Dan datanglah seorang wanita sipit yang berjalan dengan mendorong bayi.
"Sayang sudah ketemu Lezy nya?" tanya wanita itu.
"Mbak Lee" kaget Erni melihat wanita yang tadi bertemu dengan nya.
"Hy Er, kita bertemu lagi" balas Lee Hara yang tak kalah kagetnya dengan Erni.
Dan saat melihat sosok yang di samping Erni seketika Lee Hara terdiam di tempatnya, dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pria yang telah menghancurkan masa remaja nya.
"Mbak Lee, kenalkan ini Lucas suami aku" ucap Erni dengan senyuman nya.
Baik Lucas ataupun Lee Hara nampak saling dia, keduanya tak ada yang mau memperkenalkan diri mereka.
Erni melirik suaminya dengan bingung, pun dengan suami Lee Hara, yaitu Son Jony nampak aneh karena raut wajah istrinya berubah saat melihat Lucas.
"Sayang, kamu nggak papa?" tanya Son Jony.
Lee Hara melirik suaminya lalu menggeleng pelan.
"Nggak papa, ayo kita masuk Lezy kan mau es krim" Lee Hara mengalihkan topik pembicaraan dan memilih masuk.
Erni melirik suaminya yang masih mematung di tempatnya itu.
"Sayang kamu nggak papa kan?" tanya Erni.
"Dia, dia mantan kekasih ku yang aku hancurkan masa depan nya" ucap Lucas dengan wajah bersalah nya.
Apa!
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya ❤🤗🙏