Pengantin Bayaran Tuan Galak

Pengantin Bayaran Tuan Galak
Mirip


__ADS_3

"Ini sudah cukup" ucap Erni yang terus tak mau diam.


Lucas menggeleng.


"Ini masih belum banyak, aku mau kamu menjadi ibu hamil tercantik yang aku temui" balas Lucas yang masih sibuk mencarikan dress untuk istrinya.


"Tapi aku tidak akan sempat memakai semua pakaian ini" sahut Erni sambil menunjuk ke arah tas jinjing yang sudah penuh dengan baju.


"Tidak akan jika kamu mencoba satu lalu memakai nya lagi setelah cuci kering, kamu harus mencoba satu persatu setiap hari" jelas Lucas kekeh.


"Tapi ini terlalu berlebihan" jawab Erni lagi.


Lucas menghentikan langkah nya lalu dia menatap istrinya.


Erni sontak menurunkan pandangan nya takut suaminya marah padanya, apalagi mood suaminya memang sedang tidak baik setelah yang terjadi di rumah tadi.


"Naikan pandangan mu" titah Lucas.


"Maaf" ucap Erni tak mau menatap Lucas.


"Naikan" ulang Lucas.


Erni pun akhirnya menurut dan mulai menaikan pandangannya hingga dia bertatapan dengan Lucas.


"Apa kamu tidak nyaman?" tanya Lucas.


Erni menggeleng pelan.


"Bukan tidak nyaman, hanya saja aku tidak terbiasa dengan semua ini" balas Erni jujur.


Selain itu dia juga bukan tipe wanita yang suka shoping dan menghamburkan uang, Erni tau caranya mencari uang yang sangat susah.


"Aku sedang kesal jadi maafkan aku jika sikap ku cenderung menyebalkan, aku hanya tidak mau kamu di kasari dan di perlakukan tidak baik, aku tidak ikhlas" jelas Lucas akhirnya mengatakan unek-unek nya.


"Jika kamu mau marah kamu bisa memukul ku" lanjut Lucas lagi.


Erni tersenyum mendengar penjelasan suaminya, dia bukan marah tapi sekarang Erni merasa gemas pada sang suami.


Di tatap wajah yang terlihat merasa bersalah itu, lalu Erni melirik sekeliling nya yang memang banyak pengunjung yang juga sedang belanja.


"I love you" ucap Erni sambil tersenyum.


"Kamu tidak marah?" tanya Lucas.

__ADS_1


"Untuk apa, kamu tidak melakukan hal yang membuat aku sedih jadi untuk apa aku marah" balas Erni lagi.


Lucas tersenyum mendengar jawaban istrinya, dia ingin mendekat dan memeluk juga mencium sang istri tapi Erni menahan dadanya.


"Ini umum jika kamu lupa" bisik Erni.


Dan Lucas seketika sadar jika mungkin saja obrolan mereka tadi banyak di dengar orang.


Beberapa pengunjung yang sedang belanja juga nampak tersenyum aneh pada keduanya, Erni yang melihat itu hanya bisa menahan malu karena ini pertama kalinya dia jadi pusat perhatian di tempat umum seperti ini.


Sedangkan Lucas dia malah acuh dan menggandeng tangan Erni ke arah kasir, setelah selesai membayar Lucas meminta Erni untuk menunggu nya karena dia akan ke toilet sebentar.


Erni nampak menunggu Lucas sambil minum air mineral yang sebelum nya di bawa mereka, Erni menunggu di bangku yang di sediakan di mall.


"Aduh.."


Seorang wanita menjatuhkan belanjaan nya, Erni yang melihat itu mendekat dan membantu wanita itu.


"Ibu tidak apa?" tanya Erni melihat wajah pucat wanita itu.


"Kepala saya pusing" balas wanita itu.


Lalu Erni pun membawa wanita itu ke bangku yang tadi dia duduki, dia memberikan air mineral yang harusnya untuk suaminya yang belum di buka.


"Terimakasih" ucap wanita itu sambil melihat Erni.


"Pusing nya sedikit hilang" balas wanita itu.


Erni mengangguk paham, lalu dia diam sambil sesekali melirik wanita paruh baya yang sangat cantik itu.


"Ibu sendiri?" tanya Erni yang gatal bertanya.


"Tidak, maksud saya tadi saya bersama putri saya tapi dia entah kemana" jelas wanita itu.


"Siapa nama mu? cantik?" lanjut wanita itu bertanya.


"Nama saya Erni bu" balas Erni cepat.


"Nama yang simple, panggil saya tante Nora" sahut ibu Nora.


Keduanya berbincang masalah anak ibu Nora yang entah pergi kemana, dan entah kenapa Erni merasa sangat dekat dengan ibu Nora padahal mereka baru saja bertemu sekarang.


"Wajah mu sangat tak asing, kamu mirip suamiku" ucap ibu Nora tiba-tiba.

__ADS_1


"Suami tante?" tanya Erni.


"Iya, tapi dia sedang sakit karena kehilangan putri kami" jelas ibu Nora.


Putri?


"Memang nya kemana putri tante?" tanya Erni lagi.


"Putri saya hil__" ucap Ibu Nora terpotong.


"Mommy! ternyata di sini aku cari tau" seorang gadis berjalan mendekati mereka.


"Itu putri saya" ibu Nora beranjak dari duduknya.


"Ayo pulang" ajak gadis itu menarik tangan ibu Nora.


Erni ingin menghentikan gadis itu yang menarik ibu Nora dengan kasar tapi Erni tak bisa karena dia bukan siapa-siapa.


Mata Erni terus melihat ke arah ibu Nora, dia merasa seperti merasakan perasaan aneh saat berada di dekat wanita itu.


"Apa dia ibu ku?" gumam Erni.


Tapi sedetik kemudian Erni menggeleng pelan.


"Tidak mungkin, ibu Eva adalah ibuku kalaupun aku punya ibu lagi mungkin itu adalah ibu tiriku, tapi kenapa tante Nora tadi bilang aku sangat mirip dengan suaminya?" lanjut Erni sambil melamun.


"Mirip siapa?" tanya Lucas yang tiba-tiba datang.


Erni sontak melihat ke arah suaminya, dia kaget kapan suaminya datang?.


"Aku tadi bertemu dengan seorang wanita paruh baya, dia bilang aku mirip suaminya" jelas Erni.


"Lalu?" tanya Lucas lagi.


Erni diam sebentar, lalu menatap suaminya.


"Apa mungkin aku memang anak wanita itu, maksud ku aku adalah anak suaminya" Erni menjeda ucapan nya.


"Ibu bilang aku anak Har*m, ibu melahirkan ku tanpa ayah dan mungkin pria kota yang menghamili ibu adalah dia" lanjut Erni lagi.


Lucas melihat wajah istrinya yang terlihat serius, dia langsung membawa sang istri ke pelukan nya tapi Lucas tak mengatakan apapun.


"Dasar ibu jahat, lihat saja apa yang akan aku lakukan jika dia berani mengatai istriku seperti tadi lagi" batin Lucas sangat kesal pada mertuanya karena kata-kata anak Har*m itu ternyata masih membekas di hati istrinya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2