
"Kenapa?" tanya Erni yang di ajak ke kamar oleh Lucas.
"Lihat ini" Lucas memperlihatkan kotak yang Erni ketahui sebagai kotak emas.
"Kotak" balas Erni.
Lucas menghembuskan nafasnya kasar dan dengan kasar melemparkan kotak kecil itu ke lantai.
Erni yang melihat itu jelas saja kaget, apalagi kini dia melihat raut wajah tak bersahabat di wajah suaminya itu.
"Oh Tuhan, apa dia akan kembali ke Lucas yang dulu" batin Erni dalam hatinya.
Lucas menatap Erni, dia sudah mencari kemana-mana termasuk di koper dia dan Erni, tapi nihil barang yang dia cari tak ketemu.
"Ada yang mencuri barang ku" kata Lucas dengan wajah marah nya.
Hah?
"Kapan?" tanya Erni kaget.
"Semalam atau mungkin tadi pagi saat kita lari pagi di kampung" balas Lucas masih emosi.
Erni diam nampak berpikir siapa yang mencuri barang suaminya itu, hingga dugaan nya tertuju pada Bapak tirinya karena yang Erni tau dulu bapak nya juga selalu mengambil uang ibunya.
"Apa yang hilang?" tanya Erni.
Lucas tak menjawab dan langsung keluar dari kamar, Erni yang melihat itu sudah tau sasaran kemarahan suaminya akan tertuju pada bapak nya.
Dengan cepat Erni mengejar Lucas, dia juga buru-buru ikut masuk ke dalam mobil Lucas yang sedang di panaskan.
Lucas langsung mengendarai mobil nya, wajahnya nampak jelas dia marah dan itu bisa Erni lihat dari diam nya Lucas sekarang.
"Semoga saja bapak dan ibu tidak keras kepala dan cepat mengakui jika benar mereka yang salah, aku tidak bisa membayangkan jika bapak ibu mengambil nya tapi tidak mau mengakui pasti Lucas akan sangat marah besar" batin Erni yang berharap semuanya bisa di selesaikan dengan kekeluargaan.
Tak berapa lama mobil Lucas sudah sampai di rumah tiga tingkat milik Ibu Eva dan Pak Juned.
Keduanya langsung turun dari mobil dan dengan keras Lucas mengetuk pintu rumah mertuanya itu.
Tok..tok..
__ADS_1
"Buka!" teriak nya.
"Jangan keras-keras, itu tidak sopan" kata Erni memberikan nasihat.
Dan membuat Erni langsung mendapatkan lirikan dari Lucas.
"Jika aku tidak sopan lalu mereka apa? masuk ke kamar kita lalu mengambil barang ku tanpa permisi, apa itu masih di katakan sopan? mereka maling!" balas Lucas dengan wajah marahnya.
Lucas kembali mengetuk pintu hingga akhirnya pintu terbuka dan terlihatlah ibu Eva yang tersenyum menyambut anak dan mantu nya.
"Kalian datang, astaga ayo masuk ibu dan bapak sedang makan jadi tidak dengar jika ada orang yang mengetuk pintu, huh.. ini karena di pintu tidak ada bel, nanti beliin ya Er" ucap Ibu Eva sambil membukukan pintu selebar-lebarnya untuk anak dan menantu nya.
Erni menggelengkan kepalanya mendengar ucapan ibu nya, bisa-bisanya di saat seperti ini ibunya masih meminta sesuatu yang seharusnya bisa ibunya beli dengan hasil dagang sembako.
Lucas tersenyum kecut, benar-benar mertua yang matre dan tidak tau diri, di kasih hati malah minta jatung.
"Mana laki-laki pejudi itu?" tanya Lucas yang sudah masuk.
"Hey jaga bicaramu, aku mertua mu" kata pak Juned yang tiba-tiba datang.
Lucas yang melihat pria yang menjadi mertuanya itu mengeraskan rahang nya, terlihat jika dia sudah sangat ingin menghajar pak Juned sekarang juga.
Cincin..
"Cincin apa?" tanya pak Juned.
"Jangan pura-pura bodoh, kau mengambil uang dan cincin ku kan?" suara Lucas mulai meninggi.
Erni yang mendengar penuturan suaminya itu langsung mendekati sang suami, dia mengusap tangan suaminya mencoba menenangkan.
Sedangkan pak Juned dan ibu Eva nampak saling melirik, wajah keduanya seketika pucat karena memang mereka lah yang mengambil barang itu.
"Hanya satu cincin, tapi kenapa bisa ketahuan. apa dia kaya gadungan" batin ibu Eva.
"Hanya 20 juta tapi sudah seperti mencuri banyak saja, katanya orang kaya uang segitu kan bukan apa-apa dan hanya di anggap recehan saja" batin pak Juned yang tidak merasa bersalah seperti sang istri.
"Apa tidak ada yang mau mengaku?" tanya Lucas dengan wajah geram nya.
"Bu, pak Erni mohon mengaku lah jika benar kalian yang mengambil nya" pinta Erni mendekati sang ibu.
__ADS_1
Ibu Eva yang berada di posisi seperti ini sangat kesal, padahal dia sangat menyukai cincin yang memiliki warna biru di tengah nya itu.
"Jika kalian tidak mau mengaku aku akan mengambil kembali rumah dan toko sembako ini, semuanya milik ku" lanjut Lucas mengancam.
"Jangan di ambil lagi, kalau di ambil kami nggak punya rumah bagus dong" sahut ibu Eva tak mau kehilangan rumah mewah nya.
Dan Lucas meminta barang dan uang nya di kembalikan, Pak Juned nampak diam dia jelas sudah memakai uang itu setengahnya untuk membayar hutang judi nya yang kalah waktu lalu.
"Pak gimana?" Ibu Eva melirik suaminya.
"Uang nya habis setengah nya bu" balas Pak Juned.
"Duh gimana, mana ibu nggak ada uang lagi" ibu Eva nampak cemas.
Dia tidak menyangka jika suami putrinya itu memiliki karakter yang tidak bisa di tabak, wajah nya yang tampan dan terlihat baik juga lembut tapi ternyata sangat galak dan keras.
"Sudahlah kita kasih yang ada saja" bisik Pak Juned.
"Mana!" suara Lucas kembali terdengar.
Ibu Eva dan pak Juned pun pergi ke kamar mereka untuk mengambil apa yang Lucas mau, dan setelah itu mereka berdua memberikan uang dan cincin itu pada Erni.
"Kurang 10 juta" kata Lucas yang melihat uang nya hanya saparuh nya.
"Anu uang nya sudah ke pakai" ucap pak Juned menjelaskan.
Membuat dia langsung mendapatkan tatapan tajam nya, Lucas mengeraskan rahang nya sekali lagi jika saja pak Juned bukan mertuanya dia sudah pasti akan langsung menghajar pria tak tau malu itu.
"Sekali lagi kalian seperti ini saya tidak akan memaafkan kalian, apa yang kurang sudah di kasih rumah dan usaha tapi masih tidak puas dan masih memiliki niatan jelek" Lucas menatap kedua mertuanya dengan wajah tak habis pikir.
Sdangkan yang di tatap keduanya nampak diam tanpa rasa penyesalan sedikit pun, keduanya malah merasa sedih karena uang dan cincin mahal itu harus hilang dari tangan keduanya.
Sebelum pergi Lucas mendekati ibu Eva, dan tanpa basa-basi dia menarik kalung yang di pakai ibu Eva hingga terlepas dari wanita itu.
"Ini kalung istriku dan anda tidak berhak memakai nya karena ini khusus di buat untuk istriku!" tegas Lucas lalu menarik tangan Erni agar mau pergi bersama nya.
Ibu Eva dan pak Juned yang melihat itu nampak kesal, kini keduanya merasa membenci menantu nya dan menyesal menikahkan Erni pada Lucas yang menurut mereka berdua sangat sombong dan angkuh.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏