
Di kamar nampak seorang gadis muda yang sedang melihat hasil tes kehamilan nya.
Dua bulan tidak menstruasi membuat Imelda sangat ketakutan hingga dia memilih melakukan tes kehamilan dan ya hasilnya adalah positif.
Imelda hamil anak kekasih nya.
"Edward harus tanggung jawab, ini anak nya karena hanya dia yang pernah menyentuh ku" gumam Imelda sambil memegang alat tes kehamilan ditangan nya.
Imelda segera beranjak dari tempat tidur nya, dia pergi ke kamar mandi untuk cuci muka lalu setelah itu Imelda bersiap-siap untuk pergi.
"Imelda, kamu mau kemana?" tanya Pak Alvarez saat melihat Imelda yang membawa tas kecil.
"Keluar" balas Imelda.
"Jangan keluar, Daddy dan Mommy mau bicara serius dengan mu" kata pak Alvarez.
"Nanti malam saja Dad, aku harus buru-butu urgent" sahut Imelda yang langsung meleos pergi.
Pak Alvarez menghela nafasya panjang, dia heran kenapa Imelda makin kesini makin tidak bisa di kendalikan.
Padahal Imelda kecil sangat penurut dan manja, tapi kenapa sekarang putri angkat nya itu malah berubah bahkan pak Alvarez merasa sudah tidak mengenali sosok Imelda lagi.
Imelda yang baru keluar dari rumah berpapasan dengan ibu Nora yang sedang menyiram taman, bukan nya menyapa Imelda malah acuh dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Anak itu, kapan dia berubah menjadi Imelda yang dulu lagi, makin kesini kelakuan nya bahkan semakin menjadi-jadi dan semua ini karena pergaulan barunya yang membuat dia menjadi seperti ini, gadis berantakan yang tidak terkontrol" gumam ibu Nora sambil menyiram bunga-bunga mahal yang dia koleksi.
Di saat bersamaan ibu Eva melihat mobil Imelda yang pergi, dia langsung meminta abang ojeknya untuk mengikuti mobil di depan nya.
"Terus ikuti mobil itu pak" pinta ibu Eva pada abang ojek.
"Siap bu" balas abang ojek cepat.
__ADS_1
Motor yang membawa ibu Eva terus mengikuti mobil merah di depan nya hingga mobil itu berhenti di area gedung apartemen.
Segera ibu Eva ikut turun sesaat melihat gadis muda yang turun dari mobilnya yang dia ikuti sejak tadi.
"Ini, ambil aja kembalian nya" kata ibu Eva sambil meleos pergi.
"Kembalian apaan, uang cuman 10 ribu juga masih mau dapat kembalian, dasar pelit" gerutu abang ojek kesal.
Sudah jauh dia mengantarkan penumpang ehk bayaran yang dia dapatkan malah tak sesuai harapan.
"Emas aja gede-gede tapi sekalinya bayar ojek malah kurang" kembali abang ojek menggerutu lagi.
Sedangkan ibu Eva nampak mengikuti kemana gadis muda yang dia ikuti tadi pergi.
Hingga gadis muda itu berhenti tepat di salah satu unit apartemen, dan ibu Eva yang melihat itu memilih pura-pura tidak melihat ke arah gadis muda itu.
Ceklek..
Brug!
Pintu tertutup yang membuat ibu Eva tidak bisa tau apa yang dilakukan gadis muda itu di apartemen seorang pria.
"Apa yang mereka lakukan di dalam apartemen, apa mereka melakukan__" gumam ibu Eva curiga.
Tidak, ibu Eva membuang pikiran jelek nya dan memilih berpikiran positif.
Lama ibu Eva menunggu hingga akhirnya dia melihat pintu unit apartemen tadi terbuka lagi, dan Imelda keluar dari unit apartemen itu.
Ibu Eva terus mengikuti Imelda hingga gadis muda itu masuk ke dalam toilet, dan ibu Eva juga ikut masuk ke dalam toilet tapi dia menggunakan masker takut Imelda mengenalinya.
Hiks..
__ADS_1
"Kamu jahat Edward, hiks.." isak Imelda di dalam toilet.
Ibu Eva bergetar sesaat mendengar suara tangisan gadis muda yang berada di toilet samping nya.
"Aku tidak mungkin bilang Mommy Daddy, mereka akan marah padaku jika tau aku hamil" lanjut Imelda menangis.
Jeder!
Bagai di sambar petir di tengah bolong, ibu Eva begitu syok dan kaget sesaat mendengar kata hamil.
Imelda hamil?
Putrinya hamil.
"Tidak, kenapa harus terjadi pada anak ku, Tuhan" gumam ibu Eva membungkam mulutnya.
Imelda yang sudah lebih tenang langsung keluar dari toilet, lalu dia memilih pulang.
Sedangkan ibu Eva dia yang baru keluar dari gedung apartemen wajah nya nampak pucat, dia masih tidak menyangka jika putrinya akan kehilangan kendali seperti ini.
Hamil di luar nikah.
Ibu Eva tanpa sadar menangis, dia tidak bisa tidak menangis setelah tau apa yang terjadi pada putrinya.
Ya, Imelda adalah putrinya. anak yang dia lahirkan 19 tahun yang lalu, dan Ibu Eva sengaja membuang putrinya di depan rumah Pak Alvarez dan ibu Nora dengan harapan putrinya bisa memiliki kehidupan yang baik.
Tapi kenapa takdir malah mempermainkan nya, kenapa anak yang dia sangka akan bahagia mendapatkan segalanya malah terjerumus ke dalam kenalan remaja.
"Alvarez Nora, kalian harus mempertanggung jawabkan semuanya! kalian harus bertanggung jawab" marah ibu Eva sambil mengepalkan tangan nya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏