Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
makan malam (1)


__ADS_3

Seminggu berlalu..


Lucas mengajak Erni ke rumah pak Alvarez dan Erni yang di ajak makan malam tentu saja sangat antusias dengan ajakan suaminya.


Erni nampak berdandan cantik, dia ingin kembali bertemu dengan ayah nya Erni ingin menanyakan kenapa ayah nya tidak pernah mencarinya.


"Sudah?" tanya Lucas.


"Hem, ayo" balas Erni berjalan mendekati Lucas.


Lucas dan Erni berjalan bersama, saat di mobil Erni nampak mendapatkan panggilan dari ibunya.


Tapi bukan nya mengangkat telpon nya Erni malah menolak panggilan nya.


"Siapa yang menelpon?" tanya Lucas.


"Ibu" balas Erni cepat.


"Tumben nggak di angkat" Lucas melirik istrinya heran.


"Nggak papa, kalau ibu marah pun itu sudah biasa kan?" balas Erni lagi.


Lucas mengangguk, lalu dia mulai menyalakan mesin mobilnya dan melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Selama di perjalanan tak ada obrolan diantara keduanya, Lucas sesekali melirik Erni yang sedang asik dengan pikiran nya sendiri.


Lucas tau apa yang di pikir kan sang istri, Lucas juga sudah tau jika pak Alvarez adalah ayah dari istrinya.


Tapi yang dia herankan kenapa pak Alvarez tidak mencari Erni, yang dia kenal pak Alvarez adalah orang baik tapi kenapa bisa melupakan kewajiban nya untuk bertanggung jawab pada Erni yang anak kandung nya.


"Apa jangan-jangan informasi nya kurang?" batin Lucas sambil melihat lurus ke depan.


Dia sudah meminta keterangan orang suruhan nya yang mencari tau siapa ayah nya istrinya, dan saat tau pak Alvarez adalah ayah dari istrinya Lucas tentu sangat kaget dan tak percaya.


"Sayang" panggil Erni.


"Ya" balas Lucas melirik sangistri.


Erni diam sebentar, lalu melihat pada suaminya.


"Aku sudah tau siapa ayah ku" ucap Erni dengan nada ragu.

__ADS_1


Dia takut Lucas tak percaya mengingat semuanya terlihat seperti kebetulan.


"Aku tau" balas Lucas singkat.


"Kamu tau?" Erni sontak kaget.


Di saat dia berpikiran jika Lucas akan kaget dengan pernyataan yang dia ucapkan, tapi kenapa malah berbalik menjadi dia yang kaget.


"Hem, aku mencari tau bukan kah itu permintaan mu?" tanya Lucas.


Erni mengangguk dia memang meminta Lucas mencari tau siapa ayah nya, tapi dia lebih tau duluan karena di ceritakan oleh sang ibu.


Dan Erni ingat akan apa yang di ucapkan sang ibu, bagaimana menyedihkan nya sang ibu yang di suruh abo*i oleh keluarga ayah nya.


"Aku bingung untuk bersikap di depan ayah" ucap Erni pelan.


Lucas menghentikan mobilnya, lalu melirik sang istri.


"Cukup jalani, kamu mau tau alasan mereka membuang mu kan?" tanya Lucas.


"Tebakan mu benar" balas Erni dengan nada lemah nya.


"Jangan berpikiran negatif, aku tau perasaan mu saat ini tapi kita tidak tau siapa yang salah sebenarnya, bisa saja kan ibu__" ucap Lucas terpotong.


Lucas mendengar itu memilih diam, dia tidak begitu yakin pada keterangan ibu mertua nya karena bagi Lucas sekali penjilat tetaplah penjilat.


.


.


Keduanya akhirnya sampai di rumah mewah Ibu Nora dan pak Alvarez, Erni diam mematung di tempatnya saat melihat rumah besar dan mobil yang berjejer di garasi itu.


Rasanya sangat menyedihkan saat tau jika dia anak orang kaya sedangkan masa kecilnya begitu menyedihkan, Erni bahkan tak tamat SD hanya karena dia mau mencari uang untuk makan.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Lucas yang melihat istrinya diam saja.


"Aku mau menangis" ucap Erni sambil menatap ke depan.


Lucas memegang tangan sang istri untuk menguatkan istrinya, dia paham apa yang sedang di rasakan istrinya.


"Tenangkan dirimu" kata Lucas.

__ADS_1


Erni menarik nafasnya panjang lalu membuangnya secara perlahan.


"Lucas Erni" panggil Ibu Nora tiba-tiba.


Lucas melirik Erni, dia menatap istrinya dengan penuh sayang.


"Oke, aku akan berusaha tenang" ucap Erni pelan.


Lalu keduanya berjalan mendekati ibu Nora yang sedang berdiri di teras depan.


Ibu Nora langsung memeluk Erni, setelah itu dia pun mengajak Erni masuk ke dalam rumah nya.


Mata Erni melihat sekeliling nya, dia tidak bisa berkata-kata saat melihat isi rumah mewah keluarga Ayah nya.


"Tahan Erni, jangan buang air mata mu kamu sudah banyak menangis dan tidak boleh ada tangisan kesedihan di dalam hidup mu lagi" batin Erni mencoba untuk kuat.


Lucas yang berjalan di belakang Erni nampak sedang mengirimkan pesan pada seseorang.


"Cari tau kebenarannya lewat ibu mertuaku, bayaran nya akan dua kali lipat dari sebelumnya" isi pesan yang di kirimkan Lucas.


Lalu Lucas mengikuti kemana ibu Nora mengajak Erni, hingga akhirnya mereka sampai di teras belakang.


"Lucas Tante pinjam Erni ya" ucap ibu Nora.


"Istriku bukan barang tante" kata Lucas seperti biasanya dingin.


"Astaga kau ini, baiklah tante akan menculik Erni" ibu Nora berkata sambil tertawa dan mengajak Erni untuk ikut bersamanya.


Sedangkan Lucas dia melihat pak Alvarez yang sedang meminum kopi.


"Om, aku mau bicara sesuatu" kata Lucas membuka obrolan.


Pak Alvarez menyimpan kopinya lalu melihat ke arah Lucas.


"Duduklah" ucap pak Alvarez.


Lucas duduk dan sebelum bicara dia harus bisa tenang dulu agar ucapan yang keluar dari mulutnya bukan yang akan membuat lawan bicara nya tersinggung.


"Om kenal dengan ibu Eva?" tanya Lucas.


Eva?.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2