PENGANTIN KEDUA

PENGANTIN KEDUA
Episode 16 : Jangan Buat Aku Jadi Wanita Jahat


__ADS_3

“Ceraikan aku!” Hana dengan tegas menatap Andre mengatakannya di depan Shinta.


Tentu saja Andre menolaknya, ia tak bisa meninggalkan Hana begitu saja. Hana adalah istri yang telah dinikahinya selama lima tahun dan ibu dari anaknya, Andre takkan pernah mengabulkan permintaan Hana itu apalagi disaat situasi yang sedang panas ini.


“Jangan! Kalian gak boleh sampai pisah! Dari awal memang aku yang akan pergi, aku tidak akan relakan hubungan kalian seperti ini. Bertahanlah sampai akhir, biar aku saja yang pergi. Dari awal seharusnya aku memang tidak boleh ada dalam hidup kalian, maafkan aku.” Mohon Shinta pada kaki Hana. Shinta bersimpuh di lantai untuk memohon pada Hana untuk mengurungkan keinginannya itu.


“Sudah ku bilang jangan menjadi bodoh! Bagaimana cara kamu membesarkan anak ini!” Hana yang ikut turun untuk mensejajarkan badannya dengan Shinta menunjuk perut Shinta untuk menyadarkannya agar tidak kekanak-kanakan lagi.


“Justru itu! Ini adalah bentuk dari tanggung jawabku atas perbuatan dan keputusanku di masa lalu. Aku tidak akan menyerah pada anak ini, anak ini adalah anakku dan aku akan memikirkan masa depan anakku sendiri. Kali ini aku tidak ingin merusak kehidupan anak ini.” Shinta kali ini sangat bertekad meyakinkan Hana tentang keputusannya.


“Aku akan pergi dari kehidupan Mba Hana dan Mas Andre. Mas Andre tetaplah bersama Mba Hana dan Saka.” Shinta menatap Andre, mengulurkan tangannya pada Andre untuk di satukan dengan tangan Hana.


Shinta benar-benar ingin mereka kembali bersatu setidaknya demi Saka yang masih tidak mengerti apa-apa. Ia juga merasa sangat bersalah pada bocah empat tahun itu, karena telah merusak keluarga bahagia miliknya menjadi hancur lebur. Kali ini Shinta akan bertanggung jawab dan berusaha untuk mengembalikan situasi menjadi lebih baik.


Hana segera melepas tangan Shinta dan menolaknya. Wanita itu tampaknya memang benar-benar serius akan keputusannya untuk bercerai dari Andre. Ia tahu Andre takkan bisa menjalankan kedua pernikahan ini sekaligus, pria itu pun tidak akan pernah bisa memutuskan untuk memilih diantara dirinya dan Shinta. Terlihat dari sikapnya saat kemarin Hana menyuruhnya untuk tidak tampak lagi dihadapannya, Andre tidak lantas pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Shinta. Pria itu terus saja membohongi dirinya sendiri atas perasaannya dengan Shinta.

__ADS_1


Sampai saat ini Andre tetap diam karena ia tak bisa memilih, hingga Hana harus bertindak dan memutuskan untuk merelakan suaminya. Setidaknya ia bisa membantu Andre untuk tidak usah susah payah memilih antara Hana dan Shinta.


“Sudah ku bilang, saya tidak bisa menjalankan rumah tangga dimana ada dua wanita di dalamnya.” Hana segera berdiri dan pergi meninggalkan ruang rawat Shinta.


Andre segera bersimpuh di hadapan Shinta dan menyuruhnya kembali ke ranjangnya untuk beristirahat dan kali ini ia benar-benar mengatakan urusan Hana adalah urusan dirinya. Shinta tidak usah ikut berpikir dan hanya harus memikirkan kondisinya saja. Setelah itu, Andre segera menyusul Hana yang sudah pergi entah kemana dan ia mencarinya di luar klinik. Semoga saja Hana masih ada di sekitar sana, ia sangat mengkhawatirkan istrinya itu karena hari semakin larut dan tentunya semakin berbahaya.


“HANA!” panggilnya terus menerus, menyusuri sepanjang jalan yang mungkin di lalui oleh Hana.


Akhirnya, Hana terlihat sedang duduk menunduk di pinggir trotoar, Andre merasa sangat bersalah membuat Hana menjadi seperti ini. Ia tahu mentalnya belum cukup kuat untuk memutuskan hal sebesar itu setelah kegugurannya kemarin. Hana hanya berusaha untuk tetap tegar di depan Shinta, tetapi Andre sangat mengetahui Hana sudah sangat hancur karena dirinya. Lelaki yang selama ini sangat dipercayainya, sangat dikaguminya, dan dihormatinya telah menghancurkan semuanya. Andre tidak bisa melihat Hana seperti ini, tetapi ia pun tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang dan juga Shinta yang sedang mengandung anaknya makin memperumit situasi saat ini.


“Mas, kita akhiri saja sekarang.” Hana mencoba untuk tetap tegar tetapi airmatanya terus mengalir tanpa perintah membuat Hana terus menyeka airmatanya.


“Tidak Hana! Diantara kita belum berakhir, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi. Kamu harus berhenti memikirkan hal itu, kita belum berakhir sama sekali, Hana...” Andre memeluk Hana begitu erat, ia terus meyakinkan Hana bahwa diantara mereka belum berakhir, rumah tangga mereka masih mempunyai alasan untuk tetap bersama, yaitu Saka. Andre tidak bisa membiarkan Hana pergi dari hidupnya.


Hana segera melepaskan diri dari pelukan Andre, Hana pun tidak ingin ini semua terjadi tetapi ia tahu bahwa dirinyalah yang harus mundur. Ia tak mau bertarung untuk sesuatu hal yang sudah bukan miliknya lagi. Dirinya sudah terlalu lelah untuk melakukan hal itu, mentalnya pun menyerah. Ia tak ingin merasakan hal yang lebih sakit dari hal ini, lebih baik ia mundur di awal sebelum dirinya semakin hancur jika memilih untuk bertahan.

__ADS_1


“Hana...” ratap Andre, ia benar-benar berharap Hana akan berubah pikiran.


“Mas! Hatimu bukan untukku lagi. Hatimu sudah bukan untuk rumah ini lagi, hatimu sudah berpindah sejak kamu melakukan akad itu atau sejak kamu kasihan pada wanita itu. Rasa simpatimu tak sadar berubah menjadi rasa cinta dan sekarang semakin besar. Kamu tidak bisa menyangkal itu, aku mengenalmu lebih dari siapapun bahkan lebih dari dirimu sendiri. Aku tahu itu.” Jelas Hana.


Andre terdiam, ia tak bisa lagi berbicara. Andre tidak bisa menyangkal bahwa hatinya sekarang telah menerima Shinta namun ia pun tidak bisa berbuat seperti ini pada Hana. Pikirannya benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa.


“Sekalipun kita menjalankannya bersama-sama, aku tidak yakin kita dapat menjadi seperti dulu. Aku akan selalu berpikir jahat tentang wanita itu, aku akan terus membandingkan-bandingkan perbuatanmu terhadap wanita itu, dan aku akan terus menjadi wanita jahat diantara kalian berdua. Aku tidak ingin menjadi seperti itu.” Hana kembali meneteskan airmata saat menjelaskan itu. Ia tak ingin menjadi wanita jahat, karen ia tahu Shinta adalah gadis yang baik.


Jika pernikahan ini tetap dijalankan, hanya dirinyalah yang menjadi jahat untuk gadis yang sangat baik seperti Shinta. Ia tak ingin itu terjadi.


“Bagaimana dengan Saka ?... Saka tidak dapat menerima ini semua.”


“Aku tidak menyuruhmu untuk berhenti bertemu dengan Saka, lagipula Saka sudah terbiasa untuk tidak serumah denganmu.” Jelas Hana


“Tapi Hana...”

__ADS_1


“MAS! Ini adalah jalan terbaik untuk kita. Cerita kita memang seharusnya sudah berakhir.” Hana kembali menegaskan pada Andre, bahwa hubungan mereka sudah benar-benar berakhir sejak Andre mengucapkan Ijab Qobul untuk Shinta.


__ADS_2