
"Om kenal dengan ibu Eva?" tanya Lucas.
Eva?.
"Dia mantan asisten rumah tangga di rumah ku" balas pak Alvarez.
"Tapi itu sudah sangat lama, dia pergi setelah mengaku-ngaku di hamili" jelas pak Alvarez lagi.
Pembantu? mengaku di hamili?
Banyak pertanyaan di pikiran Lucas yang kini menjadi bercabang.
"Kenapa kamu bertanya masalah Eva? apa kamu mengenalnya Lucas?" tanya pak Alvarez.
Lucas diam sebentar, dan saat dia akan menjawab tiba-tiba bibi datang.
"Tuan nyonya meminta tuan untuk segera ke meja makan" ucap bibi.
"Ayo Lucas, kita makan dulu ceritanya di lanjut nanti saja" kata pak Alvarez sambil beranjak dari duduk nya.
"Baik om" balas Lucas akhirnya ikut bangkit dari duduknya.
Keduanya pun pergi ke meja makan, di meja makan nampak Erni yang sudah duduk dan Lucas ikut duduk di samping istrinya.
"Kalian harus mencoba ayam gulai buatan tante ya, dan jangan lupa komentar setelah mencicipi makanan nya" kata ibu Nora sambil menyimpan gulai di piring suaminya.
"Gulai kamu yang terbaik sayang" ucap pak Alvarez menimpali.
"Ya itu menurut kamu Sayang, tapi beda lagi dengan lidah Erni dan Lucas" balas ibu Nora lagi.
Erni hanya tersenyum getir melihat keromantisan sepasang suami istri itu, dia masih berpikiran jika ibu Nora yang merebut ayahnya dari sang ibu.
Lucas melirik istrinya, dia paham jelas dengan apa yang sedang di pikiran sangat istri.
"Sayang" panggil Lucas.
"Ya" Erni melirik suaminya.
"Tolong ambilkan gulai untuk ku" pinta Lucas.
Erni mengangguk, lalu dia pun mengambilkan gulai untuk sang suami dan juga di piring nya.
__ADS_1
Ibu Nora melihat Lucas dan Erni yang baru memakan gulai buatan nya, nampak wajah penasaran akan rasa masakan nya itu.
"Bagaimana?" tanya ibu Nora.
"Enak" balas Lucas dan Erni bersamaan.
"Tuhkan, sudah aku bilang masakan kamu itu paling enak nomer satu sayang" pak Alvarez memuji istrinya.
"Kamu ini, kita sudah tua jangan suka gombal" Ibu Nora memukul pelan bahu suaminya.
"Jangan salah meski kita sudah tua kita juga nggak boleh kalah sama anak muda, iyakan Lucas" pak Alvarez melirik Lucas.
Lucas mengangguk kecil.
"Om benar tidak ada larangan untuk mengumbar kemesraan apalagi pada istri sendiri" balas Lucas sambil melirik Erni yang diam saja.
"Erni apa Lucas suka menggombal?" tanya ibu Nora.
Hening tanpa jawaban, Erni nampak fokus pada makanan nya
Lucas langsung memegang tangan sang istri, dan seketika membuat Erni sadar dari lamunan nya.
"Kenapa?" tanya Erni.
"Tante Nora bertanya sama kamu" kata Lucas sambil menatap istrinya yang terlihat banyak pikiran.
Erni sontak saja melihat ke arah ibu Nora, dan ibu Nora nampak tersenyum.
"Seperti nya kamu banyak pikiran, apa kamu memikirkan kehamilan mu?" tanya ibu Nora menatap Erni.
Hamil?
"Jadi ceritanya ada yang mau jadi ayah baru nih" ucap pak Alvarez.
Dan Lucas langsung menyahut cepat, obrolan mereka semakin panjang di meja makan.
Ibu Nora terus melihat ke arah Erni selama makan, hingga akhirnya mereka selesai makan tapi Erni tiba-tiba merasa pusing dan minta pulang.
Ibu Nora membujuk Lucas untuk menginap di rumah nya saja, tapi Lucas menolak dengan alasan tak mau merepotkan.
"Sama sekali tidak merepotkan, tante mohon menginap lah di sini" ucap ibu Nora lagi.
__ADS_1
Tapi Erni malah meleos pergi, dia merasa butuh suasana yang akan membuatnya damai dan tenang karena sedari tadi dia merasa sedih dengan apa yang baru dia ketahui saat ini.
"Aku dan Erni pamit tante" ucap Lucas.
Lalu Lucas dan Erni langsung masuk ke dalam mobilnya, ibu Nora terus melihat ke arah mobil Lucas yang membawa Erni dengan perasaan sedih.
"Sayang sekali, padahal aku sangat ingin dia menginap di sini" gumam ibu Nora merasa gagal.
"Jangan sedih, ini yang kamu minta" pak Alvarez tiba-tiba datang.
Dan ibu Nora melihat apa yang di pegang suaminya, dia tersenyum saat melihat rambut Erni yang panjang.
"Kita akan membuktikan nya lewat ini" ucap pak Alvarez.
"Jika dia bukan anak kita, kamu harus menerima takdir jika anak kita sudah meninggal" lanjut pak Alvarez.
"Sampai kapan pun aku tidak akan percaya Mas, aku tau anak ku yang mana dan aku sama sekali tak merasa sedih saat anak ku meninggal itu tandanya bayi yang meninggal bukan lah anak ku" tegas ibu Nora.
"Tapi aku yang menguburkan anak kita sayang, aku melihat jika dia memang anak kita" balas pak Alvarez cepat.
"Terserah" ibu Nora langsung pergi dengan membawa dua helai rambut Erni yang hitam dan panjang.
Pak Alvarez menghembuskan nafasnya kasar, dia heran kenapa istrinya kekeh mau membuktikan Erni adalah anak mereka, sedangkan yang dia tau anak mereka sudah meningal setelah di lahirkan.
Tin..tin.
Nampak mobil sport warna merah yang parkir di halaman rumah nya.
Pak Alvarez melihat itu, jelas dia tau siapa yang baru pulang di jam 9 malam ini.
"Kenapa baru pulang!" tanya pak Alvarez pada putrinya.
Tapi gadis berambut panjang dengan pakaian nya yang sangat seksi itu hanya acuh dan meleos pergi tanpa berniat menjawab pertanyaan sang ayah.
Pak Alvarez melihat anak yang dia besarkan tumbuh menjadi anak yang tidak terkontrol, dia menghela nafasnya lalu masuk ke dalam rumah nya.
Benar apa kata orang jika anak orang lain memang tidak akan pernah bersikap selayaknya anak kandung, dan dia sangat kecewa karena setelah dia kehilangan anak nya mereka tak pernah di berikan lagi kepercayaan untuk memiliki anak sehingga membesarkan anak orang lain.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏
__ADS_1